Chapter 14

949 72 23
                                        

Plan membawa Neena yang berada dipelukan nya untuk duduk di sofa empuk . Kaki nya melangkah kedapur dan membawa sebotol air mineral untuk wanita itu . Sedangkan Perth hanya menatap Neena dan Plan dengan wajah stoic nya . Perth memang merasa kasihan pada Neena bagaimana jika ia tahu tunangan nya sudah membohongi diri nya .

-:-:-:-

Plan dan Neena sedang diperjalanan menuju kediaman Neena. Plan terpaksa mengantarkan wanita ini karena tidak mungkin Plan menyuruhnya pulang seorang diri dengan menggunakan taxi . Sedangkan Mean masih enggan keluar dari kamar nya . Plan baru melihat sosok Mean yang seperti sekarang dan Plan cukup terkejut dibuat nya .

Setelah sampai ditempat tujuan Plan turun untuk membuka kan pintu dan Neena keluar dari mobil itu.

Sebelum masuk kerumah nya Neena memeluk Plan kembali . Tangan Plan mengelus punggung Neena dengan lembut .

"Jangan terlalu dipikirkan kejadian hari ini . Aku akan berbicara pada Mean", Dan Plan merasakan anggukan Neena dalam pelukan nya . Kemudian wanita itu melangkah masuk kedalam rumah nya .

.

.

Plan baru saja tiba dirumah kediaman nya . Ia langsung melangkah kearah kamar laki-laki tinggi itu . Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Plan masuk begitu saja . Terlihat Mean tengah berbaring memunggungi Plan , entah laki-laki itu tertidur atau tidak dan Plan memutuskan untuk melihat nya . Langkah kaki nya ia bawa ke ranjang Mean .

"Mean", Plan mencoba untuk memanggil nya namun tidak ada sahutan dari laki-laki itu .

"Kau sudah tidur" .

"Untuk apa kau kemari", ucap Mean dengan suara dingin nya . Plan hanya menghela nafas nya pelan , ia mengerti amarah Mean masih belum mereda .

"Kau masih marah", namun lagi-lagi tidak ada sahutan .

"Baiklah kalau kau marah pada ku ataupun pada Perth . Tapi aku minta jangan melampiaskan amarah mu pada Neena , kau benar-benar membuat nya ketakutan", Ucapan Plan hanya disahuti decakan kesal .

Plan hendak melangkah pergi namun ia tertahan diambang pintu saat Mean mengeluarkan suara nya .

"Kau memang bukan milik ku tapi kau sudah lama tinggal didalam hati ku" .

"Aku tahu itu", Dan Plan akhirnya keluar dari kamar Mean dan menutup pintu itu . Mean berbalik memandangi pintu yang sudah tertutup dengan rapat .

"Apa kau mengingat semua ucapan ku waktu malam itu", gumam Mean .

.

.

.

Hari-hari Plan lewati bahkan sejak insiden retaknya persahabat ketiga orang itu . Lebih tepatnya Mean dan Perth yang masih enggan untuk saling menatap dan bahkan tidak saling menyapa . Plan di buat pusing dengan sikap kedua nya yang sama-sama seperti ingin menerkam satu sama lain . Seperti saat ini ketiga nya sedang sarapan bersama namun aura dari kedua nya benar-benar mengerikan . Jika orang bisa melihat nya mungkin asap hitam menguar dari dalam tubuh kedua nya . Plan hanya bisa menghela nafas nya jengah ini juga karena salahnya sendiri melakukan hal bodoh karena satu kata cinta .

"Bisakah kalian damai" .

"Tidak/Tidak", sahut Mean dan Perth tampak berbarengan . Plan hanya mendengus kesal mendengar nya .

Saat Plan hendak memasukan roti nya kedalam mulut nya . Tiba-tiba perutnya berontak dengan refleks tangan nya menutup mulut nya dan berlari kearah kamar mandi.

Perth dan Mean saling pandang dan akhirnya mereka langsung berlari menyusul Plan .

"Hoeeeeekk..Hoeekkkk" .

PLEASE DON'T! (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang