Kini Mean menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong . Hingga suara dari luar menyadarkan Mean dari lamunan nya .
Mean langsung beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar itu .
Saat kaki nya melangkah keluar , ia melihat seseorang sudah tersungkur dilantai dengan desisan nya .
"aishh..." .
#
#
ooOoo
#
#
"astaga .. apa yang kau lakukan , Plan" .
"menurut mu apa Mean , jelas aku terjatuh bukan sedang olahraga", cibir Plan .
Dan Mean membantu Plan untuk berdiri dan membawa nya kedalam kamar laki-laki tinggi itu .
"Kita bisa pergi kedokter besok untuk memeriksa pinggang mu", ucap Mean yang duduk disamping Plan .
"Hum .. aku akan meminta Blue untuk menemani ku besok", sahut Plan .
"Kenapa harus meminta nya saat aku bisa membantu mu , Plan . aku sahabat mu disini bukan laki-laki itu", decak Mean .
"kenapa kau jadi marah", cibir Plan dan Mean berdehem mendadak tenggorokan nya merasa kering . laki-laki tinggi itu berdiri dari tepi ranjang nya . Dan melangkah keluar dari kamar nya namun langkah nya terhenti .
"Mau kemana .. antarkan aku kekamar ku Mean . aku tidak bisa berjalan pinggang ku benar-benar sakit" .
"ini salahku , kenapa aku membawa mu ke kamar ku bukan kamar mu", cibir Mean dan Plan hanya berdecak mendengarnya .
Mean akhirnya membantu Plan dan menggendongnya dipunggung laki-laki tinggi itu . Tangan mungil Plan memeluk leher Mean dengan kepala yang Plan sandarkan dibahu laki-laki tinggi itu . Hingga deru nafas hangat milik Plan terasa di ceruk leher Mean , membuat reaksi tubuh laki-laki tinggi itu menggila . Dan detakan jantung Plan begitu terasa dipunggung Mean .
"Plan .." .
"Hum" .
"apa kau punya riwayat penyakit jantung" .
plakkk...
Sontak Plan memukul belakang kepala Mean dengan keras dan ...
Brukkk...
Plan terlepas dari gendongan Mean dan terjatuh begitu saja diatas lantai dengan tidak elitnya . Mean mendesis nyeri karena pukulan dari tangan mungilnya Plan yang begitu keras dan Plan meringis kesakitan saat pinggangnya lagi-lagi menjadi korban .
"Astaga Plan" .
"Mean kau benar-benar membuat pinggang ku semakin buruk", desis Plan .
"Ini karena kau memukul ku Plan", ucap Mean . Sedangkan Plan hanya meringis kesakitan .
"aku memukul mu karena pertanyaan bodohmu Mean", desis Plan .
"Aku hanya bertanya karena punggung ku merasakan detakan yang cepat dari jantung mu , Plan" .
"Sial", umpat Plan .
"kenapa kau malah mengumpat pada ku" .
"Cepat bantu aku berdiri", bukan nya menjawab Plan malah memerintah Mean .
Tangan besar Mean membantu Plan untuk berdiri dan ringisan itu keluar kembali dari bibir cherry milik laki-laki mungil itu .
Plan berjalan dengan tangan yang terus memegangi pinggang nya , dengan tubuh mungil itu yang sedikit membungkuk . Membuat Mean yang melihatnya hanya terkikik sendiri .
KAMU SEDANG MEMBACA
PLEASE DON'T! (Completed)
أدب الهواةremake kali ini dari fanfiction lagi dengan nama akun @.Defirelight 🙏
