chapter 29 here's!!!
Enjoy this chapter yaaa, dan jangan lupa juga untuk vote nya teman" :^
Tengkyuuu~ <3
.
Nadifa's side.
"Demi apa mereka berkencan?"
"Waw, terkejut sekali"
"Aaa kapalku akhirnya berlayar!"
"Mereka sepertinya terlibat cinta lokasi"
"Biarlah mereka berkencan. Jaemin memang lebih pantas untuk Heejin dibanding perempuan yang kemarin sempat dikabarkan dengannya"
Setetes air mata lolos dari kedua mataku. Rasanya sesak sekali ketika membaca tanggapan para netijen itu terhadap rumor sekarang yang sedang hangat-hangatnya.
Jaemin berkencan. Dengan Heejin. Perempuan yang sering dicocok-cocoki dengannya.
Astaga. Aku tidak tahu apakah aku pantas merasakan ini atau tidak, tapi... aku merasa sangat kecewa. Bagaimana tidak, Jaemin berjanji padaku untuk kembali, tapi, ia malah berkencan dengan orang lain.
Walaupun masih sekedar rumor. Tapi, tidak menutup kemungkinan kan kalau berita itu benar?
Heejin wanita yang cantik. Siapa yang tidak suka dengannya?
Aku yang perempuan saja suka padanya. Maaf, maksudnya suka karena ia lebih cantik dariku. Tolong jangan salah paham.
Satu panggilan masuk membuyarkan lamunanku. Nama Andara terpampang di layar ponselku.
"Halo halo! Nad!"
"Kenapa Dar?" ucapku lembut.
"Lo baik-baik aja? Mau ketemu?" ucap Andara dengan penuh rasa khawatir.
"Mau ngapain?"
"Pasti lo... sakit hati banget ya?"
Aku terkekeh kecil, kemudian tersenyum getir. "Gak Dar, gue gapapa"
"Gue gak yakin Nad. Disaat kaya gini, pasti lo butuh temen buat cerita. Ayo kita ketemu, lo bisa cerita apa yang lo rasain semuanya sama gue."
"Gak, gue gapapa. Serius"
"Jangan boong Nad. Gue paham apa yang lagi lo rasain sekarang. Gue kerumah lo ya?"
"Gak, gak usah Dar. Biarin gue sendiri dulu ya, please?"
Terdengar helaan nafas pasrah dari Andara. "Ya udah. Tapi kalo lo butuh temen buat cerita, panggil gue. Oke?!"
"Haha, siap siap"
Telepon diputuskan hubungan olehku. Tanpa sadar, diriku tiba-tiba sudah tersungkur kebawah, lalu menunduk sendu. Kedua mataku sudah tidak bisa lagi membendung air mata yang sedari tadi aku tahan. Dan detik selanjutnya, yang terdengar hanyalah raungan kecewa dan tangis yang pecah.
KAMU SEDANG MEMBACA
For 14 Days | Na Jaemin
Fanfiction[14 days project] Tentang aku si perempuan yang dengan tidak tahu dirinya mencintai seorang Na Jaemin yang notabene nya adalah idolaku. Aku mencintai nya, mari kita kutip 'mencintai' dalam arti yang lebih analitis. Perjalanan kita dimulai dalam w...
