WARNING TYPO
√
Semenjak kejadian buruk bertubi-tubi menimpa keluarga kecilnya,Perth semakin posesif menjaga saint. Saint sudah memasuki usia kandungan sembilan bulan. menurut dokter, saint akan melahirkan bisa lebih cepat dari tanggal yang seharusnya.
Perth bahkan tidak ke kantor,untuk pekerjaan ia menyelesaikan di rumah sambil menemani istri tercinta,kecuali jika memang ada meeting penting Perth akan ke kantor itu pun hanya untuk meeting. Setelah selesai Perth akan langsung pulang kerumah.
"Perth...". Rengek saint yang masih nyaman berada di atas tempat tidur sambil bersandar di kepala ranjang.
" Eemm..". Perth hanya bergumam karena sedang sibuk mengecek beberapa email.
"Ck.. Perth..!!". Panggil saint dengan suara yang melingking.
"Sebentar sayang.. Sedikit lagi na...". Perth tak mengalihkan sedikit pun pandangan dari layar laptop.
"Percuma saja kau berada dirumah..". Sendu saint,
Perth akhirnya menutup laptopnya dan mendekati saint di tempat tidur.perth duduk di sisi ranjang tepat di samping saint,mengelus pipi chubby istrinya dan mengusap perut saint yang sudah terlihat sangat membesar.
" Maaf na... Apa kau menginginkan sesuatu..?". Ucap Perth dengan lembut dan mengecup punggung tangan saint.
"Aku bosan berada di kamar seharian..". Saint mengerucut kan bibirnya.
" Kita duduk bersantai di taman belakang saja.. Bagaimana hem..?". Bujuk Perth
"Bagaimana jika kita keluar,berjalan jalan sebentar atau kita berkunjung kerumah phi mean..". Saint tersenyum saat mengucapkan keinginan nya.
" TIDAK..!!". Wajah Perth berubah tegas menolak,saint menundukkan kepalanya dengan mata yang berair.
Perth menangkup wajahnya saint gemas lalu memeluk saint dan mengusap lembut punggung nya.
"Kau tidak boleh lelah sayang.. Perut mu sudah membesar karena bayinya semakin tumbuh dan kau sulit berjalan...lagipula ini sudah mendekati kelahiran,aku tidak mau terjadi sesuatu..". Saint menyamankan kepala nya bersandar di atas bahu Perth.
"Eem.. Aku mengerti Perth.. Jadi bisa kita duduk di taman belakang sekarang..!?". Saint memasang wajah lucu dan sangat menggemaskan.
" Tentu saja..". Perth mencuil hidung bengir saint. "Ayo..!!". Perth mengulur tangannya membantu saint beranjak dari tempat tidur. Semakin membesar perutnya,saint semakin sulit bergerak.
Dengan berjalan pelan Perth merangkul pinggang saint dengan satu tangan dan tangan satunya ia gunakan untuk menggenggam tangan saint sambil menuruni tangga.
" Pelan-pelan sayang,perhatikan langkah mu..".
"Tenang saja Perth.. Aku akan berhati-hati.. Ada kau bersama ku..". Saint menarik sudut bibirnya.
Perth dan saint kini terduduk di halaman yang tidak terlalu luas di belakang rumah keluarga tanapon.
" Perth.. Punggung ku sakit..". Manja saint bersandar pada tubuh Perth karena kini ia sedang berada di dalam rangkulan suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
let me love {End}
Fiksi Penggemarsaint seorang model terkenal di bangkok. mencoba melupakan masalalu kelam nya dengan pindah ke salah satu kota di Paris. namun takdir seakan mencoba mengujinya lagi, dimana ia harus bertemu dengan pria yang ternyata justru membuatnya kembali menging...
