"Blue .. temani aku malam ini" .
"A..apa Plan", Blue hanya melongo dengan lontaran Plan .
"aku mohon", Plan menggenggam pergelangan tangan Blue dengan raut wajah yang tampak memelas .
Blue hanya sedikit terkejut walau mereka sudah lama menjadi teman atau atasan dan bawahan tapi ini untuk pertama kali nya Plan meminta nya untuk menemani Plan .
"Baiklah aku tidak memaksa mu", lanjut Plan dan melepaskan genggaman itu dan berlalu pergi meninggalkan Blue yang hanya berdiri mematung menatap kepergian Plan .
Blue menghela nafas nya merasa bersalah pada Plan . kemudian langkah Blue membawa nya kepintu Cafe untuk menguncinya dan mematikan lampu nya . setelah semua nya beres Blue pergi melangkah ke ruangan pribadi milik Plan . Derap langkah nya begitu pelan hingga tak terdengar decitan dari sepatu nya . Blue tengah mengetuk pintu ruangan pribadi milik Plan namun tidak ada sahutan sama sekali hanya keheningan yang menyahutnya .
"Plan" .
Hening..
"Plan" .
Hening...
"Plan Rathavit", Blue terus memanggil nama Plan dengan mengetuk-ngetuk pintu itu namun sama sekali tidak ada sahutan dari dalam . Otak Blue mulai berpikir yang tidak-tidak , sampai akhirnya Blue menerobos masuk karena pintu itu tidak terkunci sama sekali .
Namun saat langkah Blue membawa nya ke salah satu ruangan dimana Plan tengah duduk di kursi mini bar dengan minuman alkohol dihadapan nya , Plan tengah menenggak segelas minuman itu .
Blue menghampiri Plan dan duduk dikursi samping laki-laki cantik itu . Blue menatap Plan yang kini tengah menatap kosong kearah gelas yang digenggam nya dari samping .
"apa kau sedang mempunyai masalah", tanya Blue . Namun Plan tidak menjawab nya , ia hanya menggenggam gelas nya erat-erat dan hampir mau menenggak lagi minuman beralkohol itu . Namun sayang gelas nya ditarik begitu saja oleh Blue .
"Kau tidak perlu meminum ini saat kau sedang mempunyai masalah" .
"ceritalah pada ku , aku akan mendengarkan mu", lanjut Blue .
"Jangan banyak mengomel aku tidak butuh omelan mu", desis Plan . Blue hanya menghela nafas nya , ia tahu Plan kini tengah mempunyai masalah . Namun Blue juga tidak tahu masalah apa yang tengah dihadapi Plan . Hingga suara Plan terdengar kembali oleh telinga milik Blue .
"Apa yang akan dilakukan sepasang kekasih saat mereka tidur dalam satu ranjang", ucap Plan tanpa menengok kearah Blue . Blue hanya terdiam dengan pertanyaan Plan , Blue tengah bingung harus menjawab apa .
"kau tidak perlu menjawab nya", Plan tengah tersenyum kecut .
"apa ini yang jadi masalah mu", tanya Blue kembali , ia berharap Plan menjawab pertanyaan nya sekarang .
"ya .. iya ini yang jadi masalah ku", Plan tanpa sadar berteriak tepat dihadapan wajah Blue membuat Blue sontak mematung dengan teriakan dari Plan . Plan menjatuhkan kepala nya diatas meja itu tidak peduli jika sakit menerpa kening nya sendiri .
Saat Blue tersadar kembali dan melihat Plan yang menenggelamkan kepala nya diantara tangan nya , tangan Blue ia bawa untuk mengelus punggung Plan . walau Blue masih belum seratus persen mengerti dengan masalah yang dihadapi Plan .
Hingga elusan itu berhenti saat dering dari ponsel Plan begitu nyaring menandakan ada panggilan masuk dari ponsel itu dan tertera nama seseorang disana .
Drrttt...Drrttt...
"Plan .. Mean menelpon mu", sedangkan Plan yang mendengarnya hanya berdecak . Plan enggan mengangkat telpon itu hingga deringan dari ponsel nya berhenti dengan sendiri nya . tapi beberapa detik kemudian ponsel itu berdering kembali .
Drrrtt...Drttt...
Plan berdecak kembali dan menjawab panggilan itu dengan setengah terpaksa .
"Halo" .
dari seberang sana dan itu bukan suara Mean melainkan suara seorang wanita .
"Neena", ucap Plan .
"ya ini aku Plan . aku menggunakan ponsel Mean karena aku lupa tidak membawa ponsel ku" .
ucap Neena dari seberang sana dengan terkekeh .
"kenapa kau belum pulang Plan",
lanjut Neena .
"Hum .. aku masih ada pekerjaan disini jadi mungkin aku akan menginap malam ini", Plan tengah melirik kearah Blue disampingnya yang tengah menatap Plan .
"jadi kau tidak akan pulang",
Neena tengah terkikik di seberang sana membuat Plan menaikan sebelah alisnya .
"Yahh...Mean hentikan",
itu Neena tengah tertawa . Plan hanya menengadahkan kepala nya mendengar Neena tengah tertawa bersama Mean . Hingga tak sadar setetes airmata turun melewati pipi nya . Blue sontak merengkuh bahu Plan dan menatap wajah cantik itu .
"jadi kau akan tidur bersama Mean", tanya Plan dengan pelan .
"Hum .. Mean yang memintaku Plan",
Neena terkekeh dengan jawaban nya .
"tidurlah aku masih banyak pekerjaan", Plan tengah berbohong .
"Baiklah .. selamat malam Plan jangan terlalu bekerja keras",
itu bukan Neena melainkan Mean . Plan hanya tersenyum miris dengan airmata yang melewati pipi nya .
"Hum", sahut Plan dengan isakan yang sempat terdengar oleh telinga Mean sebelum sambungan telepon itu terputus .
pippp ...
Plan yang memutus panggilan itu , dan menjatuhkan ponsel nya begitu saja hingga tergeletak di lantai .
Plan langsung menjatuhkan wajah nya ke dada Blue dengan isakan yang semakin keras . Blue memeluk dan mengelus punggung milik Plan untuk menenangkan nya . Hingga elusan nya terhenti saat Plan bertanya dengan suara yang teredam didada milik Blue .
"aku mencintai nya" .
"siapa yang kau maksud", tangan Blue membawa wajah Plan dan menatap mata sipit milik laki-laki cantik itu .
"apa itu Neena", tanya Blue kembali namun Plan menggeleng .
"Mean .. dia orang yang aku cintai", Plan tersenyum ditengah-tengah tangisan nya .
"kau mencintai Mean", suara Blue terdengar sangat pelan . Plan hanya mengangguk dan tersenyum .
"ya .. aku gay" .
Blue tidak mengeluarkan suara nya lagi namun ia membawa Plan kepelukan hangat nya . terus mengelus punggung milik laki-laki cantik itu hingga Plan sedikit tenang dan meredakan tangisan nya . Plan tampaknya membalas pelukan dari Blue dan memeluknya dengan erat , Plan merasa nyaman .
-:-:-:-
"ini sudah malam kau harus tidur , ok", ucap Blue dan mengelus pipi milik Plan . Plan kini tengah berbaring di ranjang nya dengan Blue yang duduk di tepi ranjang itu . Blue hendak bangkit namun pergelangan tangan nya di cekal oleh Plan .
"kau mau kemana", tanya Plan pada Blue yang masih tidak melepaskan genggaman itu .
"aku tidak akan kemana-mana .. aku akan tetap berada disini menemani mu Plan" .
"aku akan tidur di sofa itu", lanjut Blue dan menunjuk sofa yang tidak jauh dari ranjang milik Plan .
"tidurlah disini", Plan tengah menepuk tempat kosong disamping nya .
"ta..tapi Plan", Blue tergagap dengan ucapan nya sendiri .
"kalau kau tidak mau kau bisa pulang Blue", ucap Plan dengan tersenyum . tapi akhirnya Blue menuruti ucapan Plan , ia membuka pakaian nya dan hanya menggunakan boxer dan t-shirt tipis bewarna putih . Kini Plan dan Blue tengah tidur bersama . Dengan Plan yang menenggelamkan kepala nya kedada milik Blue .
-:-:-:-
sedangkan di tempat lain .. Seorang laki-laki tampan dengan seorang wanita yang tengah terlelap disamping nya , ia sedang menatap langit-langit kamar nya . kepala nya sedang berpikir apa yang terjadi pada sahabat mungil nya -Plan- .
Saat terakhir dipercakapan telpon tadi telinga nya sempat mendengar isakan seseorang dan Mean pun tidak bodoh orang itu tengah menangis . Mean bisa menebak kalau itu Plan , kalau bukan lalu siapa pikir Mean . Mean lagi-lagi menghela nafas nya , hingga mata nya perlahan tertutup menuju kealam tidurnya .
.
.
.
.
.
"eunghhh", lenguh seseorang dari balik selimutnya yang masih enggan untuk membuka matanya . Hingga ia merasa terganggu saat cahaya matahari menerobos masuk kekamar nya .
"jangan membuka nya", ucap Plan dengan suara seraknya dan menutupi wajahnya dengan selimut .
"ini sudah siang Plan", ucap Blue dan menyingkap selimut milik Plan . Hingga Plan mengerang kesal .
Mata itu dengan terpaksa perlahan terbuka .
"kau sudah mandi dan rapih" .
"Dan bahkan aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu" .
"aku harus kembali ke apartemen ku untuk mengganti pakaian ku dan kembali lagi ke cafe", lanjut Blue . Plan langsung beranjak dari ranjang nya dan melangkah pergi kearah lemari pakaian nya . Plan tengah mengambil kemeja dan celana milik nya .
"pakailah .. ini ukuran nya cukup besar dan akan pas di tubuh mu", Plan menyodorkan pakaian itu .
"jadi kau tidak usah ke apartement mu . temani aku sarapan pagi ini", itu seperti sebuah perintah .
"Plan apa kau sedang memerintah ku", ucap Blue dengan terkekeh .
"bukan perintah hanya permintaan dari orang yang sedang patah hati", sahut Plan dan berlalu pergi ke kamar mandi . Sedangkan Blue langsung mengganti pakaian nya .
-:-:-:-
tiga orang tengah sarapan pagi ini dengan roti panggang dan secangkir kopi milik Mean dan Perth sedangkan siwanita tengah menikmati segelas susu vanila nya . Mereka tengah menikmati sarapan dengan santai . Hingga hening itu terpecahkan oleh suara seseorang .
"aku tidak melihat Plan .. apa dia masih bergelung didalam selimut", tanya Perth pada dua sahabat nya .
"Plan tidak pulang Perth", sahut Neena .
"ah jadi dia menginap lagi", Neena tampak mengangguk sebagai jawaban . sedangkan Mean yang duduk disamping Neena tampak melamun saat telinga nya mendengar nama Plan . pikiran nya kembali ketadi malam saat percakapan terakhirnya bersama laki-laki cantik itu .
KAMU SEDANG MEMBACA
PLEASE DON'T! (Completed)
Fanfictionremake kali ini dari fanfiction lagi dengan nama akun @.Defirelight 🙏
