Chapter 9

894 86 6
                                        

Plan kembali menjalani aktifitasnya seperti biasa . ia kini sedang berada di Cafe nya dengan lembaran kertas dan secangkir kopi diatas meja kerja nya .

Hari ini Plan tampak fokus dengan pekerjaan nya tanpa memikirkan hal-hal yang lain nya .

Ditemani oleh iringan musik yang manis membuat bibir cherry milik Plan tersenyum .

Bibir mungil itupun sesekali mengikuti lirik lagu itu . Hati Plan kembali merasakan perasaan yang sama seperti tiga tahun lalu sampai sekarang , bahkan perasaan itu tidak pernah berubah . Bagaimana cinta pertama nya membuat jantung nya selalu berdetak dengan ritme yang cepat .

Hingga suara ketukan terdengar dari luar ruangan kerja nya membuat Plan berdecak saat seseorang lagi-lagi mengganggu nya . Pintu itu pun terbuka dan tampaklah seorang laki-laki tinggi itu Blue dengan senyuman nya dan langsung duduk begitu saja di hadapan Plan .

"Sibuk", sapa Blue tapi Plan menggelengkan kepalanya .

"tidak terlalu", sahutnya .

"Hum", Blue mengangguk-anggukan kepala nya .

"Bagaimana dengan hari besok , tapi ku lihat dari raut muka mu terlihat senang . apa kau tak ingin menghentikan mereka Plan", lanjut Blue .

"Blue .. kau membuat goodmood ku jadi bad", desis Plan . Dan Blue hanya terkekeh dan mengangkat jari telunjuk dan tengahnya kedepan wajah Plan . Simungil hanya mendengus kesal .

Plan dan Blue melanjutkan obrolan nya kembali . Hanya seputar pekerjaan mereka , dan sesekali membicarakan kehidupan nya masing-masing . Sudah dua tahun Plan dan Blue menjadi teman , namun sejak hari itulah pertemanan itu semakin membuat mereka dekat . Bagaimana sikap Blue yang selalu membuat Plan nyaman dan menjadi seseorang yang selalu ada untuk laki-laki mungil ini disaat Plan membutuhkan pelukan seseorang .

Plan mungkin bisa bersama Blue karena mereka sama . Blue mencintai Plan , namun sayang perasaan laki-laki mungil ini hanya untuk seseorang .

ting...

Suara ponsel Plan berbunyi tanda ada sebuah pesan masuk . Plan memeriksa pesan itu dan membuka nya , itu dari orang yang dicintai nya .

From : MP

05.30

Plan .. temui aku di butik temanku .

sekarang , ok !

Plan menghela nafasnya cukup pelan dan mengetik pesan balasan untuk Mean .

To : MP

05.31

Baiklah .

Aku segera kesana .

"Sepertinya aku harus pergi", ucap Plan menunjukan isi pesan nya kearah Blue dan bangkit dari kursi nya . Blue hanya berdecak saat maniknya melihat nama laki-laki itu .

"Mau aku antar" .

.

.

.

Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk Plan sampai ditempat dimana Mean tengah menunggu nya . Disana laki-laki tinggi itu tengah duduk mengobrol berdua dengan pemilik butik ini . Mean melambaikan tangan nya kearah Plan saat manik sipitnya melihat sosok mungil itu . Plan melangkah menghampiri Mean dan Title si pemilik butik , dan menyapanya dengan ramah .

"Kau tidak lupa dengan sahabat ku kan" .

"tentu aku masih mengingatnya , Mean . Plan si laki-laki cantik dan manis", sahut Title dan Mean hanya terkekeh mendengarnya .

PLEASE DON'T! (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang