Happy reading...
Sepulang sekolah Arda meminta ijin pada Dimas untuk mengajak Alana ke taman dekat sekolah.
Kencan kilat alasan yang Arda utarakan pada Dimas.
Arda dan Alana duduk di bangku panjang yang ada di taman sambil menikmati cemilan.
"Makasih untuk handphonenya." kata Alana.
Arda hanya tersenyum.
"Anggaplah itu hadiah karena kamu menerimaku jadi pacarmu."
"Tapi harganya kan mahal?" Keluh Alana.
"Jangan perhitungan, kan kamu tinggal pake. Apasih yang nggak buat pacarku." goda Arda sambil mencolek pipi Alana.
"Makasih kak..eh...sayang." ucap Alana malu-malu. Arda terkekeh mendengar kata sayang yang keluar dari mulut Alana.
"Mulai besok setiap pagi aku akan menunggumu di gerbang sekolah." kata Arda.
"Untuk apa menungguku?"tanya Alana penasaran.
"Aku hanya ingin berjalan bersamamu menuju kelas. Sebentar lagi kelas 12 akan sering ujian dan kelas yang lain akan libur. Otomatis kita nggak ketemu."
"Berjalan bersama dari gerbang ke kelas, pake gandengan tangan dan saling tersenyum, gitu?" tanya Alana sambil cengar cengir.
"Jangan konyol, bisa-bisa kita di omel sama Dimas nanti." sahut Arda.
"Ya mungkin saja atau setiap ketemu sambil ngasih aku sesuatu gitu. Tadi pagi handphone, besok apa ya?"
Arda menatap Alana gemas, mendekatkan wajahnya hingga jarak mereka tinggal beberapa centi. Alana menahan nafasnya.
"Mimpi. Sori ya, gue bukan cowok romantis. Sepertinya kamu harus kecewa kalau apa yang kamu bayangkan tidak terwujud." Ledek Arda dengan nada kesal.
Alana hanya tersenyum kecut. Arda melirik jam tangannya.
"Aku harus jemput ayah dan ibu di Bandara. Sore ini mereka datang dari Surabaya. Ayo aku antar kau pulang."
Alana hanya mengangguk dan segera bangkit dari duduknya.
"Jangan lupa besok pagi aku tunggu di depan gerbang ya." kata Arda mengingatkan.
"Siip." jempol Alana terangkat.
Kencan kilat yang cukup berkesan bagi Alana. Baru kali ini dia bisa berbicara dengan Arda tanpa ada emosi. Arda pun terkesan hangat dan senyum yang terus dia perlihatkan. Dan satulagi, baru kali ini keduanya bertatap muka dalam jarak yang sangat dekat hingga Alana bisa merasakan hembusan nafas Arda.
....
Pagi ini Alana merengek pada Dimas untuk berangkat lebih awal. Walaupun dengan perasaan malas karena menurutnya masih pagi tapi Dimas menuruti keinginan Alana.
Benar saja, saat sampai di depan gerbang sekolah, Arda sudah berdiri menunggu Alana.
Melihat Arda mendekat, Dimas segera menghentikan motornya. Dipandangnya Arda dengan ekspresi marah.
"Ini biang keroknya Alana?" tanya Dimas sambil menatap Arda yang ada di depannya.
Alana turun dari motor sambil menepuk punggung kakaknya. Berdecak sebal dan tatapan tidak suka dia tunjukkan pada Dimas.
"Mulai lagi dah sifat premannya kambuh." omel Alana pelan.
"Hei Arda ngapain sih udah nongkrong disini pagi-pagi? Nunggu gue? Kangen?" tanya Dimas dengan nada menyindir.
"Kak Dimas!!" seru Alana gemas.
Arda hanya diam dan dirinya juga bingung melihat Dimas, baru datang sudah marah-marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
You're mine [COMPLETED]
Teen FictionCinta sejati tak mengenal kasta dan dari mana dia berasal, cinta sejati tak menuntut untuk menerima balasan yang terpenting bisa memberikan sesuatu tanpa ada syarat apa pun di dalamnya" Who you are,where your from and what you did... I don't care ev...
![You're mine [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/217312324-64-k94415.jpg)