15. Truth

1.2K 130 1
                                        

Masih dengan markgun ok

------------------------------------------------------

Gun memarkirkan mobilnya di basement apartemennya. Masih dengan Mark tentunya. Bagaimana bisa?

Mark tidak sadarkan diri sejak tadi. Jadi Gun bingung mau membawanya kemana. Sedangkan hari sudah menjelang pagi dan Mark tak kunjung sadar.  Dan disinilah mereka. Gedung apartemen Gun.

Setelah mengeluarkan seluruh tenaganya untuk membopong badan Mark. Akhirnya mereka sampai di apartemen milik Gun.

Astaga Gun hanya memiliki satu kamar di apartemennya. Sebenarnya ada satu kamar lagi tapi disana belum ada barang apapun apalagi kasur. Jadi, Gun menidurkan Mark di kamarnya.

Sejak tadi Gun tak pernah bosan menatap seluruh permukaan wajah Mark. Rasa itu masih tetap ada. Meskipun Gun tidak yakin apakah cinta dalam diamnya ini akan terbalaskan.

"Bagaimana aku bisa berhenti mencintaimu kalau kau kembali lagi muncul di kehidupanku Mark?", ucap Gun sendu sambil membelai wajah Mark lembut.

"Ah apa yang kupikirkan. Aku akan tidur di sofa saja kalau begitu," Gun mulai beranjak dari kasur

Tapi...






Grrebb....

Gun terjatuh tepat di atas tubuh Mark. Mark ternyata sudah sadar sejak Gun menidurkannya di kasur tadi. Tapi ia mengurungkan niatnya untuk langsung membuka mata karena mendengar pernyataan Gun tadi.

"Ap..apa yang kau lakukan Mark?" ucap Gun sambil berusaha bangun. Namun gagal karena Mark memeluk pinggangnya kuat

Mark hanya diam sambil menatap wajah Gun yang sekarang hanya berjarak beberapa senti saja. Ia mengagumi wajahnya yang bahkan terlalu indah untuk seorang laki-laki.

Dan entah karena pengaruh wine yang tadi ia teguk atau memang dia menginginkannya. Mark membalik posisi mereka dengan sekali tarikan. Ia berada di atas Gun sekarang.

Gun hanya bisa mbelalakkan matanya.

"P'Gun bagaimana wajahmu bisa secantik ini heum?" ucap Mark sambil membelai pelan wajah Gun

"Apa maksudmu bodoh? Aku ini laki-laki," bantah Gun meski sedikit suka (?) dengan perlakuan Mark

"Ah aku sudah tidak tahan," ucap Mark dan segera memajukan wajahnya





Ia mengecup bibir Gun sebentar. Gun mematung.

Merasa tak ada penolakan, Mark melanjutkan aksinya. Ia melumat bibir Gun pelan. Semakin lama ciuman itu semakin menuntut. Tanpa sadar, Gun juga mulai membalas ciuman Mark.

Tidak sampai disitu, Mark mengarahkan bibirnya menuju daun telinga kemudian sampai ke leher, bahu, dan dada Gun membuat tanda tanda keunguan indah di sana. Dan entah bagaimana caranya Gun sudah bertelanjang dada.

Gun hanya mampu mendesah tertahan merasakan sentuhan Mark. Otakknya menolak namun tubuhnya merasa meminta lebih. Ia tak mampu berpikir lagi untuk sekarang.

Hingga sampai di perut bagian bawah, Mark menghentikan aksinya dan mendongak menatap wajah Gun yang bahkan terlihat acak-acakkan namun nampak  menggoda dimata Mark.

Mark mensejajarkan wajahnya dengan Gun.


"You're mine tonight",bisik Mark

----------
Untuk kelanjutannya readersku tercinta boleh berimajinasi sendiri yaa.. karena memang ff ini dibuat bukan untuk menunjukkan adegan dewasa.

Jangan lupa vote dan komennya yaaa

LOVE SLAVE "PerthxSaint"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang