Posesif

353 17 0
                                        


Aku akan tetap disini,walaupun banyak hujan dan badai yang menerjang,aku akan selalu disini,alasannya hanya satu,karena aku sayang kamu.

-Deska Arabella Arshinta

*****

"Ck! Kenapa Arga jadi Protektif banget sih!" Deska menghela nafas kasar.

Deska mengambil handphone disaku Celananya,namun dia kembali mendengus saat mengetahui handphonenya kehabisan batrai. Sial banget gak tuh?

Pintu terbuka menampilkan Arga yang sedang menatap tajam kearah Deska.

"Gausah berisik"Ucap Arga yang membuat Deska menatap Jengkel.

"Aku pengen pulang Ga! Gimana kalo mama papa nyariin aku?"Rengek Deska.

"Aku udah izin sama mama kamu"Jawab Arga yang membuat Deska menatap Tak percaya. Mama Deska emang bisa disogok pake janji janji manis Arga..

"Tapi Ga,Aku pengen pulang" Deska kembali merengek sambil mengayunkan lengan Arga yang digenggamnya.

"Engga Des! Kamu mau aku buat kamu begadang malam ini?"Ucap Arga dengan seringai licik.

"Kok jadi mesum gitu sih Ga!"Balas Deska sambil mengerucutkan bibirnya,membuat Arga mengalihkan pandangannya kearah bibir tipis Deska.

Deska menahan nafasnya saat Arga mendekat kearah bibirnya.

Deska menutup mata saat hidungnya sudah bersentuhan dengan Arga.

Cklek!

Arga kembali menjauhkan dirinya dari Deska kemudian berjalan keluar dari kamar Deska.

"Sialan."Umpat Arga yang terdengar oleh Deska,Deska hanya terkekeh pelan lalu mengikuti Arga.

"ARGA! GAWAT GA!"Teriak Daffa heboh.Namun dia kembali diam saat melihat Deska keluar dari kamar apart Arga.

"Astagfirullah,Apa yang telah kalian lakukan? Jangan jangan kalian habis berbuat maksiat ya?"Tanya Daffa sambil menaik turunkan alisnya.

"Ck! Fokus woi!"Saut Jeno sambil menepuk dahi. Kalo Bisa menyedekahkan temen,Mungkin Daffa sudah disedekahkan oleh Jeno,Lumayan biar berguna dikit..

"Oh iya! Gawat Ga!Gesta masuk rumah sakit! Babak belur semua!"Ucap Daffa,yang membuat sudut bibir Deska sedikit terangkat.

"Siapa yang berani beraninya ngeroyok Gesta!?"Tanya Arga sedikit membentak.

"Geng Evil-X"Jawab Jeno yang membuat aura disekeliling arga menjadi mencengkam.

"Brengsek! SiKaparat Fano kayanya udah mulai cari masalah sama gue"Ucap Arga yang membuat Deska takut menatapnya.

"Lo gak boleh takut Deska! Ini sudah benarkan? Demi Angkasa Des!"Batin Deska.

Setelah itu Arga mengantarkan Deska untuk pulang,lalu  Arga,Jeno,dan Daffa pergi kerumah sakit untuk menengok Gesta.

*****

Deska segera mencabut Charger Handphonenya dan segera membaca pesan dari Fano.

Break [Tamat]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang