"Kai.. Ku mohon bertahanlah" teriak Krystal saat pintu ruangan operasi itu memisahkan genggaman erat tangan mereka.
Krystal masih menangis tersedu, dia bersimpuh di lantai. Kakinya seolah tak lagi bertulang, terasa sangat lemas.
Airmatanya mengalir dengan sangat deras tak dapat lagi terbendung, hatinya seakan sangat perih saat melihat noda darah yang melekat di telapak tangan Krystal.
Masih terekam jelas di benak Krystal, bagaimana suaminya itu beraksi dengan sangat heroik, berlari sekuat tenaganya dan melindungi tubuh Krystal, namun naas tangannya tergores oleh papan seluncur sky yang tajam itu cukup dalam.
Krystal kembali meneteskan airmatanya, dia sadar jika dirinya saat ini berada di negeri orang, jika terjadi sesuatu dengan Kai apa yang dapat dia lakukan. Dia seolah kehilangan harapannya.
Tapi dia yakin jika suaminya adalah sosok pria yang sangat kuat, bukan?
Krystal terus menanti dan menatap lampu ruangan operasi yang masih menyala. Dia mengaitkan kedua tangannya dan menutup kedua matanya.
Dia berdoa kepada Tuhan agar memberikan pertolongannya kepada Kai.
Tiba-tiba dia merasakan sebuah tangan menyentuhnya.
"Are you patient's family?"
Krystal mengangguk cepat.
"His condition is very critical, he must immediately get a blood donor that matches his blood type. Is your blood group and patient the same?"
"No, no same"
Krystal menangis. Dia seolah kehilangan harapan.
Dokter itu mengusap wajahnya dengan sangat kasar.
(Aku pakai bahasa Indonesia aja yah, ahaha.. 😅😅)
"Maaf dokter.. Stock darah O negatif di Bank Darah kosong"
"Dokter aku mohon lakukanlah yang terbaik"
Tiba-tiba sesosok pria berbadan tegap datang.
"Golongan darahku O negatif, apa aku bisa mendonorkan darah untuknya?"
Krystal menatap ke empu suara itu, dia terkejut saat melihat pria yang berdiri tegap di hadapannya.
"Myungsoo"
Pria itu tersenyum.
"Ayo suster, aku bersedia untuk mendonorkan darahku"
"Baiklah.. Ikut denganku tuan"
Krystal menatap tubuh Myungsoo yang perlahan menjauh.
"Myungsoo.. Dia disini? Di tempat ini? Astaga"
Krystal mengusap wajahnya kasar, dia gelisah. Dia terus mondar mandir. Matanya terus tertuju ke sudut ruangan suster tadi membawa Myungsoo.
Tak lama Myungsoo kembali dengan senyuman khasnya.
"Kau menungguku?"
Krystal hanya terdiam, dia menatap lirih Myungsoo.
Entah mengapa Krystal tak bisa menahan hasratnya saat melihat pria yang sangat dia cintai.
Dia kemudian langsung menubruk tubuh Myungsoo dan memeluknya erat.
"Bodoh.. Ternyata selama ini kau lari kesini, kau biarkan aku menderita di Seoul sana tapi kau malah bersenang-senang disini" ucap Krystal dengan terisak.
Myungsoo mengembangkan senyuman di bibirnya, dia sangat senang karena sikap Krystal kepadanya masih sama.
"Kau masih mencintaiku?" bisik Myungsoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Conscience
ФанфикшнMereka dijodohkan, mau tidak mau mereka harus menerimanya. Krystal masih memiliki kekasih begitu pun dengan Kai yang enggan mengurusi masalah pribadi istrinya. Namun perasaan asing dirasakan oleh Kai, ia yakin jika itu cinta. Namun karena gengsi, ia...
