Sudah satu bulan berlalu begitu cepat setelah momen pergi ke pantai bersama, kini Jimin merasa lebih dekat lagi dengan teman-teman nya.
Jimin merasa nyaman saat berada bersama dengan mereka, yang dapat ia rasakan yaitu kehangatan dari seorang sahabat yang membuatnya tersenyum.
Tapi Jimin saat ini dibuat murung karena salah satu sahabat nya itu,
Jung Hoseok.
Entah kemana perginya dia sekarang, Jimin sudah tidak bertemu dengan Hoseok 3 hari belakangan ini, bahkan ia hubungi pun tak ada respon dari sahabat nya itu.
Jimin bingung kemana pergi nya temannya itu, karena baginya Hoseok sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri karena hanya padanya dia bisa terbuka.
Jimin murung dibangku kelas nya, bahkan menghiraukan panggilan Taehyung yang sedari tadi menanyakan keadaannya sekarang.
"Jimin-ah, kau kenapa seperti ini?" Taehyung menggoncang bahunya ke kanan dan ke kiri agar Jimin tersadar dari lamunan nya.
Jimin yang baru sadar ada seseorang yang mengajaknya berinteraksi pun menoleh ke arah Taehyung, "Eoh? Kenapa?" tanya Jimin yang masih memasang wajah kosong nya.
Taehyung yang melihat nya pun memasang wajah cemas sahabatnya itu, karena Taehyung tau jika seorang Park Jimin bukanlah orang yang begitu mudah untuk mengekspresikan kekhawatiran dan kesedihan-nya, tapi dia melihat nya sekarang itu, artinya Jimin benar-benar dalam masalah sekarang.
"Jimin-ah sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan sekarang?" Jimin masih menatap kosong ponsel nya yang sedang dia pegang, Taehyung melihat yang dilayar ponselnya adalah roomchat milik Hoseok.
"Hoseok hyung... Apa kau tau dimana sekarang?" tanya Jimin dengan lirih yang mensiratkan kekhawatiran. Taehyung hanya menggeleng lemah, Jimin pun menghela nafas gusar.
"Hoseok hyung sudah tidak berangkat beberapa hari ini dan setauku dia hanya tinggal seorang diri tapi kau tau sendiri kan Hoseok seperti apa,"ucap Taehyung agar tidak membuat keadaan canggung.
"Ya aku tau, bahkan kita tidak pernah diberi tau sedikit pun dimana dia tinggal, dia hanya menjelaskan jika dulu dibesarkan di pantai asuhan," setelah itu Jimin menghela nafas lagi dia benar-benar merasa tak berguna sebagai teman.
"Sudahlah, mungkin Hoseok hyung sedang ada urusan, mungkin dia akan berangkat besok," ucap Taehyung untuk membuat Jimin agar tidak perlu terlalu khawatir, akhirnya pun Jimin hanya mengangguk.
....
Jam pulang sekolah sudah berlangsung 15 menit yang lalu, dan kini Jimin sedang berada di minimarket demi mendapat sebuah ramen instan dan sebotol cola.
Jimin memegang ramen yang sudah dibayar beserta cola yang tak lupa jangan lupa jika cup ramen tersebut sudah terisi air panas, ia melangkah untuk menuju tempat yang telah disediakan untuk para pengunjung yang ingin memakan makanannya.
Selama Jimin memakan makanannya, dia menatap pria yang sepertinya sedang tertidur di bangku yang tak jauh darinya, jika di lihat-lihat Jimin merasa tidak asing dengan jaket yang sedang pria itu pakai.
Setelah Jimin menyelesaikan acara makan nya ia pun bangkit dari duduknya untuk membuang sampah nya, saat Jimin melewati pria itu ia terkejut saat tau itu siapa. Hoseok, sahabatnya.
Jimin yang melihat itu pun segera membuang sampahnya dan kembali menghampiri Hoseok yang sedang tak sadarkan diri itu.
Tak menunggu lama, Jimin memanggil ambulans dan menepuk-nepuk pipi Hoseok untuk segera bangun.
Jimin melihat sebuah obat berbentuk pil yang ada di tangan Hoseok, ia tidak tau jenis obat apa yang ada ditangan Hoseok, jika pun ia tau untuk apa dan karena apa?.
....
Jimin masih menunggu hasil keterangan dokter, kenapa Hoseok bisa pingsan terlebih lagi yang membuatnya ada hal yang mencurigakan tentang obat yang ditangan Hoseok tadi.
Jimin masih berkutat dengan pikiran nya sendiri hingga tak sadar sang dokter sudah ada di dekatnya, dokter pun menepuk bahu Jimin.
Ia pun sedikit terkejut saat menerima tepukan di bahunya, "Apakah anda wali dari pasien Jung Hoseok?" tanya dokter itu, Jimin pun menjawab 'iya' jujur saja Jimin sudah benar-benar tak sabar untuk mengetahui tentang kondisi sahabat nya itu.
"Hoseok-ssi sepertinya mengalami derita narcolepsy dan dia lupa untuk meminum obatnya, permisi tuan" dokter itu pun pergi dari hadapan Jimin.
Jimin pun melihat keadaan Hoseok, "Sebenarnya ada apa dengan mu hyung," gumam Jimin.
Hoseok pun mengerjapkan matanya dan menyesuaikan penglihatan nya dari cahaya lampu, "Ugh, aku dimana sekarang?" tanya Hoseok tanpa tau jika ada Jimin di samping nya.
"Kau ada di rumah sakit hyung," ucap Jimin dengan lirih.
"Eoh? Jimin-ah, kenapa aku bisa disini?" tanya Hoseok yang masih bingung.
"Tidak tahu, aku hanya menemukan mu, lihat sekarang kau sakit, biaya rumah sakit mahal eoh," ucap Jimin dengan nada marah yang dibuat-buat lalu tersenyum teduh ke arah Hoseok.
"Apa kata dokter?" Jimin teringat kata dokter tadi.
Jimin pun mengeluarkan obat tadi dari kantong celana seragam miliknya dan memperlihatkan pada Hoseok, "Apa ini hyung, aku menemukannya di tangan mu saat kau tak sadar,"
"E-eoh itu, hanya obat biasa saja kok," ucap Hoseok dengan terbata, Jimin cukup curiga karena nada bicara Hoseok terlebih soal obat, ia yakin itu bukan obat biasa.
"Kau... Sejak kapan mengkonsumsi ini hyung, tolong beritahu sebenarnya hyung," mohon Jimin, Hoseok pun memalingkan wajahnya dari lawan bicara.
"Sebenarnya... Aku mengalami narcolepsy, aku akan mudah tak sadarkan diri jika terlambat meminum nya dan aku sudah lama memiliki penyakit ini, " ucap Hoseok dengan sedikit bergetar, tanpa sadar setitik air mata keluar dari pelupuk matanya.
"Kenapa tak bercerita pada kami?" lirih Jimin, Hoseok pun menoleh dan menatap Jimin, "Aku hanya tak ingin menjadi beban pada kalian, jujur saja aku juga cukup merasa terbebani oleh semua ini, aku sering terjatuh dan terbangun dengan luka itu membuat orang yang melihat ku cemas dan itu sebuah beban untukku," Jimin menggeleng kuat tak setuju atas semua ucapan Hoseok.
"Kau bukan beban untuk kami terlebih lagi untuk ku, kau adalah Hyung ku bagaimana aku merasa terbebani oleh mu," ucap Jimin yang hampir menangis karena ucapan Hoseok tadi, Hoseok pun hanya menatap Jimin dan memegang tangan Jimin dan mengusapnya.
"Terimakasih Jimin-ah," lirih Hoseok
Maaf kalo ada typo dan kalimat yang tidak cocok, aku harap kalian menikmati karya ku😚❤️
Jangan lupa vote dan komen nya yah🙏💜💜
KAMU SEDANG MEMBACA
The First Mistake
Fanfiction[FOLLOW ME FIRST] Seorang pria bernama Park Jimin yang mengalami tragedi menyeramkan seumur hidupnya dan ia menutupinya selama ini hingga membuatnya depresi. Entah apapun itu sampai ia menjadi kepribadian yang rumit. Demi menjaga kebohongan nya ten...
