Nah kan labil aku nya nih, kayanya tamatnya gak di chapter ini guys.
Gak tau di chapter berapa wkwkw
Pokoknya stay tune! :^
Happy reading, and...
tap bintang nya jangan lupaaa :^
.
Two months later.
Seoul.
Jaemin sedang asyik menonton serial kartun Tayo ditengah-tengah jadwal kosongnya sekarang. Hari ini ia dan member seper-tim nya tidak ada jadwal apapun. Benar-benar kosong. Maka dari itu, para member yang lain sekarang tengah menikmati waktu senggang mereka dengan bermain diluar. Mungkin semacam hangout bersama. Karena selama ini mereka selalu disuguhkan oleh jadwal yang padat yang membuat mereka memiliki waktu sedikit untuk hangout. Akhirnya.
Jaemin memilih untuk menetap di dorm. Ia juga dengan sangat baik hatinya menawarkan para member lain untuk pulang tepat waktu karena ia akan memasak untuk mereka. Jaemin memang benar-benar seperti sosok ibu di dorm.
Tok tok tok!
Pintu dorm diketuk oleh seseorang yang tidak diketahui siapa oleh Jaemin. Dengan segera ia menjeda sebentar serial kartun yang tengah ia tonton itu di ponselnya, dan melangkah menuju pintu guna mengetahui siapa yang datang.
Srettt
Pintu terbuka. Ternyata sosok manager-nim yang muncul dihadapan Jaemin sekarang.
"Ada apa manager-nim?"
Manager-nim menghela nafas pelan.
"Kau dipanggil untuk ke ruangan CEO-nim"
Jaemin sedikit tersentak heran. "Memangnya ada apa? Bukannya masalah yang kemarin sudah di konfirmasi? Apa ada masalah lain?" tanya Jaemin bingung.
Manager-nim mengacak rambut frustasi. Ia kemudian menghela nafas panjang.
"Ah mwolla, kau kesana saja lah. Aku tidak tahu ada apa, aku hanya disuruh untuk memanggilmu saja" sebal manager-nim.
Jaemin menganggukkan kepala ragu. Kemudian mengangkat langkah menuju ruangan CEO-nim.
🔸🔸🔸
"Permisi CEO-nim. Ini Jaemin"
Jaemin sudah mengetuk pintu ruangan CEO-nim beberapa kali tadi. Tak ada jawaban dari dalam sampai detik ini. Ia ingin masuk begitu saja, tapi itu tidak akan sopan untuk dilakukan.
Drap!
Seseorang menepuk bahu Jaemin tiba-tiba. Jaemin yang terkejut dengan segera menoleh kebelakang dan mendapatkan sosok CEO-nim yang tengah memandang ia lesu.
Jaemin membungkuk sopan kemudian kearah CEO-nim. Pria tua itu membalas Jaemin tersenyum.
"Ayo masuk"
KAMU SEDANG MEMBACA
For 14 Days | Na Jaemin
Fiksi Penggemar[14 days project] Tentang aku si perempuan yang dengan tidak tahu dirinya mencintai seorang Na Jaemin yang notabene nya adalah idolaku. Aku mencintai nya, mari kita kutip 'mencintai' dalam arti yang lebih analitis. Perjalanan kita dimulai dalam w...
