Seokjin sembari tersenyum memperhatikan jalanan yang sepi, tentu saja karena waktu menunjukan pukul malam hari, Seokjin menyukai jalanan yang sepi. Karena selama perjalanannya tidak ada hambatan sama sekali.
Tetapi senyumannya perlahan-lahan memudar.
Jimin termasuk anak yang pendiam, tertutup, dan melakukan apapun demi memuaskan hasrat ayahnya untuk menjadi seorang pembisnis walaupun Jimin memiliki passion dalam menari.
Lalu dia mulai berbohong. Tidak begitu detail dijelaskan berbohong di dalam diarinya. Tapi yang Seokjin ketahui, dia terlihat sering membohongi seseorang figur bernama Min Yoongi. Bisa dibilang Min Yoongi seperti cinta pertamanya semasa sekolah.
Awalnya Seokjin berpikir kritis, jika Jimin ini hanyalah anak baru menginjakan dewasa dan masih dalam masa pubertasnya. Jimin mengalami puppy love dengan Yoongi yang jelas lebih matang usia dan sedang menjalankan masa pendidikan kedokteran. Tetapi setelah membaca seluruh diarinya, mungkin sudut pandang Seokjin salah.
Hanya karena pikiran sempit bodoh Jimin yang egois kepada dirinya sendiri dan membohongi Yoongi dan dirinya sendiri. Jimin seperti menyakiti diri sendiri, tanpa dia sadari pasti menyakiti Yoongi.
Seokjin berdecak, hey Seokjin ini sudah matang juga hidupnya! Dia memiliki pekerjaan tetap di psikologi. Ditambah lagi dia sudah menikah dengan Kim Namjoon, pria berlesung pipi yang pernah bertugas di kawasan daerah maupun kota. Seingat Seokjin, tahun 2013 saat itu Namjoon kebetulan bertugas di Gangnam gu.
Gangnam?
Seokjin menekan layar monitor untuk menekan kontak My Husband.
"Namjoonie. Dulu pernah bertugas di Gangnam, kan?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.