Mata Saint hanya mampu membola menerima ciuman dari Perth. Ia sudah tidak tahu lagi apa yang harus ia perbuat. Ia ingin mendorong tubuh Perth tapi ia sudah lemas sampai Perth menahan pinggangnya dengan lengan kirinya.
Selain itu, Mark menatap mereka tak percaya. Matanya memanas dan amarahnya sudah sampai puncak. Ia mengepalkan tangannya sampai buku buku jarinya memutih.
Setelah beberapa detik, Perth melepas ciumannya pada Saint.
"Kau kira aku bercanda? Mana mungkin aku mencium seseorang yang bukan pacarku?", ucap Perth meledek
Mark hanya mampu menahan air matanya. Ia benar benar sakit hati sekarang.
"Baiklah kalau itu maumu. Jika kau bahagia maka aku juga akan berbahagia untukmu. Aku akan pergi. Tapi tetap ingatlah. Kau bisa datang kepadaku saat kau butuh P'Perth", jelas Mark sebelum ia meninggalkan Perth dan Saint.
Sekarang hanya terdapat Perth dan Saint. Suasana begitu canggung sekarang.
Keduanya sudah kehilangan selera makan. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kembali ke dorm.
Bahkan di dalam mobilpun tidak ada yang memulai pembicaraan diantara mereka. Sampai akhirnya mereka sampai di dorm.
Sebelum mereka turun,
"Ehm Saint, aku minta maaf. Aku terlalu lancang tadi", ucap Perth
"Aa..a..aku tak apa. Aku mengerti kondisimu Perth", jelas Saint. Ah melihat senyum Saint yang sepeeti itu membuat Perth ingin menciumnya sekali lagi.
"Ah baiklah kalau begitu. Tapi aku merasa bersalah padamu Saint", jelas Perth masih dengan nada penuh penyesalan
"Sudah tak usah dipikirkan Perth, aku tidak apa-apa", balas Saint
"Ehm, tapi bolehkah aku berlata sesuatu?"
Saint hanya mengangguk
"Bibirmu sangat manis. Aku suka," ucap Perth sambil memandang bibir Saint
Pipi Saint memanas mendengar penuturan Perth.
"Ehm, bolehkah aku melakukannya lagi Saint?" Ucap Perth
Wah ketagihan nih orang-author
Bisa diem ga?-Perth
Ok back to story
Saint hanya terdiam. Sejujurnya ia juga suka dengan ciuman Perth.
"Diam berarti setuju", tukas Perth
Perth mendekatkan wajahnya pada Saint. Saint hanya mampu memejamkan mata sampai akhirnya bibirnya merasakan suatu material basah menyapa bibirnya.
Tidak seperti sebelumnya. Ciuman kali ini lebih menuntut dan dipenuhi dengan lumatan yang tentu dipimpin oleh sang dominan. Perth.
Setelah beberapa detik Saint yang merasa kekurangan oksigen pun menepuk keras dada Perth agar segera melepaskan ciumannya.
"Maaf, kalau begitu ayo kembali ke dorm", ucap Perth kemudian turun dari mobil dan tak lupa membukakan pintu untuk Saint.
'Ahh bibirnya benar benar manis'-perth
'Apa yang aku pikirkan? Mengapa dadaku berdetak lebih cepat'- saint
-----------------------------------------
Belum jadi siapa-siapa udah maen nyosor aja si Perth. Gimana kalo udah pacaran? Eh emang mereka bakal pacaran?
Pokoknya tunggu aja kelanjutannya ya readersku
Jangan lupa votenyaa.. komen juga boleh😍
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE SLAVE "PerthxSaint"
Fiksi Penggemar~FULL RELEASED~ Berawal dari kebetulan.... Menemukan arti dari sebuah cinta yang sebenarnya... ReggnaP
