18# Jangan Mengganggu

4.3K 634 18
                                        

Maaf bila ada typo dan antek-anteknya
Jangan lupa spam vote dan komen!🙏💚
Enjoy Reading Juseyooo































Setelah selesai mengurus penyewaan apartemen yang akan ia tinggalkan. Ketika denting lift berbunyi Rose langsung menyeret kopernya ke lantai 9. Deru langkahnya terdengar keras dikoridor lantai, sambil berjalan Rose terus mencari-cari nomor kamarnya.

114

Rose segera membuka pintu apartemen ketika menemukan kamar yang ia maksud. Ah astaga, rose heran mengapa kamarnya berada di paling ujung koridor. Sangat jauh dari lift dimana ia turun tadi.

Setelah menutup pintu. Rose beranjak untuk membereskan barang-barangnya. Apartemen yang ia tempati tidak besar tetapi tidak kecil, praktisnya pas untuk dirinya yang sendirian seperti ini. Rose bergeming berdiam diri, menatap pantulan dirinya di cermin. Entah apa yang berada di pikirannya, Rose segera menggeleng takut-takut ia akan kerasukan makhluk halus nantinya.

Rose melupakan sesuatu. Sesuatu yang sangat ia suka. Dengan semangat, Rose berjalan ke arah jendela kamarnya. Menarik gorden hingga menunjukan pemandangan matahari yang perlahan turun ke ufuk barat. Ditemani oleh awan jingga dan angin yang berhembus kencang membuat hati Rose perlahan menghangat.

Rose menoleh kebelakang tepatnya diatas kasur saat ponselnya tiba-tiba berbunyi. Sedikit tidak senang bahwa kesenangannya diganggu oleh ponsel yang berdering namun, rasa kesal Rose menghilang dan berganti menjadi kesenangan berkali-kali lipat saat melihat nama prianya di sambungan video call.

Tidak bisa dipungkiri bahwa jantung Rose berdetak lebih kencang dari biasanya saat mengangkat vc dari Jeffrey.

"lagi ngapain tuh?" wajah Jeffrey yang terlihat lelah terpampang jelas dilayar ponsel Roseanna.

Rose tersenyum simpul kemudian tanpa menjawab Jeffrey ia mengarahkan kamera dan juga dirinya nya ke arah sunset yang baru saja ia lihat. "Bagus kan? Aku abis beresin barang di apartemen."

"iya bagus banget, tuh dibelakangnya ada apa tuh hih."

Rose memutar bola matanya malas, kemudian terkekeh kecil saat Jeffrey menakut-nakutinya. "Ada matahari dong." jawabnya sembari meledek.

Jeffrey terkekeh kecil kemudian menggeleng melihat Roseanna yang masih terlihat malu-malu saat bertelepon dengannya. " Beresin sama siapa disana?"

Rose menunjukan seisi apartemennya dari view jendela. "aku sendiri."

Jeffrey berdecak, "katanya ada adik sepupu kamu, kenapa gak minta tolong aja?"

"Jisung masih kuliah belum pulang, lagi juga gak enak pasti capek."

"kalo kamu? Baru pulang gak?" tanya Jeffrey yang sedikit bernada sarkas.

Rose menyengir menampilkan deretan gigi putihnya. "Hehe iya."

"Tuhkan, kenapa gak nginep dulu aja sih, atau gak entaran aja. Kasian kamunya." desis Jeffrey.

"Kalau entaran Mulu kapan jadinya. Lagi kamu tuh bawel banget sih jae, sekarang aku tanya kamu gimana? Emang aku gak perhatiin rautan diwajahnya kamu hah?"

Jeffrey sontak menarik senyumnya selebar mungkin sampai rautan penat diwajahnya hilang. Rose mengulum bibirnya wajahnya perlahan memerah menahan tawa karena melihat wajah Jeffrey. "tuh, nggak kan? Hmmmm????" tanya Jeffrey lagi masih dengan senyuman lebar diwajahnya yang terkesan seperti joker.

Dare To The TrapCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang