Suaramu mengganggu panca indera,
Meski sudah ku elak dengan amat
Minumanku hampir dingin,
Sebab menjamu rasa yang tak ingin
Aku kalah dan kau pemenang,
Sebab berhasil menjadi doa yang kuaminkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
PELUKIS RINDU
PoesíaHai pelukis rindu, Karena aku tak pernah punya nyali untuk menyuarakan Maka ku persembahkan aksara yang lahir dari pikiran, kenangan, dan sebuah buku catatan ----- Hangat tak selalu beriringan, dekap tak melulu pada jangkauan, penerimaanlah yang men...
