Kevin berdiri dengan gagah didepan para calon tamtama "pagi, semua!"
"Pagi! Pagi! Pagi! Luar biasa!" seruan dari mereka yang penuh dengan semangat menggema.
"Sebelum kita memulai, kenalkan saya kapten Kevin dan beberapa rekan saya yang akan menguji kalian semua." Kevin berucap tegas.
"Sudah siap semuanya!"
"Siap!"
Selangkaian tes mereka lakukan baik administrasi, kesehatan, jasmani seperti renang dan lari, mental ideologi, serta psikologis.
Mereka melakukan semuanya dengan disiplin dan sesuai ketentuan, ternyata banyak juga yang tidak lulus.
Mereka yang sudah lulus dikumpulkan disebuah lapangan, karena Kevin yang dikasih tanggungjawab jadi dirinya akan berada disini beberapa hari.
"Selamat kepada kalian yang sudah lulus tes." Kevin hanya mengucapkan tersebut dan dilanjutkan oleh temannya yang mengambil alih pembicaraan.
"Kapten Kevin!" Panggil seseorang.
"Ya."
"Hp anda dari tadi berbunyi, mungkin ada sesuatu yang penting," ucap dia sambil mengasih benda pipi tersebut.
"Terima kasih." dia mengangguk dan izin pergi.
Kevin melihat layar hp-nya, Leon. Ada apa dengan tangan kanannya dirumah atau Aretha sedang dalam masalah.
Kevin malas berdebat dengan pikirannya hingga dirinya memutuskan untuk menelpon kembali, Leon menjawab dan menjelaskan apa yang terjadi dirumah.
Mengetahui apa yang terjadi, ingin rasanya Kevin pulang sekarang tapi tugasnya belum selesai. Hingga dia menyuruh Leon untuk memantau apa yang terjadi selama dirinya tidak ada.
°°°
Sudah beberapa hari, Aretha tidak bertemu dengan Kevin rasanya seperti ada yang hilang.
Dia bertanya kepada penjaga dan pembantu tapi jawaban mereka selalu bilang kalau tuan sedang bekerja. Tapi saat dirinya mencari disekolah, Kevin sama sekali tidak terlihat.
Ditambah dirumah ada sih wanita paru baya atau kalau gak salah nenek nya Kevin membuat Aretha tidak betah tinggal dirumah. Memang selama dirinya masuk kedalam keluarga Kevin baik sebelum menikah ataupun sesudah menikah, Aretha sama sekali belum ketemu.
"Kerjaan kamu itu gak ada yang lain apa? Kecuali makan, minum, tidur. Lihat Nasya itu menantu idaman banget, masakkannya enak, berberesnya rapi, disiplin, sopan, baik. Lihat kamu gak ada apa-apanya dibandingkan dirinya."
Suasana hati yang sudah porak-poranda, membuat dirinya tambah drop karena suara tersebut.
"Apa sih yang dilihat cucu ku, hingga mau-mau nya menikahi orang seperti kamu yang gak ada gunanya. Sedangkan selama ini ada Nasya yang terus berjuang ingin mendapatkan cinta cucuku!"
Ingin rasanya Aretha berteriak 'tapi kenyataannya diriku yang menjadi istri dari cucu mu, bukan dia atau yang lainnya' tapi sekali lagi itu hanya ada didalam pikiran Aretha.
Aretha lebih memilih kekamar nya dari pada mendengarkan ocehan nenek Kevin yang terus membuat hatinya terasa sakit, Enough of his mother no else.
°°°
Kevin sedang melaksanakan tugasnya seperti beberapa hari yang lalu dia lakukan. Seperti sekarang dirinya dan anggota lainnya sedang berkumpul.
"Kapten Kevin, anda dipanggil oleh jenderal Tito Karnavian," ucap salah satu tentara.
"Baik, saya kesana. Terima kasih, Arif." ucap Kevin kepada orang tersebut.
"Sama-sama kapten Kevin."
Kevin segera mendatangi orang yang bernama jenderal Tito Karnavian tersebut yang tidak lain adalah adik dari ibunya atau pamannya.
"Sore, jend!" Sapa kevin tegas dan sopan.
"Sore, kapten kevin. Silakan duduk." jenderal Tito menyuruh Kevin untuk duduk didepannya.
"Siap, Jend!" Kevin menduduki dirinya.
"Jangan terlalu formal, hanya ada kita berdua saja keponakan," canda jenderal Tito, sedangkan Kevin memutar bola mata malas.
"Gimana pernikahanmu baik-baik saja?" Tanya jenderal Tito.
"Baik-baik aja." Kevin menjawab dengan seadanya. "Paman tau kan gimana karakter nenek?" Kevin bertanya lebih tepatnya pernyataan.
"Hm, ibu dari ayah mu kan." jenderal Tito memastikan, Kevin mengangguk.
"Kenapa menang? Dia masih berniat menjodoh-jodohkan kamu sama kapten Nasya itu."
Kevin menghela napas berat. Tau apa yang terjadi jenderal Tito melanjutkan perkataannya. "Bukannya dia tau kamu sudah menikah bukan, masa masih mau melanjutkan keinginan nya."
Jenderal Tito tak habis pikir dengan nenek Kevin atau mertua dari kakaknya itu yang sangat tidak bisa lepas dari keegoisan nya.
Kevin memejamkan matanya, menghilangkan risau dihatinya.
Jenderal Tito yang melihat tersebut bisa merasakan juga apa yang dirasakan salah satu keponakannya ini.
"Sebaiknya sekarang kamu pulang, bukannya nenek kamu juga ada dirumah kamu."
"Tapi paman kan tau, aku masih ada tugas disini."
Ingin sekali dirinya pulang, rasanya seperti ada yang kurang hari-harinya.
"Ini perintah dari atasan!" Mengetahui bagaimana keponakannya ini, kalau tugas belum selesai dia tidak akan meninggalkannya.
Kevin masih tetap diam ditempatnya tanpa bergerak, seperti pikirnya bukan disini tapi suatu tempat.
"Kapten Kevin anda mendengar apa yang saya bilang. Ini perintah langsung dari saya, anda mau menolak!"
Kevin tersentak, mendengar seruan seseorang. Dirinya langsung menegakan diri dan langsung menjawab dengan tegas dan sopan.
"Siap, tidak Jend!"
"Bagus, laksanakan!"
"Siap, laksanakan!"
Jenderal Tito melihat kepergian anak dari kakaknya, dengan tatapan mata sedikit sendu.
Semoga keponakannya itu bisa melewatkan semua yang terjadi, bisa mempertahankan rumah tangga nya, dan juga nenek Kevin bisa merubah kepribadian nya. Itu yang dia inginkan dan juga semoga istri dari keponakannya itu bisa bertahan.
Padahlah tadi tujuannya meminta Kevin menghadap kepadanya untuk membahas tentang meresmikan Aretha sebagai istri dari Kevin kepada rekan-rekan tentara lainnya. Tapi melihat suasana yang tidak memungkinkan, jadi dirinya membatalkannya.
~~•~~
Karena punya janji sama seseorang bahwa malam ini akan Double up, jadi aku tepati deh hehehe.
Dan maaf ya sama kamu, aku sempat marah-marah gak karuan sama kamu soalnya suasana hati aku lagi gak baik, aku juga gak tau kenapa.
I'm sorry friends 🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
Archer |End|
RomansaAretha Olivia Khanza, adalah seorang gadis manis yang selalu ceria. Kehidupannya penuh dengan canda tawa. Namun,semua itu hanya ia jadikan tameng untuk menutupi masa lalunya yang kelam. Hidupnya baik-baik saja, sampai suatu hari ada orang asing yang...
