Vote 10 aku up. Mohon pengertiannya.
______
"Pan. tato lo jelek banget. Kayak pake spidol," celetuk Bimo ketika melihat datang menghampiri mereka di kantin luar. Pria itu tampaknya sehabis mandi, rambutnya basah dan bajunya sudah diganti."Iya, mana tatto love lagi. Ga malu apa pas mau buatnya?" Tambah Aldo yang tengah menonton serial upin ipin terbaru.
"Bacot kalian bangsat," sembur Erpan meraih mengeluarkan sekotak rokok dan menyesapnya sebatang.
"Demi harga diri seorang cowok, mending lo ga usah ganggu adeknya Dika lagi. Gue paham lo kesel dia datang kemarin tapi siapa si yang bakal biarin saudara kandung sendiri di hantam sampai nyaris mati gitu?" Aldo angkat bicara.
"Zion aja gak marah, kenapa lo sewot?" balas Erpan rese.
"Zion mau marah sama enggak gak kebaca, dia masang muka santai bukan berarati dia tenang, lo juga pastinya udah paham gimana karakter Zion yang sulit ditebak itu."
Erpan tertawa besar, "lo nyeramahin gue gitu?"
"Apaan sih Pan, orang dia bener. Percuma tatto penuh di badan tapi ganggu cewek mulu," Anto menimpali.
"Jangan atur gue, ok?" Kata Erpan tidak suka diatur-atur. "Zion kemane nih?"
"Pulang. Dia kena usir kelasnya, ga boleh ikut ngehias kelas katanya," jawab Bimo.
"Kasian amat anak orang, mana masih muda." Erpan membalas. "Gue bolos juga dah kalo gitu, apaan cowok malah disuruh ikut ngehias kelas."
"Dari mana Ken? Ga sama Bintang?" Tanya Aldo pada Xander yang baru saja datang menggendarai motor.
"Bintang ga disini?" Xander bertanya balik.
"Palingan lagi pacaran sama si odong-odong, gue liat seharian mereka barengan. Mana sepanjangan jalan pukul-pukul manja lagi," celetuk Bimo melebih-lebihkan, yang ada mah saling tabok-tabokan, manja dari mana nya gak tuh?
"Eh, mau kemana?" Aldo tiba-tiba memanggil dua orang siswi yang hendak ke kantin namun berputar balik karena melihat kantinnya penuh. "Sini atuh, aku jagain.""Mau apa?" Tanya Aldo melompat dan menghampiri kedua siswi itu yang ternyata adlah Rania dan Rose. "Aku jajanin."
"Emang tampang gue kayak orang miskin ya?" Sinis Rania.
"Bukan gitu neng, kamu cantik sih soalnya aku jadi pengen jajanin gitu. Mau apa?"
"Ga perlu, duit gue banyak. Beli seluruh isi ni kantin sama bapak-bapaknya pun gue mampu."
"Oh ya udah, kalau sampe seisi kantin mau dibeli aku mah ga mampu," mundur Aldo mempersilahkan kedua orang itu.
"Hai, Rose," Aldo menyempatkan diri untuk menyapa Rose yang menatapnya tidak suka. "Bagus banget warna liptinitnya, jadi pengen milikin orangnya."
"Uwek....." Rania rekflek ingin muntah di situ juga mendengarnya, jujur, dia benar-benar mual. Tanpa dibuat-buat.
"Wah, udah berapa bulan itu?!" Teriak Bimo heboh sendiri.
"Diem lo jelek," sembur Rania.
"Astaga guys, sejelek itu kah aku? Nto, coba rate dari 1 sampe sepulu, seberapa jelek gue?" Pinta Bimo pada Anto.
"Lo mirip Ucup temennya si Adit di Sopo Jarwo, coba nilai sendiri," balas Anto.
"Kalian berdua bener-bener tipe gue, galak tapi lucu, judes tapi gemesin. Kalo lagi galau gue siap bahu ya," Aldo tersenyum manis, lagi.
Rania mengibas-ngibaskan tangannya, "Kita gak selevel. Level gue tuh kayak Pangeran Brunei, sekarang paham? Tahu bahasa inggris bulan sama pintu kan? Modal ganteng sama bawa martabak ke rumah gue mah ga bakal mempan."
