"Jika memang ini akhirnya, apa yang bisa aku lakukan selain mengikuti alurnya?"
💢💢💢
Pernyataan itu membuat Keysa semakin hancur. Ia merasa sangat bersalah, bagaimana ia bisa mengambil hak orang lain. Dan bagaimana bisa ia sebodoh ini ya tuhan. Padahal ia berharap bahwa Aldi benar-benar peduli padanya, karna cinta. Tapi itu semua hanya kemauan Vita, lantas mengapa Vita melakukan semua ini? Apakah ia tak tahu dengan caranya yang seperti ini. Malah akan membuat dirinya tersisihkan.
Awalnya Keysa meminta tolong suster, untuk membawanya ke ruangan Vita. Karena sedari tadi ia menunggu kehadiran Vero, dan itu pasti akan membosankan jika dirinya hanya berdiam diri di kamar inapnya.
Semenjak kejadian itu Keysa hanya bisa menangis, menangis, dan menangis. Sampai kapan takdirnya akan sial?, sudah cukup penyakit ini menyiksa dirinya. Jangan sampai hatinya ikut tersiksa, di sisi lain. Ia benar-benar kecewa pada Vita dan Aldi. Mengapa mereka melakukan itu padanya, apakah karena umurnya sudah tak panjang lagi?. Bahkan ia bersedia untuk meninggalkan dunia yang kelam ini.
Ckleek...
Pintu kamar Keysa terbuka, menampilkan sosok Vero dengan setelan kaos dan celana pendeknya. Ia berjalan mendekati Keysa, lalu ia duduk di tepi kasur Keysa.
"Jangan nangis terus. Yuk turun ke bawah, kita jalan-jalan. Gimana?" tawar Vero.
Keysa memghapus jejak air matanya yang di pipi, "Males."
"Key, anak cewe gak boleh males. Lo jangan diem terus di kamar, lama-lama tubuh lo gak dapet sinar matahari yang cukup. Dan itu bisa mempengaruhi kesehatan lo."
"Masih peduli sama kesehatan gue Ver?, bahkan gue udah nyusahin semua orang. Lo, ka Vita, ka Aldi, mamah, papah. Gue udah ngrepotin kalian semua. Tapi hasilnya apa?, gue bisa sembuh?. Gak bisa Ver."
Vero menatap iba Keysa, ia benar-benar tak tega dengan kondisi Keysa yang semakin hari semakin lemah. Vero memeluk Keysa, ia mencoba memberikan kekuatan untuk Keysa.
Lagi dan lagi, air mata turun dari mata Keysa. Keysa menjambak pelan rambutnya, lalu ia bisa merasakan beberapa helai rontok dengan sendirinya. Bahkan tidak bisa dikatankan helai, karena saking banyaknya. Vero yang melihat itu langsung saja mengambil rambut rontok itu, dan langsung membuangnya ke belakang.
Keysa terus menerus memukul kepalanya, hal itu langsung membuat Vero berusaha menahannya.
"Stop... brenti Key!, jangan sakitin diri lo sendiri!"
"Gue benci sama hidup gue sendiri!" teriak Keysa.
"Gue capek Ver, capek."
Vero mendekap erat Keysa, "Jangan kaya gitu lagi, lo pasti sembuh."
"Maksud lo apa sih, ngomong gitu? Biar gue kuat?! Iyaa!!. Percuma Ver percuma!, takdir gue emang hancur," ucap Keysa yang meraung-raung menangis.
Tok ... tok ... tok ...
Suara ketukan pintu membuat Vero mengalihkan pandangannya, lalu ia menyenderkan Keysa di dinding dipannya.
"Bentar ya, jangan kemana-mana."
Vero pun beranjak dari duduknya, dan membukakan pintu rumahnya. Ternyata Aldi dan Vita datang, hal itu membuat Vero sedikit bingung karena takut jika Keysa semakin frustasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vita [Selesai]
Fanfic《INI CERITA PERTAMAKU, JADI MASIH ACAK-ACAKAN》 Tentang bagaimana cara Vita Agresia Anjani merelakan orang yang dicintainya, bukannya merelakan orang yang kita cintai itu adalah level tertinggi dalam mencintai? Tetapi rasa di hatinya berkata lain, di...
![Vita [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/188614828-64-k951530.jpg)