16

288 36 9
                                        


Happy reading...


"Ayah bisa kita bicara?" tanya Arda pada ayahnya.

Ayahnya yang sedari tadi sibuk dengan file di ruang kerjanya mendadak terhenti mendengar permintaan Arda.
File yang sedang di pegangnya terpaksa di letakkan kembali.

"Ayah sedang sibuk Arda. Kalau kau ada pertanyaan bisa kau tanyakan pada Pak Husen atau kita bahas besok pagi." pinta ayah dengan nada malas.

"Aku ingin Ayah dan Ibu segera melamar Alana untukku."

Ayah Arda tersentak mendengar permintaan Arda. Hingga pandangannya yang semula tertuju pada file, kini beralih ke Arda.

"Apa yang kau pikirkan?" Ayah Arda mengernyitkan alisnya.

Di tatapnya Arda dengan tatapan heran bercampur penasaran.
Ayah Arda terdiam saat Arda menyodorkan buku yang berisi daftar karyawan.

"Apa maksud semua ini?" tanya Ayah Arda tak mengerti.

Arda segera membuka buku daftar karyawan dan di buka lembar demi lembar sampai di suatu halaman yang menampilkan biodata dan foto Alana.

"Alana bekerja sebagai pramusaji restoran di hotel Savana." keluh Arda.

Ayahnya hanya tersenyum, berdiri dan menghampiri Arda.

"Kenapa? Bukankah itu bagus? Kau bisa bertemu Alana di jam makan siang dan kapanpun kau inginkan. Ada yang salah?" Jawab ayah enteng.

"Kenapa dia sebagai pramusaji? Apakah Ayah tidak bisa memindahkan dia di bagian staf atau front office mungkin?"

Arda mulai kesal karena ayahnya hanya terkekeh dan terkesan tak serius.

"Bukankah sekarang kau yang berkuasa? Kau pimpinannya? Terserah kamu, kan? Atau kau jadikan Alana sebagai sekretaris pribadi mu menggantikan Atika?"

Mata Arda terbelalak mendengar ucapan Ayahnya.

"Maksud Ayah apa?" tanya Arda dengan nada yang sedikit meninggi.

Ayahnya menepuk pundak Arda pelan.

"Atika, Ayah tarik ke HRD. Dan Alana bisa menggantikannya kan?"

"Ayah!!" Arda tambah kesal dengan ucapan dari ayahnya.

"Lalu?" Ayahnya balik bertanya sambil mengangkat kedua alisnya.

Sejenak Arda berfikir keras. Ayahnya berkata benar, bukankah sekarang terserah dirinya? Bukankah dirinya adalah CEO yang baru.

"Itu terlalu mencolok Ayah. Bagaimana nanti kalau berkembang gosip yang akan membuat dia terpojok dan tidak nyaman?" Arda mulai kesal karena merasa tak bisa berbuat sesuatu untuk Alana.

"Bukankah kau berjanji untuk melindunginya?"

Ayah Arda ganti bertanya yang membuat Arda sulit untuk menjawab.
Arda mengacak rambutnya dengan gemas.

Ayahnya hanya terkekeh melihat dirinya yang mulai frustasi.

"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Arda bingung.

Ada rasa sedih melihat Alana hanya sebagai pramusaji tapi di sisi lain hatinya berontak cemburu ketika melihat semua pelanggan menikmati senyum Alana yang seharusnya hanya untuk dirinya.

"Jangan gegabah. Lihat dulu situasinya. Kau bukan kekasihnya saat jam kerja tapi kau adalah pimpinannya. Itu pr besar buatmu."

"Ayah." desah Arda sambil memeluk ayahnya.

"Kau sudah dewasa, ambil keputusan yang terbaik untuk semuanya. Ayah percaya padamu."

Dengan lembut ayah mengusap punggung Arda. Mencoba memberikan sentuhan yang menenangkan untuk putranya.

You're mine [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang