Malam dihiasi dengan kembang api yang indah berwarna-warni. Suhu dingin ini tidak menganggu aktivitas kekeluargaan mereka untuk menyambut hari tahun baru mereka. Jimin manis rada takut dengan suara-suaranya, sehingga dia menutup telinga sambil mendongakan kepalanya keatas.
Matanya tidak sengaja menangkap Yoongi yang melihati kembang api itu, ia tersenyum, jantung Jimin berdetak tidak karuan. Suasana Yoongi tenang di tengah kerumunan, tidak ada gelisah sama sekali. Dia begitu damai dan tentram. Lagi-lagi Jimin mengagumi sifat Yoongi yang cool itu.
Ini adalah hari yang terbaik untuk Jimin.
Banyak yang foto sambil menggunakan pose yang lucu. Terkesan hanya mereka berdua yang berdiri diam sembari melihat begitu canggung suasananya. Akhirnya
"Kau ingin minum?"
Tawaran Yoongi, dibalas anggukan kepala oleh Jimin.
"I-Iya.."
Ini dia saatnya.
...
Mata sipit Jimin perlahan terbuka, ia hanya melihat sorot lampu yang terang kini menusuk bola matanya. Pandangan dia masih blur, Jimin harus mengedipkan matanya berkali-kali sampai dia sadar jika dirinya saat ini bukanlah di kamarnya.
DIMANA INI!?
Jimin panik langsung melihat pakaiannya yang masih utuh, hal itu langsung mengundang tawa geli bagi pemilik suara berat rendah milik Min Yoongi yang tiba-tiba masuk ke kamar dan memberikan hoodie hitam dan celana training hitam untuknya.
"H-Hyung..?"
"Eum.. Itu pertama kalinya kamu minum, Jiminie?"
Jiminie
Rona merah muncul di pipi Jimin, Jimin langsung membuang muka, walaupun lirikan matanya suka mencuri-curi pandang agar dia masih tetap melihat ukiran tampan khas Min Yoongi. Pucat namun sempurna, kulitnya memang bikin Jimin dan wanita lain merasa iri, namun hawa dominannya itu kuat.
Lupakan tentang wajahnya Yoongi. Sekarang Jimin lupa apa yang terjadi di malam tahun baru, "Apa yang terjadi tadi malam..?"
"Lebih baik kau tidak ingat," Yoongi terkekeh pelan, "badanmu bau. Mandi dan ganti pakaianmu. Aku sudah menyiapkan Gamjatang. Setelah makan ku antarkan pulang, arreseo?"
Jimin menganggukan kepalanya, sudah jago masak, pintar, ganteng, gantlemen lagi. Walaupun kalimat dan kata-katanya kadang memohok harga diri dia, tapi tetap Sangat amat sempurna bagi Park Jimin.
Yoongi akhirnya meninggalkan kamarnya agar memberi space privasi untuk Jimin. Ya memang Yoongi akui kalau Jimin ini cantik, pasti pria hidung belang akan tergiur dengan fitur wajahnya itu. Sayangnya Yoongi tidak seperti pria-pria menjijikan diluar sana.
"Kalau dia ingat.. ckck lucu sekali," gumam Yoongi dan duduk di kursi meja makan, menunggu Jimin untuk keluar.
Sementara Jimin yang masih menelusuri kamar Yoongi, sangat simple dan minimalis. Tertata rapih di setiap sudut kamarnya. Yoongi memiliki meja belajar sendiri, semua buku-bukunya mengenai kesehatan yang tersusun beraturan. Jimin akan mencatat jika Yoongi ini adalah anak yang rapih dan juga bersih. Tertepuk realita, dia tidur di kasur Yoongi, dimana Yoongi tidur kalau begitu?
Jimin masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya.
Begitu air menyentuh bagian punggungnya, langsung memori tadi malam terlintas.
"Lagi~! hiccup!"
Yoongi menaikan sebelah alis matanya, melihat Jimin yang baru minum dua gelas saja sudah mabuk seperti itu. Sepertinya ini pertama kali Jimin meminum, terbukti dengan saat ini Jimin tertawa sendiri dan menatap Yoongi sangat lekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Diary 「Yoonmin」
FanfictionDear Diary : Lagi-Lagi aku membohonginya. Dan membohongi diriku sendiri -Jimin- Semua narasi disini berdasarkan sudut pandang Jimin. (COMPLETED)
