...aku gak tau ini judulnya apa, tapi ini pokonya pesenan kalian semua...
🥀
"Gak apa-apa Sha, lo bakal jadi orang terindah yang pernah tersimpan di hati Renjun. Tenang aja, okay?"
Shuhua mengangguk sambil tersenyum pedih, gaun putih pengantin yang didominasi brukat dengan motif bunga-bunga itu seakan menjadi beban.
Shuhua menikah dengan salah satu pengusaha yang dipilih keluarganya, Eric.
Gadis itu sedih, bukan karena ia menikah dengan Eric. Tapi belahan jiwanya memang bukan lelaki itu, sedangkan Renjun, ia bahkan sudah memiliki anak sekarang.
Dengan Choi Jisu tentunya.
Dalam konteks ini, mereka tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Karena semua ini berawal dari Shuhua. Gadis itu sudah terikat perjodohan sebelumnya, namun masih saja bersikeras menjalin hubungan dengan Renjun.
Lia datang bukan sebagai orang ketiga, melainkan sebagai penolong kedua manusia yang kalap dalam hanyutnya perasaan.
Namun tanpa disangka, keduanya menjalin pertemanan hingga menikah. Memang, jodoh tidak ada yang tahu.
"Shuhua udah nikah, ini yang pacaran paling lama gak mau nikah?" Sindir Somi pada kedua pasangan awet yang belum juga mengikrarkan janji.
Jeno dan Siyeon hanya tersenyum malu, namun tak lama ada uluran undangan pernikahan dari mereka. "Bulan depan nih, elo pasangan alay kapan nyusul?" Sindir Siyeon balik.
Somi berdecih malas sambil mengambil undangan. "Asik euy, makan-makan mulu dah gue tiap minggu."
Meskipun sudah memiliki pasangan masing-masing, mereka masih sering berkumpul di rumah Siyeon. Shuhua bahkan nekat hingga tidak ingin mengganti bajunya.
Yangyang dan Yiren masih berpacaran hingga kini, entah kapan mereka akan menikah.
"Ini gak pada mau bakar-bakaran gitu? Heh lo tuan rumah jangan pura-pura gak paham ya!" Ujar Yiren, kali ini mereka mengajak gadis itu untuk bergabung bersama.
Siyeon mendengus sebal dan memilih bangkit dari sofa. "Dasar ya emang gak sabaran kalian. Tunggu yang beli makanan dulu elah!"
Yiren mengeryit bingung, "siapa?"
BRAK...!
"ASSALAMUALAIKUM SOBAT!"
Pintu rumah terbuka lebar menampilkan Haechan dan Jaemin yang tersenyum sumringah sambil membawa beberapa kantung plastik. "Sosis, baso, jagung, dan aneka seafood geus siap!"
"Pantes, gue gak tahu. Yang beli modelan didemit kayak gini. Datang tak diundang pulang tak diantar." Cibir Yiren yang dihadiahi geplakan dari Yangyang.
Haechan menatap jengkel pada gadis itu, baru saja ia ingin melontarkan kalimat balasan, Jaemin segera menyumpal mulutnya dengan tisu. Tidak lupa, kantung plastik yang ia bawa juga diberikan pada Haechan.
"Ampas tebu, awas aja maneh ya!"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐁 𝐀 𝐍 𝐃 𝐔 𝐍 𝐆 ✔️
General Fiction[ C O M P L E T E D ] Na Jaemin ft Shin Ryujin Kampus kamu punya Selebgram? Kalau Selebtwit ada gak? Terus misalnya mereka kolab bakal kayak gimana ya? W A R N I N G ⚠️ Bahasa lokal mix sunda. start on mei, 2020. fin on june, 2020 [17-06-2020] Rank...
