Disgusting Sentence

723 61 19
                                        







Kejadian yang akan datang tidak bisa kita ketahui secara pasti, kita hanya dapat mengandalkan hal yang pasti untuk kedepannya, tapi bagaimana jika sesuatu yang kalian pikir itu sudah kalian anggap sangat yakin tiba-tiba keadaan tak seperti yang direncanakan.



Jimin dan Hoseok hari demi hari semakin akrab, Hoseok yang sangat menyayangi Jimin seperti adiknya dan memberikan semua kasih sayangnya, dan Jimin yang juga sama sayangnya dengan Hoseok, mereka berdua saling menyayangi dan melindungi seperti yang lain tahu.

Taehyung dan Namjoon pun sama halnya seperti Jimin dan Hoseok, disini Namjoon membimbing Taehyung dengan ciri khas nya, semua yang Namjoon ceritakan, Taehyung pasti akan mendengarkan dengan berekspresi seakan kagum, karena memang Taehyung butuh Namjoon untuk menjadi lebih baik di kehidupannya di dunia ini.

Yoongi dan Jungkook, bukankah mereka seperti cepat sekali untuk menjadi akrab? Iya, karena mereka memiliki masalah yang sama, terkadang mereka suka sekali berbagi rasa sakit dan setelah itu bersenang-senang seakan hidupnya kini hanya bersisa hanya hari ini saja.

Seokjin, dia sebagai kaka tertua dari mereka bertujuh, dia hanya memantau semua yang dilakukan adiknya, sejujurnya Seokjin sangat menyayangi semua adiknya, tanpa terkecuali, hanya saja dia terlalu bingung harus memulai dari mana untuk menjelaskan nya.

Seokjin senang melihat setiap senyum yang terbit disetiap wajah adiknya, tapi keadaan terkadang menekan nya terlalu kuat hingga dia harus di ambang batas, ia bingung harus melangkah ke sisi mana.































.

.

.

Setelah Seokjin pergi tanpa mengatakan apapun, Taehyung mulai lebih diam dari biasanya, Namjoon yang tahu dari perubahan sikap Taehyung, dia hanya diam, dia masih menganggap semuanya 'akan baik-baik saja' walaupun hatinya sedari tadi tidak nyaman, seakan mengatakan ada hal buruk yang akan terjadi.

Jimin dan Hoseok yang baru datang, melihat kedua temannya diam pun bingung, apakah ada sesuatu hal yang buruk? Pikir keduanya begitu.

"Ada apa ini, kalian kenapa?" akhirnya Jimin memecahkan keheningan, Hoseok hanya melihat dan masih berusaha memahami keadaan yang sedang terjadi ini.

"Apakah kalian bertengkar dengan Seokjin hyung?" kini Hoseok bertanya, karena dia tahu, saat dia dan Jimin akan masuk, Seokjin ada di depan ruangan dengan keadaan terdiam kaku, dan kini perubahan sikap kedua temannya itu sangat jelas berbeda.

"Tak apa, sudahlah, semuanya akan baik-baik saja," ucap Namjoon seakan tak ada masalah apapun, "Hyung?" ucap Taehyung dengan memastikan, menatap Namjoon yang disebelahnya.

Namjoon hanya menepuk bahu Taehyung, lalu berlalu pergi, Jimin yang melihat itu hanya diam, apakah hanya dia yang belum paham dengan kejadian barusan, pikir Jimin.






















.

.

.

Sudah dua hari dari kejadian itu, semuanya berjalan seperti biasa, mengikuti jam pelajaran walaupun dengan malas-malasan, tapi tidak dengan Yoongi dan Jungkook, mereka berdua sedang butuh kebebasan hari itu.

Keduanya pun memutuskan untuk pergi ke kelas-nya, Yoongi dan Jungkook hanya duduk-duduk dan berbincang ringan, semuanya berjalan seperti biasa.

Tapi,tiba-tiba pintu yang tadinya tertutup di dobrak kencang dan mereka berdua tahu, ini tidak baik untuk keduanya.

Seorang pria masuk dengan tergesa-gesa setelah melihat ada dua orang yang ada diruangan itu.

"Apakah kalian bodoh hah?!" tanya pria itu dengan nada penuh kesal, keduanya masih diam dan hanya menatap dingin kearah pria itu.

Karena kesal tak ada sahutan dari keduanya, pria itupun mendekat kearah Yoongi dan mencengkram kedua bahu Yoongi dengan kuat, "Kalian hanya bisa menjadi sampah masyarakat jika seperti ini!" teriak pria itu didepan wajah Yoongi.

Yoongi masih diam, dan malah memberikan smirk kepada pria didepan nya dengan memiringkan kepalanya kesamping dengan perlahan, prilaku Yoongi cukup membuat pria didepan nya bertambah marah.

Jungkook yang melihat itu mulai was-was, karena ia tahu seperti apa tipikal orang seperti Min Yoongi, "Hyung-ah" ucap lirih Jungkook.

Pria itu pun menoleh arah Jungkook dan mendekatinya, "Tch bocah seperti mu berteman dengan anak seperti ini? Kau hanya bisa menjadi teman limbah sepertinya," ucap pria itu dengan remeh.

"Jangan katakan hal menjijikan seperti itu seonsaengnim, aku tahu kau guru disekolah ini, tapi bukan berarti seenaknya mengatakan hal rendahan seperti itu kepada kami," ucap Jungkook dengan penuh geram, pria itu pun mendecak lidah nya lalu tertawa terbahak-bahak.

"Kau berani melawan diriku hah bocah ingusan? Aku bisa mengeluarkan mu dengan mudah," ucap pria itu lalu menampar keras pipi Jungkook hingga meninggalkan luka di sudut bibirnya hingga berdarah.

Tiba-tiba serangan balik kearah pria itu berupa tinjuan yang menghantam rahang pria itu hingga badan nya limbung dan terjatuh, siapa lagi jika bukan dari Yoongi.

Jungkook pun terkejut apa yang baru saja terjadi, Jungkook pun bergegas menahan Yoongi dari amarah nya, tapi semuanya sudah telanjur terjadi, badan Jungkook di hempaskan dengan kasar hingga tubuh Jungkook terbanting di belakang Yoongi.

Tapi Jungkook kembali bangkit dan bersih keras untuk menahan Yoongi, tapi karena Yoongi sedang dikalang kabut, dia tanpa sadar memukul rahang Jungkook, dan itu membuat keduanya terkejut, pria tadi itu mulai bangkit dan langsung menarik kerah kemeja seragam Yoongi dengan kuat dan meninju kuat pipi Yoongi dengan penuh amarah.

Jungkook hanya diam karena terkejut, dia seakan membeku melihat kejadian didepan nya, disana hyung nya dan guru nya,

"Ya, aku adalah sampah, terserah dirimu mengatai diriku seperti apa," ucap Yoongi serak, dia menangis dalam diam.

Pria itu pun melepas cengkram-an nya pada kerah kemeja Yoongi, lalu Yoongi dengan cepat menendang betis pria itu hingga terjatuh lalu menghajarnya, "Aku sampah hiks, aku tahu itu, terima kasih karena telah menyadarkan ku," ucap Yoongi dengan terisak kecil, lalu bangkit dan berlari meninggalkan Jungkook dan pria itu yang masih kesakitan, Jungkook pun bangkit dan pergi, berlari menyusul Yoongi yang entah pergi ke arah mana








































Kayaknya bentar lagi tamat deh
Konflik utama perpecahan udah dimulai.

Maaf kalo bahasa ku sulit dipahami sama kaliam ya, karena masih amatir aku😅

Mohon jangan lupa vote dan komen nya yah💜

The First MistakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang