Airy menatap Erpan malas, "gak."
"Yakin?"
"Tentang snorlax?"
Erpan seketika menajamkan telinganya, "apa?"
"Ada dua hal topik pembicaraan yang menurut gue menarik, pertama tentang kak Dika, kedua tentang Snorlax. Selain itu, no."
"Snorlax itu apa?" Tanya Erpan melirik Bimo berharap ia mendapat jawaban.
"Nama Joni," jawab Bimo pelan di dekat telinga Erpan. Ya, dia bodoh karena telah bertanya pada Bimo.
"Kenapa? Lanjutin aja. Biar gampang urusannya ngedata anggota Aveonid berkurang satu," ucap Zion pada Erpan.
"Bubar! Bubar lu pada, gua usil doang tadi, sana! Sana! hush.. hush.." usir Erpan seketika pada murid yang memperhatikan mereka di koridor, mereka pun mulai pergi dan melanjutkan perjalanan masing-masing.
____________
Ketika jam 7.30 seluruh murid SMA Garuda kecuali anggota osis di kumpulkan di lapangan utama sekolah, kepala sekolah memberikan arahan singkat tentang acara yang akan diadakan serta peraturan yang tak boleh dilanggar seperti; berkelahi, bolos, mojok, dan sejenisnya. Seluruh kelas harus berpartisipasi dalam lomba, jika ada yang dilewati maka akan dihukum. Seluruh siswa siswi harus turun ke lapangan untuk mendukung anggota kelas nya masing-masing.
Seluruh anggota IPS 2 mengenakan baju kelas sedangkan Zion sendiri hanya mengenakan hoodie hitam andalannya, tak hanya itu, dia juga berdiri agak jauh dari rekan kelasnya. Ya... Dia seperti anak tiri, tersisihkan.
Pertandingan awal adalah memanah dan basket. Sebenarnya memanah tidak termasuk dalam olahraga yang diajarkan, namun satu tahun terakhir memanah telah menjadi salah satu esktrakurikuler di SMA Garuda.
"Satu cowok, satu cewek. Siapa yang berminat?" Tanya Daniel sang ketua kelas setelah mengumpulkan rekan kelas nya di pinggir lapangan.
"Yang cewek Rania aja," saran Bintang.
"Ehh, gak gak. Gue mau nonton basket, lagian gue mana bisa, yang ada panah nya terbang," celetuk Rania menolak.
"Bukannya lo ikut ektra memanah ya?" Tanya Rose melindungi wajahnya dari matahari menggunakan telapak tangannya.
"Dih, ga asik. Gue cuma masuk satu kali."
"Biar gue aja," ucap Airy mengangkat tangannya menyerahkan diri. Ia pernah mencobanya.
"Yang cowok?"
Tidak ada yang menjawab.
"Anto, mau?" Tanya Daniel.
"Ga bisa atuh, gua ikut basket," tolaknya.
"Semenjak kapan lo jadi anggota tim basket kelas kita?" Tanya Airy, seingatnya pria itu tidak termasuk.
"Semenjak gue dijadiin cadangan," jawabnya cepat.
"Ya udah, lo siap-siap dulu, ntar yang cowok nyusul. Soalnya sebagian besar cowok dari kelas kita ikut basket," instruksi Daniel pada Airy yang langsung merespon dengan anggukan kecil.
Airy pindah ke lokasi lomba, mereka diberi waktu 25 menit untuk mengumpulkan para peserta dan latihan. Di tepi area sudah banyak siswa siswi yang bersiap untuk menonton, dan juga ada dua orang yang memegang kamera untuk mengabadikan momen lomba hari ini.
Airy menggulung lengan bajunya kemudian mengambil busur panah yang telah disiapkan oleh anggota osis. Sebelum berlatih Airy meminum air mineral terlebih dahulu kemudian kembali ke posisi awalnya.
