"Krystal.. Ini adalah kamarku dan ini adalah tempat tidurku dan (Kai melirik dan mengambil satu bantal dan selimut) ini bantal dan selimutmu, kau boleh tidur di sofa sana atau di bawah sini. Tapi ingat kau tidak boleh tidur di sampingku. Ingat itu" ucap Kai memperingatkan Krystal.
Kai kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang yang telah dipenuhi hiasan bunga mawar, dia memejamkan matanya dan menghirup aroma ruangannya.
Krystal melangkah dengan malas, dia mengambil bantal dan selimut itu dan menaruhnya di sofa. Sungguh malam ini merupakan hari yang sangat menyebalkan untuk Krystal.
Krystal menuju ke meja rias, dia melepaskan satu per satu perhiasan yang masih melekat di tubuhnya.
Tanpa dia sadari, Kai menatap sejenak Krystal dengan tatapan yang kagum. Tapi dia secepatnya menepis perasaan itu. Dia kembali memejamkan matanya.
Setelah selesai melepaskan perhiasannya, dia mengambil handuk dan baju tidur di dalam kopernya. Kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sementara Kai, dia sudah terlelap dengan kemeja dan jas yang dia pakai di pernikahannya tadi.
***
Cahaya kilau matahari yang menembus gorden kamar itu mengusik tidur lelap Krystal. Dia mengucek matanya dan menguap. Dia melemaskan otot-otot yang masih terasa pegal karena tidur di sofa yang sempit tak ada ruang gerak yang nyaman.
Dia sesekali menatap Kai yang masih tertidur dengan sangat nyamannya. Dia mendengus kesal. Krystal kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
***
"Mom.. Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Krystal saat menghampiri Tiffany di dapur.
"Hei.. Kau sudah bangun sayang, bagaimana tidurmu? Pasti sangat nyenyak, kan?" goda Tiffany.
Krystal hanya menarik sudut bibirnya.
"Mom.. Biar aku saja yang masak. Dan mom, duduk saja di meja makan dan tunggu saja sarapannya disana" ucap Krystal dengan mendorong pelan tubuh Tiffany untuk pergi dari dapur.
"Hei.. Apa kau yakin?"
Krystal mengangguk dengan sangat cepat.
Dia kemudian membuat adonan pancake dan sausnya serta makanan lainnya. Memasak bukanlah hal yang baru bagi Krystal, karena dari dulu Yoona memang sudah mengajarkan kepadanya untuk mandiri. Jadi tak heran jika Krystal sudah mahir dalam hal memasak.
***
"Mom.. Mengapa kemejaku belum kau siapkan? Padahal hari ini adalah hari pertamaku bergabung di perusahaan kita" keluh Kai.
Krystal yang sedang menaruh makanan di meja makan langsung menoleh, dia benar-benar melupakan tugasnya untuk menyiapkan baju kantor Kai.
Tiffany hanya tersenyum dan melirik ke arah Krystal.
"Nak, kau kan sudah menikah jadi seharusnya yang mempersiapkan pakaian kerjamu adalah Krystal, bukan ibu lagi"
Kai melirik ke arah Krystal, dia hanya memasang ekspresi kesalnya.
"Maafkan aku, Kai, aku lupa. Sebentar aku akan siapkan pakaianmu"
Krystal berlalu dan menuju ke lantai atas, kamar mereka.
Sementara Kai hanya menarik nafasnya dalam sebelum dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
***
Kai telah rapi dengan kemeja warna biru dongker dan jas abu-abu. Dia terus menatap tubuhnya di cermin, sesekali dia memutar tubuhnya untuk memastikan jika semuanya sempurna.
Dia kemudian mengambil tas kerjanya dan mulai melangkahkan kakinya dengan pasti.
TAP.. TAP.. TAP..
Suara langkah Kai terasa menggema, seluruh mata menatap kagum dan tersenyum ke arah Kai, terkecuali Krystal. Dia masih sibuk menuangkan minuman dan memberikan pancake dengan saus untuk mertuanya.
"Wah.. Kai.. Kau sangat tampan dengan pakaian ini, mungkin nanti semua mata akan selalu menatapmu disana" puji Tiffany.
Kai tersenyum dengan penuh percaya diri.
"Perfect Kai.. Ayah kagum dengan selera berpakaianmu sekarang"
Krystal menoleh sebentar ke arah Kai tanpa sengaja kedua mata mereka beradu. Kai secepatnya mengalihkan pandangannya. Dia kemudian menarik kursi dan duduk disana.
Krystal menghampiri Kai dengan memberikan pancake dan sausnya. Krystal kemudian pergi kembali ke dapur.
Kai menatap punggung Krystal yang perlahan menjauh.
***
"Perkenalkan.. Ini adalah putraku, Kim Kai.. Mulai sekarang dia yang akan memegang kuasa untuk menangani perusahaan ini, aku sudah memberikan wewenang penuh kepadanya untuk mengurus perusahaan ini" ucap Siwon dengan lantang.
Seluruh staff dan kolega yang berada di ruang itu tersenyum saat melihat ke arah Kai, sementara itu staff wanita yang lain menatap kagum ke arah CEO barunya yang masih muda dan tampan itu.
Kai melemparkan senyuman yang manis kepada seluruh staff dan kolega yang berada di ruang meeting itu.
"Salam.. Saya Kai.. Mohon bimbingannya"
Ucapan Kai disertai jawaban iya dan anggukan dari seluruh orang yang berada di dalam sana.
***
"Kai.. Ini ruanganmu, dan perkenalkan dia Sehun dan dia adalah sekretaris pribadimu?" ucap Siwon.
Kai seolah tak percaya jika ayahnya memberikannya seorang sekretaris pria bukan wanita.
Sehun tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Selamat datang tuan dan selamat bergabung di perusahaan ini" ucapnya.
Kai mengulurkan tangannya dan tersenyum kaku.
"Ayah harap kau dan Sehun dapat menjalin kerjasama yang baik Kai" ucap Siwon dengan menepuk bahu Kai.
Kai hanya mengangguk.
"Baiklah.. Ayah tinggal dulu, selamat bekerja"
"Baik ayah"
Kai kemudian melangkahkan kakinya dengan sangat malas saat memasuki ruangannya. Dia merebahkan tubuhnya di sofa itu. Dia menutup kedua matanya mengingat apa yang terjadi kemarin.
Sebuah kenyataan pahit di hidupnya saat dia harus terpaksa menikah dengan wanita yang tidak dia cintai.
Dia menarik nafasnya dalam saat mengingat kejadian kemarin.
To be continued...
KAMU SEDANG MEMBACA
Conscience
FanfictionMereka dijodohkan, mau tidak mau mereka harus menerimanya. Krystal masih memiliki kekasih begitu pun dengan Kai yang enggan mengurusi masalah pribadi istrinya. Namun perasaan asing dirasakan oleh Kai, ia yakin jika itu cinta. Namun karena gengsi, ia...
