"Jam berapa mereka datang?" Suara Lisa mengalihkan pandangan semua orang di studio yang akan menjadi tempat syuting mereka sore ini, perempuan itu baru saja menyelesaikan meetingnya.
Chanwoo salah satu staff produksi langsung memeriksa ponselnya, "Jam 3 sore, noona."
Lisa yang masih berdiri di tengah ruangan, sesekali membuka lembaran kertas yang berada di tangannya. Sesekali ia menggigit bibirnya, sesekali ia menggaruk kepalanya dan sesekali pula ia menghela nafas panjang.
"Apa dia baik-baik saja?" Bobby, staff bagian audio yang baru saja bergabung di ruangan itu heran melihat tingkah Lisa.
"Hmm, lagi pula Lisa unnie selalu seperti itu kalau sedang dilanda stress." Jelas Yeri yang sedang memeriksa kembali naskah dipojok ruangan, gadis muda itu bekerja sebagai asisten penulis. Sedangkan Lisa, penulis utama diprogram mereka. Happy Together.
"Ah, karena tamu kali ini SuperM?" Pria itu baru mengingat setelah melirik naskah penuh coretan milik Yeri.
Yeri mengangguk, lalu menghela nafas panjang tidak lama kemudian.
"Entah sudah berapa kali aku merevisi naskah ini," Keluh gadis itu, ia jadi ikut pusing dengan perubahan naskah yang lebih sering dari biasanya.
Bobby mengerutkan dahinya, "Bukannya hanya tiga member yang hadir?"
Yeri kembali menghela nafasnya lelah, "Ini bukan tentang jumlah member yang akan hadir, tapi tentang siapa member yang akan hadir."
Pria itu baru akan meminta penjelasan lebih, tapi Lisa dengan suara melengkingnya sudah memanggil Yeri untuk mengerjakan kembali naskah yang baru direvisinya.
*****
"Annyeonghaseyo," sapa Lisa begitu memasuki ruang tunggu tamu talk show mereka kali ini, dirinya membungkukkan badan dan memberi senyuman tipis sebagai bentuk kesopanan.
Perempuan itu bisa melihat tiga orang pria disana sedang tersenyum namun dengan senyum yang berbeda-beda. Pria berwajah anime yang sedang bermain game memberikan senyuman jahilnya, pria berambut pink yang baru selesai dirias memberikan senyuman menyebalkan sedangkan satu lagi pria yang sedang berbaring di sofa memberikan senyuman formalitasnya.
"Bisa kita briefing?, tidak akan lama. Hanya sepuluh menit," perempuan itu berjalan memasuki tengah ruangan dan mendudukkan dirinya di single chair sebelah sofa panjang.
Tidak ada jawaban, tapi ketiga pria itu langsung bergabung. Menerima salinan naskah yang diberikan Lisa.
"Sesuai dugaanku, pasti akan ada pertanyaan seperti ini," ujar Taeyong begitu selesai membaca naskah yang diberikan Lisa.
"Kenapa semua orang selalu penasaran dengan status percintaan kami?" Tambah Mark, kemudian meletakkan lembaran naskahnya ke meja.
"Menurutmu, aku harus menjawab apa?"
Lisa menoleh, mendapati Ten yang tersenyum misterius padanya.
"Kenapa menanyakan itu padaku, Ten-ssi?" Perempuan itu berusaha terlihat sopan, bagaimana pun di ruangan itu tidak hanya ada mereka. Ada beberapa staff SM dan juga manajer SuperM.
"Wah, apa ada pertunjukan hari ini?" Goda Taeyong yang langsung memasang tampang sumringahnya, benar-benar menyebalkan.
"Silahkan dibaca lagi naskahnya. Kalau ada yang tidak kalian suka, bisa kalian abaikan. Syuting akan dimulai setengah jam lagi." Lisa mengubah arah pembicaraan, kalau dilanjutkan bisa-bisa kepalanya akan bermunculan asap nanti.
*****
Syuting sudah berjalan sejak tiga jam yang lalu dan sekarang akan memasuki segmen terakhir. Perbincangan mereka terdengar alami, mengalir begitu saja membuat Lisa yang semula dilanda rasa cemas perlahan mulai bisa bernafas lega. Ketiga orang itu pun tidak bertingkah berlebihan dan berbicara sembarangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLOOM
FanfictionBLOOM merupakan kumpulan one shot/double shot dengan karakter utama Ten dan Lisa tetapi dengan latar dan karakter yang berbeda disetiap cerita. Berisi tentang kisah cinta, entah cinta monyet, cinta sepihak, cinta mati, cinta rahasia, cinta basi dan...
