Medianya diplay ya
Vote dulu yuks
Tanganku dah gatal buat ga ngeupload.
HAPPY READING
.
.
Di tengah ketegangan itu, dengan suara pintu yang terbuka mengalihkan pandangan semua orang yang ada disana.
Semuanya terdiam ketika melihat sosok Chaeyoung yang melangkah masuk. Tubuhnya terlihat begitu ringkih dengan mata yang begitu sayu, sangat menjelaskan bahwa dia sangat tidak baik-baik saja.
"Cha-chaeyoung." Wendy sangat terkejut dengan kehadirannya, ini sungguh di luar perkiraannya. Karna seharusnya anak itu sedang mengistirahatkan tubuhnya yang sedang sakit.
Sama halnya dengan Chaeyoung yang sangat tidak menyangka Wendy akan datang ke rumahnya terlebih dahulu. Namu dengan cepat ia mengerti, tujuan Wendy pasti lah baik datang kemari maka dari itu ia fokus pada suadara-saudaranya.
Pandanganya berubah menjadi sendu, terutama ketika ia melihat Lisa yang langsung membuang mukanya ketika mata mereka bertatapan.
Jennie bahkan tertegun melihat Chaeyoung yang begitu memprihatikan. Ingin sekali tangan mungilnya itu menyentuh pipi adiknya itu.
Menanyakan mengapa ia terlihat begitu kurus? Apa makannya sudah tidak teratur? Kenapa ia terlihat berantakan sekali? Apa sanking sibuknya disana ia tak sempat lagi memperhatikan dirinya? Banyak pertanyaan yang berputar di kepalanya namun tak ada aksi nyata yang mampu ia lakukan.
Jennie hanya mematung menyaksikan adiknya itu.
"Kau masih mempunyai muka untuk datang kemari?" Tanya Jisoo dingin, entah kenapa rasanya ia sangat susah untuk memaafkan Chaeyoung kali ini.
"Aku, aku hanya ingin meminta maaf." Suaranya begitu lemah, ia menahan diri untuk tidak menangis.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan lagi. Selama ini kemana saja kau? Apa susahnya untukmu memberitahu kami tentang keadaanmu? Apa kau sebegitu tidak maunya diganggu untuk mengejar impianmu itu, huh?"
"Bukannya sudah kubilang padamu, Jisoo? Orang tuamu melarangnya! Jika ia berani maka ia akan diasingkan lebih jauh. Kenapa kau begitu bebal sekali?" Wendy sangat geram sekarang melihat tingkah Jisoo yang menurutnya keterlaluan.
"Diamlah. Kau tidak taukan bagaimana sakitnya ditinggal seseorang yang menjadi alasanmu untuk tetap bertahan? Tanpa sepatah katapun, tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Menghilang tanpa bayang, kau tidak tau seberapa banyak dalam luka yang ia torehkan karna alasannya itu? Aku, Lisa dan Jennie begitu menjaganya namun apa balasan yang kami terima? Dikhianati dengan pergi begitu saja, bahkan sehari sebelum hari yang sudah kami rencanakan dengan indah." Amarah Jisoo begitu memuncak, tak hentinya tangan kosongnya menunjuk Chaeyoung yang hanya bisa menunduk dengan penyesalannya.
"Kau tau bahwa Lisa sakit hebat setelah kau pergi tepat dihari ulang tahunnya. Kau tau betapa hancurnya hati kami dengan tindakanmu itu? Lalu kau datang kembali dengan entengnya meminta maaf seolah kau tidak pernah memberikan efek apapun pada kami. Kami hancur! Bagaimanapun kau coba memeperbaikinya tetap saja akan cacat, tidak akan bisa utuh kembali." Air mata Jisoo mendesak keluar, hatinya perih mengingat betapa besar pengaruh kepergiannya waktu itu.
"Aku tau aku salah! Aku tau aku begitu bodoh saat itu. Tapi aku tidak punya pilihan lain, aku mohon mengertilah." Chaeyoung ikut berteriak lemah, ia lelah namun juga tak ingin mengungkapkan semuanya. Ia tak ingin semuanya lebih rusak karenanya.
Chaeyoung mengerti kesalahan yang ia buat sudah begitu fatal, Jisoo yang dikenalnya sebagai kakak paling penyabar pun sudah tidak terlihat lagi, menunjukkan betapa tersakiti kakaknya itu akan perbuatannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Serene
Hayran Kurgu4 bersaudara Ngga usah berekspektasi apa-apa. Ngga usah baca jikalau tidak mau ngevote. Oke? Oke. Ngga. Becanda.
