Author POVSetelah kejadian dirooftop beberapa hari yang lalu. hubungan antara cara dan juna semakin tidak baik baik saja.
juna yang biasanya sering menjahili caramel pun sekarang lebih memilih diam dan tidak menghiraukan keberadaan cara.
flashback on
setelah bel istirahat berbunyi, caramel segera menuju rooftop sekolah untuk bertemu dengan juna.
suara notif dari handphone cara terdengar, menandakan bahwa ada pesan masuk dari seseorang.
Juned:
lo tunggu aja dirooftop, gue ada urusan sebentar.setelah membaca pesan dari juna, ia memilih duduk dibangku rooftop tempat biasanya ia memberikan les kepada juna.
caramel menghembuskan nafas pelan, semoga keputusannya ini tidak salah. ia sudah memutuskan untuk mengundurkan diri menjadi guru privatnya juna. ia tidak akan lagi berhubungan dengan juna.
bukannya takut dengan alana, cara hanya tak mau saja berurusan dengan makhluk satu itu. apalagi sampai membawa sahabat sahabatnya.
"apa yang mau lo omongin sama gue?" tanya juna tiba tiba.
cara terperanjat kaget melihat juna yang sudah duduk disampingnya.
"astaghfirullah, ngagetin gue aja lo njir,"seru cara seraya mengubah posisi duduknya.
"lahh salah sendiri nglamun," jawab juna enteng.
"udah cepet mau ngomong apa, gue sibuk nih,"lanjut juna.
"gue mau elo jelasin ke alana klo kita tuh gaada hubungan apa apa, dia tuh nuduh gue ngambil elo dari dia gara gara waktu itu dia ngliat kita jalan bareng,"cerocos cara.
"lah emangnya dia siapa gue, kenapa gue harus jelasin ke dia?"tanya juna menatap caramel.
"dia itu suka sama elo jun, dia gamau liat lo deket sama gue, ya walaupun kita deketnya cuman karna lo les privat sama gue, tapi dia tuh mikirnya kita ada apa apa." ucap cara menjelaskan.
"yaudh sih gausah di dengerin, repot amat,"balas juna enteng.
"elo sih gapapa, gue yang kena,"jawab cara mulai emosi.
"Astagaaaaa,"ucap juna mengacak rambutnya.
"oke oke, gue bakalan jelasin ke dia klo kita tuh gaada hubungan apa apa,puas?" sambung juna.
cara menarik nafas panjang, "dan satu lagi, gue mau ngundurin diri jadi guru privat lo,"ujar cara tenang.
"Hahh maksud lo?"
"gue rasa sekarang lo udah mulai paham sama materi jurusan, lo tinggal baca baca lagi aja dari buku yang bu rahma kasih. klo ada yang belum jelas lo bisa minta bantuan nisa atau sindi."
Juna masih setia mendengarkan caramel.
"nanti biar gue aja yang ngejasin ke bu rahma klo gue yang ngundurin diri, supaya bu rahma minta tolong Sindi atau nisa buat jadi guru privat lo,"ujar caramel panjang lebar.
juna tersenyum miring. "Lo ngundurin diri karna Alana, dia ngancem lo?" tanya Juna menyelidik.
"Gue ngundurin diri atas kemauan gue sendiri, bukan karna alana. gue capek ngajarin lo, lo tuh selalu buat gue kesel, lo tuh nggk pernah serius klo diajarin. gue juga nggk bisa bagi waktu buat hal-hal lain,"jawab cara bohong. pasalnya bukan karna itu ia mengundurkan diri, bukan karna juna tak pernah serius, walaupun Juna sering main main ketika belajar, tapi juna cukup pintar untuk memahami apa yang cara ajarkan.
Juna tersenyum pahit. "Bukannya selama ini lo fine fine aja?"
"maaf,"ujar cara lirih.
"oke klo itu mau lo,"
"gue minta maaf sama lo karna udah ngrepotin lo selama ini, dan gue berterima kasih atas apa yang udh lo ajarin ke gue."
"dan gue janji nggk akan ganggu lo, nggk akan ngrepotin lo lagi."ucap juna sembari membuang muka.
caramel tak menanggapi ucapan juna.
'kenapa gue jadi sedih banget gini ya ngliat juna ngomong kek gini' ucap cara dalam hati.
"Gue duluan,"pamit juna.
"huffft, jangan nangis jangan nangis,"ucap cara seraya mendongakkan kepalanya agar air matanya tidak meluncur bebas sekarang juga.
"ini gue kenapa sih, cuman kek gini aja kok mewek?" tanya cara pada dirinya sendiri.
Flashback off
"Caramel myesya." panggil guru yang sejak tadi sedang sibuk membagikan hasil ulangan harian mereka.
"Caramel,"panggilnya lagi.
yang dipanggil sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
"hehh,"panggil bela bermaksud menyadarkan caramel yang sejak tadi hanya mencoret coret bukunya.
"apaan?"tanya caramel.
"itu dipanggil, kok malah,"
"ohh, iya hadir buk,"ujar cara buru buru beranjak dari tempat duduknya.
"kamu ini, nggk punya telinga apa gimana!?"bentak guru didepan.
"maaf buk,"ucap cara bersalah.
"Nihh, nilai ulangan harian kamu. pertahankan nilai kamu!" ujar guru tersebut seraya menyodorkan hasil ulangan harian cara.
"90,"gumam cara.
"terimakasih buk,"seru cara dengan senyum mengembang. baru kali ini ia mendapatkan nilai ulangan harian tertinggi kedua dikelas, biasanya ia selalu berada di peringkat ke 5 atau ke 6.
Ternyata usahanya selama ini tidak sia sia, karna ia yakin selama kita mau berusaha tidak ada yang tidak mungkin.
_________
Maaf ye, klo endingnya kurang gimanaaa gitu. dan maaf juga jika penulisannya kurang tepat atau gimana hehe...
Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca lapak ini. jika tidak merepotkan, mohon tinggalkan jejak :))
Salam hangat dari author
❤️

KAMU SEDANG MEMBACA
Caramel
Randomcaramel myesya, gadis cantik dengan mata coklat yang sangat menyukai hujan dan basket. menurutnya bahagia adalah hujan. tapi sejak dia datang, hujan bukan lah satu satunya hal yang membuat dirinya bahagia. "Ketika cinta menyempurnakan segalanya" -ca...