Jogja dengan segala cinta dan keramahannya masih saja sama.
Kini 5 tahun telah berlalu. Musim masih saja silih berganti tak menentu, sepertinya hujan ditahun ini akan segera berakhir, angin laut mulai berhembus membawa benih terbang diantara kelopak bunga.
Sawah nan hijau mulai terbentang luas dibawah kaki gunung,burung-burung mulai bercengkrama seolah tau jika biji-biji padi akan segera tumbuh dengan subur.
Gemericik air dari sungai yang mengaliri bambu-bambu diantara rumah-rumah pedesaan ini menambah suasana semangkin damai.
"Ummi......
Suara lengkingan kecil dibelakangku membawaku terbangun dari lamunan dunia imajinasi.
Dia putri kecilku khalisa agnia farizi. Usianya sekarang sudah lima tahun. Dialah dunia baru kami sekarang bersamanya semua semangkin mudah begitupun dengan ayah dan bunda.
"Yahh....
Orang tua azzam sekarang menjadi orang tua ku juga setelah kepergian abi 5 tahun lalu mas azzam yang menggantikan sosok abi menjadi putra ayah bunda, dan aku menjadi menantu mereka.
Begitulah hidup, kita tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi sebab takdir lebih cepat bekerja dengan baik dari pada angan kita.
"Ummi khalisa dapet ikan disungai tadi abi yang bantu khalisa mancing..
"MasyaAllah anak ummi pintar sekali..
Aku mengusap kepala putriku itu.
"Ikannya untuk hadiah ulang tahun oma ya...
Celotehnya manja..
"Iya sayang..ucapku
Mas azzam hanya senyum melihat tingkah putri kami. Katanya khalisa itu mirip denganku yang tidak bisa diam..
"Khalisa.......
Sini......
Suara itu terdengar dari seorang wanita yang berdiri diteras rumah yang disekelilingnya menggantung bunga warna-warni.dengan senyum yang masih sama seperti beberapa tahun lalu
"Ummi khalisa dipanggil oma khalisa pergi dulu ya..
Mas azzam tersenyum melihatku.
Kami saat ini berada dirumah mertuaku atau rumah ibunya abi.
Sejak kepergian abi orang tuanya menjual rumah besar mereka dan membeli rumah sederhana disebuah desa dikaki bukit, sisa penjualan rumah mereka sumbangkan kepanti asuhan.
Mereka memilih tinggal dirumah sederhana ini bukan untuk melupakan abi tapi bangkit dari keterpurukan. Disini mereka lebih nyaman dan tenang.
Ayah yang memutuskan keluar dari perusahaan dan memilih berkebun disekitar rumah.
Semua urusan bisnis seluruhnya mereka serahkan kepada mas azzam.
Allah miliki kehidupan kita jadi sekuat apapun kita mencoba tetap tidak akan berhasil jika Ia bilang tidak maka semuanya berjalan sesuai dengan kehendakNya.
Tapi yakinlah Allah punya jawaban lain.
Satu bulan setelah kepergian abi,
Aku dinyatakan hamil ini merubah segalanya dalam kehidupan kami begitupun ayah dan bunda, aku bisa melihat senyum mereka kembali pada hari itu saat aku memberitahukan kabar ini pada meraka.
Jadi sejak saat itu mas azzam memutuskan untuk kami tinggal bersama orang tua abi.
Walaupun tidak mudah ketika mas azzam meminta izin pada abah dan ummi.
Tapi pada akhirnya orang tuaku menyerah juga setelah mas azzam memberikan pemahaman yang baik.
Disinilah didesa kecil ini aku menjalani kehidupanku yang baru sebagai menantu.
Sejak kami memutuskan untuk tinggal bersama mereka. Ayah dan bunda sangat senang tapi mereka paham posisiku saat itu tidak mudah.
Jadi mereka memutuskan untuk pergi ketempat yang baru tanpa jejak abi yang akan membuatku canggung.
Disini juga aku menjalani hari-hari bahagia saat kehamilan khalisa dan melahirkan putri cantik kami.
"Ummi..Abi.......
Suara dari bibir mungil khalisa menyadarkan kami kalau kami sekarang sudah tidak berdua lagi tapi bertiga..
"Ada apa sayang??
...ucap mas azzam
"Tadikan khalisa dari kamar oma
Waktu oma mandi khalisa jumpa ini...
"Ini foto siapa sii abi??
..khlisa dengn polosnya bertanya pada kami..
"Aku melihat foto itu...
Yahh dia abi, orang dengan hati luar biasa.
"Itu paman abi..
Mas azzam tiba-tiba mengucapkan kata yang aku sendiri bingung mau jawab apa ke khalisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tunduknya Senyuman
SpiritualAku juga seorang muslim meski sudah menjalankan kewajibanku menutup aurat,tapi masi saja ada ketakutan dalam diriku,yaitu ketertarikan terhadap kaum Adam. kadang aku tak ingin membayangkan rasa ketakukutan itu apalagi ucapan Abah yang selalu membuat...
