Lamunan Yuri harus terhenti saat Seohyun mengguncang kecil bahunya.
"Apa terjadi sesuatu? Ini sudah ketiga kalinya kau melamun seperti ini.", Tanya Seohyun khawatir pada Yuri.
"Tidak, hanya memikirkan beberapa hal.", Jawab Yuri lalu bayangan saat Taehyung menciumnya kembali muncul dan dengan cepat ia menggelengkan kepalanya. Ia berdiri dan mengambil air minum untuk dirinya.
"Kenapa?", batin Yuri kesal.
"Dia benar-benar mempermainkanku."
Flashback..
Taehyung melepaskan tautan mereka dan menjauh begitu saja tanpa mengatakan apapun pada Yuri.
Yuri sangat tercengang melihat itu, ia pun mengejar Taehyung dan menyamakan langkahnya dengan pria itu.
Tanpa mengeluarkan suaranya untuk sekedar memulai argumen, Yuri hanya menatap pria itu dalam diam. Sebenarnya ia menunggu pria itu yang berbicara lebih dulu menjelaskan maksud perbuatannya itu.
"Sebaiknya kau pulang sekarang. Sepertinya tadi sudah cukup untuk membuat reporter itu tidak mengejarmu lagi.", Akhirnya Taehyung membuka suaranya tapi bukan itu yang Yuri harapkan. Ia tertohok akan perkataan pria itu hingga ia menghentikan langkahnya sehingga jarak besar tercipta di antara keduanya.
"Apa kau selalu mencium wanita sesuka hatimu?", gumam Yuri yang sudah dipastikan tidak didengar oleh Taehyung karena pria itu sama sekali tidak berbalik lagi ke arahnya.
Yuri berbalik ke arah yang berlawanan dengan pria itu berjalan. Entah kenapa rasa sakit dihatinya kembali mencuat hari itu ditambah dengan perlakuan Taehyung barusan.
#Flashback END#
Dengan lemas Yuri berjalan ke arah Kai dan duduk di samping pria itu membiarkan Seohyun fokus melakukan riasan wajahnya.
"Kau sakit?", Tanya Kai yang dibalas gelengan lemah oleh Yuri.
"Lalu ada apa denganmu? Aku yakin ada yang tidak beres dari sikapmu.", Ucap Kai.
"Kalau bukan sakit.."
"Kau benar, aku sakit.", Potong Yuri cepat. Tangan Kai bergerak ke arah dahi Yuri dan mengecek suhu di kening wanita itu, saat dirasa normal ia menurunkan tangannya lagi.
"Eyy, jangan berbohong hanya untuk menghindar dari jadwalmu.", tegur Kai.
"Aku sakit hati.", Ucap Yuri pelan. Kai membulatkan matanya tidak percaya.
"APA?!", Seru Kai dengan suara yang meninggi dan hal itu membuat mereka menjadi pusat perhatian di ruangan itu.
Menyadari hal itu, Kai menundukan tubuhnya sembilang puluh derajat sebagai permintaan maaf karena menganggu mereka.
Kai duduk di samping Yuri lagi dan bersiap mendengarkan apapun perkataan Yuri.
"Kai-ah."
"Katakanlah, aku mendengarkan.", Jawab Kai akan panggilan Yuri.
"Apa yang harus dilakukan saat orang lain dalam masa lalumu kembali dan lagi-lagi menorehkan luka yang sama di hatimu?", Tanya Yuri
Kai mengalihkan pandangannya ke arah lain lalu ia berdiri lagi dan menarik tangan Yuri keluar.
"Ini tidak bisa, aku butuh penjelasan lebih dalam.", Ucap Kai, lalu ia berpamitan pada Seohyun dan managernya karena keberadaan mereka disitu hanya untuk mengunjungi Seohyun yang akan melakukan pemotretan.
Yuri masuk ke dalam vannya bersama Kai yang duduk di depannya, sedangkan Kai menatap ke arah Yuri meminta wanita itu menjelaskan lebih lanjut.
"Aku tidak pernah mengatakan akan menceritakannya.", Ucap Yuri membuat Kai menutup matanya kesal lalu memposisikan duduknya dengan benar di balik kemudi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Worry, Dear (Completed)
FanfictionBagaikan hitam dan putih, begitulah deskripsi Taehyung dan Yuri. Lahir dan tumbuh dengan latar belakang berbeda. Yuri seorang aktris terkenal yang selalu dikejar banyak pria dan menjadi obsesi bagi seorang Chanyeol. Lalu apa yang akan terjadi apabil...