15. Pergi bersama Sandi

103 95 1
                                        

" Aku bahagia sama kamu, intinya aku gak mau sama yang lain " Meilita Azzahra Putri

Vomentnya jangan lupa dong:)
Hargai author dengan memberi voment,  Bagi penulis, voment itu berharga:)
Untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi dan kelanjutan cerita yang menarik
Jadi tolong berikan author voment.
Jika ada kalimat yang salah ataupun perkataan dialog, tolong dikomentar:)
Voment dan komentar gratis kan? Gk bayar kok.
Salam dari author

Fia_njung @silfiafia_tnjg dan @meilita_azzahra

________________________

Sandi datang bersama teman-teman se eskul basketnya dengan membawa tasnya yang ditenteng hanya sebelah lengan saja dan menuju ke halte untuk menemui bidadari kecilnya.
 
Bela menengok kebelakang karena mendengarkan suara bising dan melihat sosok Sandi yang ingin menghampiri mereka berdua. Bela tau pasti Meilita tidak mengetahui bahwa ada Sandi sudah selesai dari rapat eskul basketnya

" Mei, noh Sandi " ucap Bela menunjuk kearah Sandi yang sedang berjalan menuju mereka berdua. Meilita tidak mendengar, karena dia sedang sibuk membaca aplikasi novel di hpnya.

Sandi memberikan isyarat kepada Bela agar tidak memberitahu bahwa Sandi berada di belakangnya.

Bela hanya menganggukan kepalanya, dan dia juga memang sedang menunggu seseorang yang sedang rapat osis. Entah itu siapa, dia tidak pernah mau bercerita jika mempunyai masalah ataupun kekasih. Tapi teman-temannya selalu mempercayai Bela.

Kemudian Sandi mulai memperlakukan ide jailnya dan

" dooor!" ucap Sandi mengagetkan Meilita yang sedang serius memainkan poselnya. Untung saja Hp tersebut tidak terjatuh, jika terjatuh mungkin nasib Sandi tidak menguntungkan.

Meilita terkejut dan mengelus lembut dadanya yang berdegup kencang dan melihat sosok makhluk guanteng tenan yang sudah mengagetkannya.

" Sandiii, kebiasaan nih, ngagetin orang teruss" kesal Meilita sambil mengkerut kan bibirnya dan menghembus napasnya kasar.

" untung aja jantung aku gak copot" lanjut Meilita lagi.

Sandi dan Bela hanya tertawa serempak.

Meilita hanya melihat sinis kearah Bela yang sedang menertawakannya. Bela tersontak berhenti tertawa dan tersenyum kikuk kearah Meilita.

Begitupun juga dengan Sandi yang berhenti tertawa dan melihat kearah Bela lalu bergantian kearah Meilita.

" iyaaa aku janji deh gak akan aku ulangin lagi" ucap Sandi sambil mencubit pipi Meilita, tapi orang yang ia cubit menepisnya. Sandi hanya bisa mengacak puncuk rambut sahabatnya.

" Bell, nungguin Putra ya?" lanjut Sandi yang masih tertawa mengacak rambut sahabatnya.

Bela hanya tersenyum sinis, dan membulatkan matanya karena yang diucapkan Sandi memang benar, Sandi memang kenal dengan Putra karena itu teman satu khursusnya dulu. Jadi Sandi tau jika Bela sedang menunggu Putra. Entah siapa yang memberi tahu mungkin laki-laki itu.

Meilita hanya mengkerutkan keningnya, tidak percaya apa yang diucapkan Sandi tadi. Padahal Bela mengatakan bahwa dia sudah memesan ojek online dan menunggunya, tapi kenapa Bela tidak bilang kalau dia punya pacar ataupun teman laki-laki.

Sandi menarik tangan Meilita menuju parkiran, agar gadis kecilnya ini tidak memarahi Bela. Sandi tau pasti Bela sedang merahasiakan agar teman-temannya tidak mengetahui berita tersebut. 

MEILITACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang