Evan menggulir ke bawah layar ponsel miliknya, pelan. Sesekali pria itu menekan akun yang menurutnya milik Nafisha.
Ya. Saat ini dirinya sedang melaksanakan misi penting. Bagi dirinya keberhasilan misi ini sangat berpengaruh untuknya, bukan lagi masalah mobil yang jadi taruhannya, toh papinya juga orang kaya. Bahkan jika dia mau bisa saja dirinya meminta dibelikan mobil yang lebih mahal dari itu. Namun harga dirinya serta tanggapan orang yang sudah mengenal dirinya sebagai pakar wanita yang akan tercoreng.
Kesal. Itulah yang dirasakan Evan saat ini. Tangannya mulai terasa kebas. Namun, dirinya belum mendapatkan akun sosial media Nafisha.
Apa mungkin gadis itu tidak memiliki sosial media? Tapi mana mungkin. Jika dilihat dari cara berpakaian gadis itu, Evan yakin bahwa Nafisha juga manusia yang mengikuti trend. Dan tidak mungkin sejadul itu.
Evan menyunggingkan senyumnya saat teringat ucapan Regan. Kenapa sedari tadi dirinya tidak berpikir kesana.
***
Regan yang baru saja datang mengantar sang mama, segera melarikan diri kedalam kamar mandi untuk menuntaskan panggilan alam yang harus dirinya tuntaskan saat ini juga.
Kesal
Kata itulah yang mewakili perasaan Regan. Disaat dirinya hendak membuka pintu kamar mandi, terasa getar yang berasal dari ponselnya yang ternyata lupa dirinya keluarkan dari saku celana, saking terburu-burunya.
Devano R.H
Gue tunggu nomor ponsel tetangga lo itu, 2 menit dari sekarang. Lebih dari itu lo tau konsekuensinya
19.15
Rahang Regan jatuh. Setelah membaca pesan unfaedah bernada mengancam dari Evan.
Bangsat emang.
Setelah mantan kencannya membuatnya babak belur. Kini giliran pria itu yang merecoki dirinya dan membuatnya harus menahan sesuatu yang menurut Regan sudah diujung tanduk.
Pucekkkk!!
19.16
Setelah mengirimkan pesan balasan. Secepat mungkin Regan mencari kontak Wa Nafisha di grup remaja masjid.
Ya. Dirinya merupakan salahsatu anggota remas. Anak sholeh seperti dirinya memang tidak suka pamrih atau pun mengumbar kebaikan. Biarkan netizen sendiri yang menyebutkan seberapa baik dirinya, contoh kecilnya, dirinya pernah berbesar hati membantu tetangganya--Pak Ahmad menghabiskan buah mangganya secara diam-diam.
Kurang baik apalagi dirinya?
***
"Umi mau dipijatin Fisha gak?"
Maryam yang tengah selojoran diatas karpet diruang tengah, dengan tangan kiri yang mengurut lutut. Menatap putri semata wayangnya.
"Memangnya Fisha gak capek?"
Nafisha menggelengkan kepalanya "Ngga kok. Sini biar Fisha yang pijat."
Maryam menyerahkan minyak urut, yang langsung diterima oleh gadis itu. Setelah menuangkan minyak urut ke telapak tangannya, kemudian mengoleskan minyak urut yang ditelapak tangannya ke lutut Maryam.
Fokus Nafisha teralih pada ponselnya yang berdering menandakan adanya pesan masuk.
082368******
P
19.20
"Dari siapa Sha? Mukamu kok sampai segitunya," Tanya Ummi Nafisha yang melihat raut bingung dari Nafisha.
"Gak tau Mi. Nomor baru soalnya."
"Yah terus kenapa mukamu kebingunan begitu?"
"Soalnya pesannya cuman ada huruf P. makanya fisha bingung," jawab Nafisha dengan memperlihatkan pesan yang baru saja masuk kepada Umminya.
***
Evan menyuapkan nasi kedalam mulutnya. Sesekali matanya melirik ponsel yang berada disampingnya. Belum ada tanda-tanda pesan masuk. Apa gadis itu belum melihat pesan darinya?
"Evan jangan melamun di depan makanan. Cepat habiskan makan malammu."
"Iya pi," jawab Evan.
Evan kemudian menyuapkan nasi kedalam mulutnya dengan mata yang tidak henti melirik kearah ponselnya yang masih anteng diatas meja.
Apa gadis itu tidak akan membalas pesannya?
Sudah beberapa menit yang lalu dirinya menunggu balasan pesan dari gadis itu membuat Evan kesal sendiri lantaran dirinya tak biasa menunggu seperti ini. Apalagi hanya balasan pesan dari seorang gadis!
Diraihnya gelas minum miliknya dengan sedikit rasa jengkel ketika matanya tanpa sengaja menatap ponsel. Evan yang baru saja meneguk air minumnya secepat kilat menyambar ponsel miliknya yang baru saja berbunyi menandakan adanya pesan masuk.
Uhhuk uhhuk
Air yang belum sepenuhnya tertelan, seketika kembali keluar melewati hidungnya. Matanya melotot tak percaya menatap ponsel miliknya.
Apa baru saja dirinya mengalami kasus php!?
Membuat Evan menutup mata menahan rasa kesal serta perih dihidungnya. Setelah melihat pesan masuk di ponselnya.
Telkomsel
ISI PULSA PRAKTIS PASTI MURAH
Dapatkan hanya di INDOM*RET & ALF*MART
terdekat anda.
Asem emang!
TBC
Vote dan komen jadi penentu cepatnya update yah.
Semakin banyak vote dan komen update nya juga makin cepat😘
Btw ada yang pernah ngalamin kampret moment kayak diatas? Bisa dong bagi kenyesekannya😆
KAMU SEDANG MEMBACA
FuckBoy Pensiun
Fiksi RemajaDevano Rafly Henandra. Kemewahan dan ketampanan yang dimilikinya, membuat pria itu terbiasa dengan orang-orang disekelilingnya yang terus saja memuja serta menghormatinya. Membuatnya berpikir bahwa dirinya dengan mudah bisa mendapatkan gadis manapun...
