A Plan

1K 91 6
                                        


















Setelah pergi kebukit belakang sekolah, mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.

Mereka selama di bukti hanya bersenang-senang dan saling menceritakan keluh kesah hidup mereka, beban yang mereka pendam dan terjega rapat dengan ikatan kepercayaan seperti, Jimin dengan Hoseok, Namjoon dengan Taehyung, dan Seokjin dengan Yoongi,

Saat Jimin pergi kesebuah halte untuk menunggu bus datang, dia hanya berdiri disebelah tiang halte dengan melamun, dan tak sengaja Jimin melihat dari seberang jalan sana dia Jungkook sedang berjalan dengan sedikit menunduk, bahkan dengan raut wajah yang sulit diartikan, Jungkook menyebrangi jalan yang ada diposisinya sekarang dan membuatnya bingung adalah Jungkook melewati Jimin begitu saja dan duduk di bangku halte.

Jimin berpikir, kenapa Jungkook seperti itu, akhirnya Jimin pun membalikkan badannya karena ingin tau keadaan Jungkook sekarang.

Bisa dilihat, Jungkook dengan wajah pucatnya dengan tatapan kosong yang dia pasang di wajahnya, Jimin melihat lamat-lamat, ia bisa tau jika Jungkook habis menangis dapat terlihat dari mata dan hidungnya yang memerah dan cukup kontras di warna kulit nya.

Tiba-tiba air mata Jungkook meluncur begitu saja dari pelupuk matanya dan saat itu juga Jungkook segera hapus dengan telapak tangannya.

Baru saja Jimin akan menyapanya tapi ia urung karena bus nya telah datang, akhirnya pun Jimin hanya memendam niatnya itu dan masuk kedalam bus.





















.....

Saat malam tiba Jimin merasa tak nyaman dalam tidur nya, dia cukup gelisah diatas kasur miliknya, bahkan keringat bercucuran membasahi piyamanya, dalam tidur nya dia menangis sesegukan tanpa ada yang membangunkan nya dari mimpi buruknya,

Hingga




Ia terbangun sendiri dengan spontan, dia menangis dengan menutupi wajahnya dengan telapak tangannya, ini sudah sering terjadi oleh Jimin selama beberapa tahun silam.





















Bahkan diriku masih tak percaya, semuanya seperti mimpi, jika memang semua itu adalah kebenaran, apakah ada yang dapat menghentikan waktu, jika momen itu berlalu?

Bahkan saat aku bermimpi, aku kembali tersesat dalam lorong panjang yang gelap, hanya cahaya rembulan sebagai pencahayaan, berjalan tanpa alas apapun dan pakaian yang cukup membuatku bingung.

Bagiku semuanya sama, semua yang aku lewati setiap lorongnya hanyalah kosong, bisik-bisik kecil yang menghantuiku dibelakang sana membuatku putus asa untuk melangkah, semua membuat kepalaku berdenyut sakit, dan berakhir menangis dan terbangun disaat itu juga.








Jimin pun menutup buku diary kecil miliknya nya, dan menatap keluar jendela dengan tatapan sedu "kapan semuanya berakhir dengan bahagia,"lirih Jimin yang akhirnya menidurkan kepalanya diatas meja belajar miliknya.


























.....

Pagi nya Jimin berangkat ke sekolah lebih awal, dirinya terbangun pun karenanya badan yang pegal-pegal dengan pinggang dan lehernya yang rasanya kaku sekali.

"Kenapa Taehyung belum berangkat, dimana dia?" tanya Jimin pada dirinya sendiri.

Dia pun mengeluarkan ponsel miliknya untuk menghubungi Taehyung dan bertanya kenapa belum berangkat.

Baru saja Jimin menghubungi Taehyung tapi yang dituju sudah ada didepan pintu kelas.

Taehyung pun menatap Jimin "Eoh, ada apa Jimin-ah?" tanya Taehyung sembari memegang ponsel ditangannya dan melangkah mendekati bangku milik nya dan menaruh tas nya di samping meja.

"Tak ada, hanya khawatir kau tidak berangkat hari ini," jawab Jimin dengan senyum bulan sabitnya,Taehyung pun mengangguk saja.

"Taehyung-ah, kau baik-baik saja kan?" tanya Jimin dengan ragu, Taehyung yang tadinya dengan menunduk memainkan ponselnya pun menatap Jimin dan mengangguk lagi.

"Oh Jimin-ah, bagaimana jika kita membolos hari ini," ajak Taehyung dengan nada bersemangat, Jimin yang mendengar itupun menatap Taehyung dengan bingung.

"Apakah kau ingin mati eoh?, kau tidak takut jika nanti dihukum?" jawab Jimin dengan nada tegasnya, dan itu membuat Taehyung mengerut nya bibirnya dan mengangguk terpaksa.

"Baiklah, aku akan ajak Namjoon hyung," ucap Taehyung dan membuat Jimin terkejut, ada apa dengan Taehyung kenapa sahabat ini menjadi seperti ini.

Jimin pun hanya menghela nafas pasrah melihat tingkah sahabatnya itu.

"Terserah, aku mau ke kelas Hoseok Hyung dulu," ucap Jimin dan pergi berjalan menuju kelas Hoseok, "Yak aku ikut," saut Taehyung dari belakang Jimin dengan langkah tergesa-gesa.
















....

Jimin masuk ke kelas senior nya lebih tepat untuk menemui hyung nya, Jimin datang dan langsung duduk dibangku kosong entah milik siapa yang ada disebelah bangku Hoseok.

"Oh Jimin-ssi!" sapa Yoongi yang ada dibelakang bangku yang sedang ia duduki, Jimin pun membalikkan badannya untuk menyapa balik Yoongi.

Disebelah Yoongi ada Jungkook yang sedang berdiri, Jimin pun tersenyum kearah Jungkook dan dibalas dengan senyum juga namun seperti senyuman palsu yang Jimin lihat.

"Bagaimana jika besok kita pergi berenang-senang?" ucap Seokjin kepada mereka.

"Mau kemana?" tanya Namjoon kearah Seokjin namun baru saja Seokjin ingin menjawab bel masuk sudah berbunyi.

"Kita bisa mendiskusikan nya setelah pulang sekolah," ucap Seokjin, dan dibalas anggukan oleh mereka, setelah itu Jimin, Taehyung dan Jungkook pergi ke kelas masing-masing sedangkan para hyung-deul duduk ke bangku masing-masing.






















Otak ku lagi sedikit encer, mungkin efek kebanyakan mikir ulangan online jadi bisa update cepet hehe.

Intinya jangan lupa vote ya😉😘

The First MistakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang