27

71 6 0
                                        

Saat membuka pintu kamarnya sendiri, Yeji langsung terdiam dan tidak berkutik sama sekali di ambang pintu kamarnya. Keempat kakaknya berada disana menunggu kepulangan Yeji.

Tatapan yang di berikan Jin membuatnya membeku di tempat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tatapan yang di berikan Jin membuatnya membeku di tempat. Seketika itu juga nyali Yeji menciut.

"Habis dari mana kamu?" Tanya Jungkook

"A-aku.. aku.. habis dari kantornya kak Jin" ucap Yeji terbata-bata

Yeji melihat raut wajah Soobin, terpancar kekecewaan disana. Tapi Soobin masih diam dan hanya memandang Yeji. Yeji tidak berani memandang Jin saat ini. Tiba-tiba Taehyung datang dan memeluk Yeji.

"Heyy, jangan buat kami khawatir dengan kepergianmu" ucap Taehyung dengan lembut

"Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu kak"

Taehyung mengusap pelan rambut Yeji. Tiba-tiba Jin berdiri dan berjalan begitu saja melewati Yeji. Tidak ada sepatah kata apapun yang Jin lontarkan untuk Yeji. Dan itu semakin membuat Yeji takut.

"Kak Kook juga marah?" Tanya Yeji

"Gimana enggak, kamu hilang nggak ada kabar Yeji! Kalau sampai ada apa-apa gimana?"

"Kak turunkan nadamu. Yeji udah bilang kan, dia nggak berniat buat bikin kita khawatir" ucap Taehyung menenangkan

"Hufttt.... Istirahatlah, kamu pasti capek" ucap Jungkook lalu meninggalkan Yeji diikuti oleh Taehyung dan terakhir Soobin. Yeji menahan tangan Soobin agar Soobin tidak keluar dari kamarnya terlebih dahulu.

"Apa, nggak ada yang kakak mau omongin sama aku?"

"Apa?"

"Jangan bersikap seperti ini. Lebih baik kakak marahin aku aja. Aku tau aku salah. Aku udah bohongin kakak. Aku juga bikin kakak khawatir"

"Terus?"

"Ya terus, kalo kakak mau marah, marah aja. Jangan diam dan mengabaikanku"

"Memang kakak bilang, kalau kakak marah?"

"Nggak, tapi, ekspresi kakak terlihat kecewa dan sedih"

"Ahh, benarkah? Aku tidak merasa seperti itu"

Yeji mulai dibuat kesal dengan sikap kakaknya yang seperti ini.

"Kakak serius. Kakak tau kamu pasti punya alasan sendiri, untuk apa kakak marah"

"Kakak serius?"

"Iya"

Yeji memeluk Soobin dengan erat

"Maaf udah buat kakak khawatir, kakak juga pasti dimarahin kan sama yang lain. Maaf udah buat posisi kakak nggak enak" sesal Yeji

"Nggak masalah, yang penting keadaanmu baik-baik saja"

"Ponselku kehabisan batre jadi aku tidak bisa menghubungi siapapun tadi"

"Iya Yeji"

"Kakak beneran nggak marah?"

KerfuffleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang