Warning typo..!!
Hari yang di nanti akhirnya datang,sudah seminggu sejak saint menginap di kediaman tanapon.rencana kedatangan keluarga Perth untuk melamar saint pada mean pun akan terlaksana malam ini.
saint saat itu menginap selama dua hari di kediaman keluarga Perth,setelah mean kembali dengan plan dari acara bulan madu mereka saint kembali pulang ke rumahnya.
mean dan plan pun tinggal dirumah peninggalan keluarga suppapong agar saint tak sendirian karena saint enggan untuk tinggal di apartemen kakaknya.saint ingin rumah orang tuanya terurus.
Selama saint berada di rumahnya,apa Perth datang..?? Tentu saja Perth datang setiap sore hari setelah jam pulangnya bekerja.
perth akan menemani saint hingga malam lalu kembali pulang kerumah nya mean sangat melarang Perth untuk menginap.tentu saja keputusan mean sempat di tentang oleh perth dan saint termasuk plan.
tapi mean memiliki alasan,ia tau Perth tidak akan tahan jika berdekatan dengan adiknya,walau mereka akan segera menikah,mean tidak akan membiarkan Perth membuat adiknya lelah terlebih lagi kandungan saint masih terlalu rentan.
.
.
Plan sedang menata masakan di atas meja makan di bantu oleh salah satu pelayan yang dulu bekerja untuk keluarga suppapong,bahkan masih setia membersihkan rumah itu meski tidak ada pemiliknya yang menghuni.
“Phi..apa ada yang bisa ku bantu..?” tanya saint,saat ia turun dari kamarnya di lantai dua lalu melihat sang kakak ipar tengah berkutat di meja makan di bantu oleh seorang maid.
“tidak usah..semuanya sudah selesai..”.plan mengangkat wajahnya sekilas memberikan senyuman pada saint.
“saint..kenapa kau belum bersiap..!?”.plan melihat adik iparnya masih mengenakan kaos longgar dan celana pendek sebatas lutut.
Saint menampilkan cengiran dengan wajah polosnya,lalu mendudukkan bokongnya di kursi meja makan.
“hehe.. Aku akan bersiap sebentar lagi phi”. Ujar saint,kemudian dengan wajah masaknya ia menyandarkan kepalanya di atas meja dengan menopang salah satu tangannya sebagai tumpuan.
“ada apa dengan wajahmu Hem..?? Mengapa tiba tiba berubah sedih seperti itu..”.ucap plan,menggeser salah satu kursi di samping saint lalu duduk tepat disebelah nya.
“aku ingin makan tomyam dengan extra udang jumbo di dalamnya..”. Sendu saint.
“aaaah..membayangkan nya saja sudah membuat air liur ku mengalir..”. Plan paham,adiknya sedang mengidam.
“oow,,bukankah waktu itu kau sudah memakannya..??”. Plan mengusap punggung saint dengan lembut.
Mendengar ucapan plan, saint langsung menegakkan duduknya.
“Bukan yang seperti itu phi..”.wajah saint memelas
“bukan yang seperti itu..?” plan mengerutkan keningnya bingung seolah bertanya-tanya.
“tapi yang di belikan phi mu kemarin,itu kan sesuai dengan keinginan mu dan ya saat itu juga Perth membeli kan nya juga..”. Plan tak pengertian maksud BUKAN menurut saint.
“Aku ingin memakan tomyam langsung dari kedainya,tapi phi mean malah menyuruh Perth untuk pulang lagipula aku tidak suka dengan tomyam yang di bawa phi mean..”.adu saint pada plan
Sekarang plan mengerti,inti dari semuanya bukan karena tomyam nya tapi siapa yang membeli nya dan seperti nya saint ingin memakan nya bersama Perth.
Flashback
Saat pertama meminta tomyam,saint menelpon Perth sekitar pukul satu malam.walau dalam keadaan mengantuk perth dengan senang hati mencari tomyam untuk saint.
Setelah hampir satu jam akhirnya perth menemukan kedai yang masih menjual tomyam.ia membawa satu bungkus tomyam kerumah saint.saat mengetuk pintu,mean membukakan pintu untuk perth sedangkan saint tengah duduk menunggu di sofa ruang tamu.
Mean mengajak perth masuk,dengan senyum lebar dan menjinjing bungkusan tomyam perth menghampiri saint.
KAMU SEDANG MEMBACA
let me love {End}
Fanfictionsaint seorang model terkenal di bangkok. mencoba melupakan masalalu kelam nya dengan pindah ke salah satu kota di Paris. namun takdir seakan mencoba mengujinya lagi, dimana ia harus bertemu dengan pria yang ternyata justru membuatnya kembali menging...
