Chapter 8

889 89 16
                                        

Kini Mean menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong . Hingga suara dari luar menyadarkan Mean dari lamunan nya .

Mean langsung beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar itu .

Saat kaki nya melangkah keluar , ia melihat seseorang sudah tersungkur dilantai dengan desisan nya .

"aishh..." .

#

#

ooOoo

#

#

"astaga .. apa yang kau lakukan , Plan" .

"menurut mu apa Mean , jelas aku terjatuh bukan sedang olahraga", cibir Plan .

Dan Mean membantu Plan untuk berdiri dan membawa nya kedalam kamar laki-laki tinggi itu .

"Kita bisa pergi kedokter besok untuk memeriksa pinggang mu", ucap Mean yang duduk disamping Plan .

"Hum .. aku akan meminta Blue untuk menemani ku besok", sahut Plan .

"Kenapa harus meminta nya saat aku bisa membantu mu , Plan . aku sahabat mu disini bukan laki-laki itu", decak Mean .

"kenapa kau jadi marah", cibir Plan dan Mean berdehem mendadak tenggorokan nya merasa kering . laki-laki tinggi itu berdiri dari tepi ranjang nya . Dan melangkah keluar dari kamar nya namun langkah nya terhenti .

"Mau kemana .. antarkan aku kekamar ku Mean . aku tidak bisa berjalan pinggang ku benar-benar sakit" .

"ini salahku , kenapa aku membawa mu ke kamar ku bukan kamar mu", cibir Mean dan Plan hanya berdecak mendengarnya .

Mean akhirnya membantu Plan dan menggendongnya dipunggung laki-laki tinggi itu . Tangan mungil Plan memeluk leher Mean dengan kepala yang Plan sandarkan dibahu laki-laki tinggi itu . Hingga deru nafas hangat milik Plan terasa di ceruk leher Mean , membuat reaksi tubuh laki-laki tinggi itu menggila . Dan detakan jantung Plan begitu terasa dipunggung Mean .

"Plan .." .

"Hum" .

"apa kau punya riwayat penyakit jantung" .

plakkk...

Sontak Plan memukul belakang kepala Mean dengan keras dan ...

Brukkk...

Plan terlepas dari gendongan Mean dan terjatuh begitu saja diatas lantai dengan tidak elitnya . Mean mendesis nyeri karena pukulan dari tangan mungilnya Plan yang begitu keras dan Plan meringis kesakitan saat pinggangnya lagi-lagi menjadi korban .

"Astaga Plan" .

"Mean kau benar-benar membuat pinggang ku semakin buruk", desis Plan .

"Ini karena kau memukul ku Plan", ucap Mean . Sedangkan Plan hanya meringis kesakitan .

"aku memukul mu karena pertanyaan bodohmu Mean", desis Plan .

"Aku hanya bertanya karena punggung ku merasakan detakan yang cepat dari jantung mu , Plan" .

"Sial", umpat Plan .

"kenapa kau malah mengumpat pada ku" .

"Cepat bantu aku berdiri", bukan nya menjawab Plan malah memerintah Mean .

Tangan besar Mean membantu Plan untuk berdiri dan ringisan itu keluar kembali dari bibir cherry milik laki-laki mungil itu .

Plan berjalan dengan tangan yang terus memegangi pinggang nya , dengan tubuh mungil itu yang sedikit membungkuk . Membuat Mean yang melihatnya hanya terkikik sendiri .

PLEASE DON'T! (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang