30.03.13

829 98 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

...

Kenapa kamu tertidur malam itu, Park Jimin?

Pertanyaan itu terngiang-ngiang dikepala Jimin. Saat mata Jimin terbuka perlahan akibat sinar matahari yang masuk dan menerangi seluruh penjuru ruangan. Hal pertama yang dirinya lihat adalah Hoseok hyung yang begitu baik mengupas apel untuknya.

"Wakey wakey~! Good Morning sunshine!"

Sapa Hoseok yang tidak kalah dengan pancaran matahari, terlalu bersinar dan ceria sampai Jimin langsung terkumpul nyawanya.

Jimin lebih detail melihat interior kamarnya, sama persis dengan rumah sakit yang biasanya Jimin singgahi. Rasanya Jimin seperti sudah melekat dengan rumah sakit ini, apakah memang penyakit yang diderita Jimin separah itu.

"Pagi hyung," jawab Jimin pelan, Jimin melihat piring yang sudah disediakan dimana apel-apel yang sudah terpotong rapih oleh Hoseok, "d-dimana Yoongi hyung?"

Hoseok tersenyum lembut dan meletakan benda tajam itu diatas nakas meja, "Makan dulu! Perutmu kasihan!"

Jimin mengangguk lesu. Tangan kanan Jimin yang terbaluti infus itupun mengambil potongan-potongan kecil dan langsung memakannya. Apelnya manis, tiba-tiba terbayang-bayang dengan kejadian malam yang menimpa Jimin. Menonton kembali dimemori Jimin. Bagaimana perlakuan yang Yoongi hyung lakukan pada Jimin, sampai tiba-tiba pipi Jimin memanas.

"E-Eh? Kok merah! D-Demam!? Sakit dimana!?" panik Hoseok sambil memegang pipi JImin.

"T-Tidak hyung.. a-aku mengingat hal memalukan semalam," jawab Jimin lirih, Hoseok mengembungkan pipinya lalu tersenyum mencurigakan.

"Bagaimana-bagaimana? Ceritakan!"

Hoseok menarik kursi dan duduk disaping Jimin, Tangannya membentuk pose kelopak bunga dimana dagunya bersinggah. Tingkah laku Hoseok seperti ibu-ibu yang ingin mendengarkan gossip justru bikin Jimin menahan tawa geli. Sisi Hoseok yang berisik dan jug happy virus tidak akan pernah pudar.

"Yoongi hyung sudah berangkat ke Jepang."

Dimana saklar cahaya dilubuk hati Jimin yang baru saja dinyalakan? Karena sekarang bibir Jimin yang terangkat langsung turun. Jimin berusaha untuk mempertahankan senyumannya, senyuman paling miris yang pernah dikeluarkan, rasa miris pada dirinya sendiri.

"Aku akan tetap menunggumu."

Apa itu maksud darinya, semalam?

"B-Begitu.." lirih Jimin.

Banyak sekali yang ingin Jimin katakan pada Yoongi. Bagaimana Jimin menyayanginya, mencintainya, mengaguminya, bahkan sudah sering dianggap sebagai pemberian hadiah kepadanya dari Tuhan.

Dear Diary 「Yoonmin」Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang