Happy reading...
Karena ada rapat guru untuk kelas X dan kelas XI pulang lebih awal. Dengan semangat Alana pulang karena akan ke rumah Dinda.
Alana pulang hanya untuk berganti pakaian.
Berbekal alamat yang di berikan Arda, Alana akhirnya menemukan rumah Dinda.
Sejenak Alana berdecak kagum melihat rumah besar dan berpagar tinggi. Setelah menekan bel muncullah seorang bapak paruh baya membuka pintu gerbang.
"Mau ketemu siapa mbak?"
"Dinda, pak." jawab Alana dengan sedikit membungkukkan badannya.
"Oh..masuk mbak."
Dengan segera gerbang di buka lebih lebar. Dengan senyum ramah sang bapak mempersilahkan Alana untuk masuk.
"Mbak Dinda sakit, kedua orang tuanya sedang pergi keluar kota." ucap bapak paruh baya yang sepertinya penjaga di rumah Dinda.
Alana hanya manggut-manggut tanda mengerti.
Rumah besar yang indah dan bergaya victoria dan di dominasi warna merah marun pada interiornya. Perabotannya mewah, membuat Alana berdecak kagum.
"Nah..kamar mbak Dinda diatas, sebelah kiri dari tangga. Silahkan." kata bapak paruh baya itu sambil menunjuk ke arah tangga.
Alana hanya mengangguk pelan dan tersenyum.
Disusurinya tangga yang setengah melingkar dengan langkah pelan.
Saat sampai di kamar sebelah kiri tangga, Alana segera mengetuk pintu.
"Masuk."
Terdengar suara dari dalam kamar. Dan itu sudah pasti suara Dinda.
"Dinda." panggil Alana seraya membuka pintu pelan.
"Hai." teriak Dinda girang.
Melihat Alana datang dengan segera Dinda bangun dari tempat tidurnya dan memeluk sahabatnya itu.
"Aku bosan sekali, untung kamu datang."
"Aku memang rencana datang menjengukmu. Tadi siang kak Arda yang memberikan alamat rumahmu." kata Alana.
Alana melepaskan jaketnya dan meletakkan di sofa. Dinda menarik tangan Alana dan mengajaknya naik ke tempat tidur.
Alana merebahkan tubuhnya yang sedari tadi terasa pegal pada ranjang empuk milik Dinda. Nyaman, itulah kesan pertama dari Alana.
"Alana, apa kamu sudah punya pacar?" tanya Dinda.
Alana hanya tersenyum tipis. Sesaat kemudian dia menggeleng.
"Sepertinya kakak aku menyukaimu." ucap Dinda yang sukses membuat hati Alana mengeluarkan bunga sakura.
Alana bangun perlahan dan duduk di pinggir ranjang.
"Menurutmu?" Alana balik bertanya.
Alana mencoba menyembunyikan perasaannya yang mulai berpacu antara gembira dan gelisah.
"Sepertinya itu tidak mungkin, kak Arda cowok yang keren dan banyak cewek yang lebih cantik dari pada aku. Ditambah lagi wajahnya ganteng dan termasuk murid yang pintar." ucap Alana pelan.
Dinda hanya tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya. Walaupun sebenarnya Dinda tau tapi dia tak ingin mendahului Arda. Membiarkan Arda sendiri yang mengatakan perasaannya pada Alana.
Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu yang membuat keduanya terdiam.
"Siapa?" tanya Dinda penasaran.
"Hei..ini aku, kakakmu." Ternyata suara Arda yang sudah ada di depan pintu kamar Dinda.
Alana segera bangun dan bersembunyi di dekat lemari agar tak terlihat Arda seandainya cowok itu masuk ke kamar Dinda.
KAMU SEDANG MEMBACA
You're mine [COMPLETED]
Ficção AdolescenteCinta sejati tak mengenal kasta dan dari mana dia berasal, cinta sejati tak menuntut untuk menerima balasan yang terpenting bisa memberikan sesuatu tanpa ada syarat apa pun di dalamnya" Who you are,where your from and what you did... I don't care ev...
![You're mine [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/217312324-64-k94415.jpg)