Happy reading..
Lisa...oh Lisa.
Ingatan Arda seperti mesin waktu yang mencoba kembali mengingat kejadian masalalu. Saat dirinya dan Lisa masih bersama dan saling menyayangi.
Dan kenangan yang begitu indah ternoda saat Lisa tiba-tiba meninggalkan Arda demi cowok lain. Awalnya Arda begitu kesulitan menghapus kenangan Lisa yang telah melekat lama di hatinya tapi saat bertemu Alana, pelan tapi pasti Arda mulai menata hatinya dan belajar membuka hati untuk Alana.
"Bagaimana kabarmu?" pertanyaan Lisa membuyarkan lamunan Arda seketika.
"Baik." jawab Arda pendek.
Sejenak mata mereka beradu. Suasana terasa canggung dan
Arda berusaha menyembunyikan raut wajahnya yang tegang.
"Cari kado?" tanya Lisa lagi.
"Iya, kamu?" balas Arda.
Jantung Arda berdebar hebat. Sikap nya jadi aneh tiba-tiba dan saat Lisa tersenyum, senyum itu membuat hati Arda mulai resah.
"Bisa minta nomer telfon mu? hp ku error, jadi aku kehilangan semua nomor kontak orang yang aku sayang termasuk kamu." ucap Lisa dengan nada memelas.
Kau bohong...teriak Arda dalam hati.
"Maaf, aku tidak terbiasa memberikan nomer kontak pada sembarang orang..jadi aku tidak bisa memberi apa yang kamu mau." jawab Arda.
Ayo Arda tenang..tenang..gumam Arda dalam hati.
Disaat bersamaan terlihat Alana yang celingukan mencari Arda, dengan segera Arda melambaikan tangannya pada Alana.
Raut wajah Lisa kaget saat ada gadis yang mendekat ke arah mereka berdua. Dengan segera Lisa mengamati Alana dari atas sampai bawah.
"Bisa kita bicara? Aku tunggu kau di taman depan." pinta Lisa sambil berlalu meninggalkan Arda dan Alana.
Alana hanya terpaku melihat Lisa. Raut wajah Arda mendadak berubah serius.
"Siapa gadis cantik itu? Temen kakak?" tanya Alana setengah berbisik pada Arda.
"Ayo ikut kakak sebentar."
Tanpa menunggu jawaban Alana dengan segera di tariknya tangan gadis itu. Tapi dengan cepat Alana menarik tangannya dari genggaman Arda.
"Lepaskan! Aku bisa jalan sendiri!" bentak Alana.
"Ikut kakak ke taman depan, please." kata Arda dengan nada pelan dan memelas.
"Siapa dia? Dia adalah Lisa...sang mantan. Aku dulu begitu tergila-gila padanya hingga mengorbankan segalanya, waktu bersama keluarga, bersama sahabat dan sekolahku juga. Saat aku yakin dialah tujuan akhirku, Lisa malah meninggalkan aku demi cowok lain."
Arda menghela nafas dalam-dalam.
Ada perasaan lega yang mengalir di relung hatinya setelah mengungkap kan semuanya pada Alana.
Alana hanya mengangguk pelan, dia mencoba memahami perasaan Arda yang sedang gundah. Bertemu mantan membuat sesak dada Arda.
"Baru kali ini aku cerita dan kau orang pertama yang mendengar nya, tolong rahasia kan ini dan sekarang aku minta kau ikut kakak dan jangan berkata apa-apa." pinta Arda sambil tangannya memohon pada Alana.
...
Akhirnya mereka berdua sampai di taman depan Mall. Alana memperlambat langkah kakinya.
Alana merasa tak nyaman dengan situasi seperti ini. Menjadi orang ketiga di tengah percakapan Arda dan Lisa.
"Ayo Alana." ajak Arda
"Kak, aku pulang aja ya...aku gak enak kalau nanti menganggu kalian berdua." ucap Alana memohon.
Arda menghentikan langkah kakinya. Arda memperhatikan gerak gerik Alana yang mulai risau dan raut mukanya berubah cemas.
"Astaga, kamu ini." seloroh Arda sambil tersenyum tipis.
Arda kembali berjalan mendahului menuju taman di ikuti Alana di belakangnya.
Dari kejauhan terlihat Lisa duduk sambil memainkan ponselnya. Senyumnya mengembang begitu melihat Arda datang menghampiri nya tapi dengan cepat senyumnya hilang saat melihat Alana di belakang Arda.
"Duduklah Arda." kata Lisa seraya tersenyum manis dan menepuk kursi kosong di sampingnya. Mencoba memberi kode agar Arda duduk di sampingnya.
Tapi Arda segera duduk di kursi yang berhadapan dengan Lisa dan menarik tangan Alana agar gadis itu duduk di kursi sebelahnya.
Arda dengan raut muka tenang menatap Lisa sambil tersenyum.
"Aku ingin bicara empat mata dengan mu tapi kenapa kau malah mengajak gadis ini?" Kata Lisa sewot sambil matanya menatap tajam pada Alana.
"Nama nya Alana. Dia datang bersama ku dan dia akan pergi juga dengan ku." jawab Arda ketus sambil melirik Alana.
"Ooh." desah Lisa pelan.
Terdengar decakan sebal dari mulut Lisa. Sepertinya Lisa kecewa melihat pandangan Arda yang sering tertuju pada Alana dari pada kepada dirinya.
"Aku ingin kita berteman lagi, perasaan ku padamu masih belum berubah dan aku tidak bisa menghapus ingatan ku tentang mu."
Arda hanya mendesah mendengar ucapan Lisa.
"Kau tau Alana, aku masih sayang pada Arda." kata Lisa sambil menatap Alana tajam.
Alana yang sedari tadi hanya diam mencoba mencerna perkataan Lisa.
"Maksudnya? Yang harus kakak tanyakan adalah apakah kak Arda juga berfikiran yang sama dengan kak Lisa?" jawab Alana jengah.
"Sudah hentikan!!" bentak Arda tiba tiba.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Ikuti terus ya ceritanya
Jangan lupa vote and commend
Rumianii
KAMU SEDANG MEMBACA
You're mine [COMPLETED]
Teen FictionCinta sejati tak mengenal kasta dan dari mana dia berasal, cinta sejati tak menuntut untuk menerima balasan yang terpenting bisa memberikan sesuatu tanpa ada syarat apa pun di dalamnya" Who you are,where your from and what you did... I don't care ev...
![You're mine [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/217312324-64-k94415.jpg)