31.03.13

839 92 2
                                        

"Jiminie."

Suara itu, suara yang berhasil membangunkanku.

Aku melihat ke punggung tanganku. Tidak ada alat infus yang melekat, tidak ada peralatan aneh-aneh yang menempel padaku. Hanya lapisan kain tipis yang menjadi seragam pasien di rumah sakit ini.

Pancaran cahaya matahari berwarna kuning kemerahan memenuhi seluruh kamarku, tanda bahwa matahari akan tenggelam berganti dengan hari malam.

Aku sadar, bahwa tidak ada siapapun selain diriku.

Dimana Hoseok hyung? Lalu siapa yang memanggilku?

Aku bergegas turun dari kasur dan keluar dari kamar. Tidak ada perawat yang berlalu lalang. Sambil berjalan  menelusuri lorong rumah sakit, pencahayaan hanya melewati sinar matahari yang menerobos masuk dari jendela.

Kemana pasien-pasien yang lain?

Langkahku berhenti di tempat makan, biasanya disini tempat makan untuk para pasien atau para wali pasien itu sendiri. Tempat ini seharusnya ramai, apalagi sore-sore seperti ini.

"Kemana mereka semua?"

Banyak sekali kursi yang dikosongkan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Banyak sekali kursi yang dikosongkan. Televisi pun terlihat padam, apakah listrik nya sedang turun? Karena saat aku berlalu lalang, tidak ada lampu yang menyala. Semua menggunakan penerangan alami dari luar.

Aku pun duduk dikursi yang ku pilih diantara beberapa kursi kosong. Aku diam sambil melihat ke kiri dan ke kanan. Tidak ada lantunan musik, tidak ada suara kesibukan, atau sedikit saja suara selain suara pergerakanku.

Yang ku rasakan, 

hampa.

Namun mataku mengerjap. Saat pancaran cahaya kuning tiba-tiba bergerak dan meninggalkanku. Cahaya itu menenggelamkanku di ruangan ini bersama bayangannya. Lantas aku pergi menuju cahaya itu pergi.

Cahaya itu terus menuntunku. Menaiki tangga dari lantai satu ke lantai berikutnya. Sampai langkahku mulai berhenti disebuah lorong asing. Lorong yang tidak pernah ku ketahui. Dimana di depan sana ada sebuah pintu.

Pintu itu akan membawaku ke atap rumah sakit. Disana cahaya berwarna kuning sangat terang tapi mataku tidak sakit melihatnya. 

Cahaya yang damai, sejuk, dan hangat.

Lalu aku menoleh ke belakang.
Kegelapan menunggu ku jika aku berbalik arah. Rasanya aku ingin berdiam diri di rumah sakit ini, bersembunyi bersama dengan kegelapan.

Dear Diary 「Yoonmin」Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang