Happy reading...
Alana muncul di ruang ganti dengan langkah pasti. Teman-teman Alana yang sedari tadi menunggu kedatangannya segera menyambut.
Seperti ingin tahu apa yang di lakukan bos baru terhadap Alana.
"Bagaimana? Apa dia menghukum mu?" tanya Ambar sambil menatap Alana lekat-lekat.
Alana hanya diam saja.
Teringat pesan Arda tentang hubungan mereka yang ingin di sembunyikan sementara waktu.
"Oh mungkin gajimu akan di potong untuk biaya laundry jas milik bos baru?" tanya Indah penasaran.
Alana hanya menggeleng pelan.
Dalam hati, Alana ingin berteriak bahwa dirinya bahagia. Handphone Alana berdering.
"Halo." sapa Alana.
"Dimana?" terdengar suara Arda di seberang.
"Di kamar ganti, kenapa?"
"Ikut kakak sebentar dan hari ini kamu free. Sekalian aku antar kau pulang."
Belum sempat Alana menjawab, telfon sudah terputus.
Alana mendengus pelan. Arda selalu menutup telfonnya sebelum Alana selesai bicara.
Sepertinya itu kebiasaan Arda yang sulit untuk di debat.
Katanya mau disembunyikan dulu? Malah mau ngajak keluar di depan semua karyawan. Gimana sih CEO yang baru ini? keluh Alana dalam hati.
Belum selesai membereskan seragamnya, diluar Dedi sudah heboh berteriak memanggil Alana.
Alana segera bergegas datang sebelum atasannya itu marah.
"Apa?"
"Hei..kau ini siapa sih? Kenapa CEO baru itu mencari mu terus. Kali ini dia minta ijin untukmu katanya ada urusan penting. Apa kau membuat masalah lagi?" tanya Dedi sambil melotot.
Alana menepuk dahinya pelan.
"Lupakan." sahut Alana.
Dedi yang merasa belum mendapat jawaban segera menyusul Alana ke kamar ganti.
Langkahnya terhenti saat kamar ganti khusus wanita itu di tutup dengan segera oleh Alana.
...
Di restoran Arda sudah duduk menunggu Alana sambil jarinya terus mengetuk meja. Sebentar dia melirik ke arah jam tangannya. Sebentar kemudian melirik ke arah dapur restoran.
"Ih..lama banget." gumam Arda.
Kadang tatapannya beradu dengan para pramusaji yang memperhatikannya dengan wajah penuh tanda tanya.
Saat melihat Alana datang dengan segera Arda berdiri.
Sejenak Arda membetulkan jas yang di kenakannya.
"Ayo." kata Arda.
Tangannya segera menggandeng Alana dan membawa gadis itu keluar restoran.
Alana gugup sekali karena banyak mata yang memperhatikan mereka berdua tapi Arda seakan tak menghiraukannya.
Alana mencoba menarik tangannya tapi Arda malah mempererat genggamannya dan segera melotot protes.
"Katanya mau disembunyikan?" protes Alana dengan sedikit berbisik.
"Diam Alana!!" bentak Arda.
Sontak para karyawan menoleh pada mereka berdua. Arda sama sekali tak terganggu dengan tatapan penuh penasaran. Berbeda dengan Alana, gadis itu berjalan dengan sedikit menundukkan wajah malunya.
Di depan hotel sudah terparkir mobil Arda. Securiti segera menyerahkan kunci mobil. Saat akan membantu Alana membuka pintu dengan segera Arda memberi kode agar securiti itu mundur. Dia tak ingin ada orang lain menyentuh gadisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You're mine [COMPLETED]
Teen FictionCinta sejati tak mengenal kasta dan dari mana dia berasal, cinta sejati tak menuntut untuk menerima balasan yang terpenting bisa memberikan sesuatu tanpa ada syarat apa pun di dalamnya" Who you are,where your from and what you did... I don't care ev...
![You're mine [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/217312324-64-k94415.jpg)