Masih ingat dengan kejadian Perth dan Saint?
Saint sedikit khawatir sekarang. Entah kenapa sejak masuk ke dorm tadi, Perth sedikit menjadi pendiam daripada biasanya. Padahal mereka baru saja berciuman di mobil tadi. Sedikit ada rasa ehm... kesal(?). Berasa di campakkan saja.
Saint tidak tahan dengan semua ini.
"Ehm Perth. Kau tak apa apa?" tanya Saint memecah keheningan
"A..ah.. aku tak apa apa. Memangnya ada apa denganku?" balas Perth
"Hanya saja aku merasa kau sedikit lebih pendiam saat ini," ungkap Saint yang membuat Perth tidak dapat menjawab apapun
"Kau bisa mempercayaiku Perth. Kau bisa berbagi apa yang kau rasakan padaku. Aku akan berusaha menjadi pendengar yang baik," jelas Saint yang hanya dibalas dengan tatapan datar Perth
"Maaf jika aku terkesan ikut campur. Jika kau tak mau cerita ya tak apa," ucap Saint sedikit canggung
"Aku rasa, aku juga perlu teman cerita Saint," ujar Perth dengan tatapan sendunya
"Ini tentang Mark," untuk kali ini Perth berkata sambil menundukkan kepalanya
Saint membiarkan Perth yang bercerita
"Laki laki di resto tadi. Ia adalah mantan pacarku saat di sekolah menengah. Temanku, Gun yang memperkenalkan kami. Sampai ternyata aku dan Mark memiliki perasaan yang sama dan akhirnya kamipun pacaran"
Saint sedikit merasa sakit mendengar ini. Dan entah karena apa
"Awalnya semua berjalan dengan baik meski Mark yang merupakan adik tingkatku. Aku dulu terlalu mencintainya. Sampai aku memberikan semua yang ia minta. Dari harta sampai hiks...diriku," Perth menangis
"Aku yang waktu itu dalam posisi menjadi bottom hanya bisa pasrah atas apa yang ia lakukan padaku. Itu karena aku terlalu mencintainya. Besoknya aku yang ingin menemui Mark dirumahnya tapi disana.... hiks... hiks... dia sedang bercinta dengan laki-laki lain. Sejak aku melihat kejadian itu, aku mengakhiri hubunganku dengannya dan menghilang dari hidupnya. Maka dari itu, aku tidak menginginkan untuk bertemu dengannya lagi. Rasa sakit itu kembali lagi saat tadi aku melihat wajahnya," Perth sudah tak mampu bercerita. Ia hanya mampu menangis tergugu
Saint yang melihat itu langsung menarik Perth dalam pelukannya. Ia sedikit terharu. Ia tidak tahu bahwa Perth yang selama ini ia kenal punya beban hidup seperti ini.
"Kau bisa percaya padaku Perth. Kau masih punya banyak orang yang menyayangimu. Jangan jadikan ini sebagai kelemahanmu untuk menjalin sebuah hubungan. Kau pasti bisa menjalaninya Perth", ucap Saint sambil menatap mata Perth lembut tak lupa dengan senyum manisnya.
'Termasuk aku', batin Saint
------------------------------------------------------
Eyeyey... ada apa dengan mereka?
Stay tune ya!!! jangan lupa votenya, komen juga boleh😍😘
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE SLAVE "PerthxSaint"
Fanfiction~FULL RELEASED~ Berawal dari kebetulan.... Menemukan arti dari sebuah cinta yang sebenarnya... ReggnaP
