Semenjak kejadian beberapa hari lalu, yang membuat Yeonjun khawatir akan perasaannya kepadaku. Kami sudah membicarakan nya dengan orang tuaku. Dan apa kalian tahu hasilnya? Yeonjun benar-benar makin menempel padaku. Ya tidak jika di sekolah. Tapi kalau sedang berdua, Yeonjun yang sekarang bukan Yeonjun yang dahulu aku kenal pertama kali.
Sekolah kami sedang mengadakan festival akhir sekolah bukan? Sedang semester selanjutnya kami akan naik kelas. Nilai sudah keluar dan nilai Yeonjun jauh dari ekspektasiku. Bukan, bukan lebih buruk namun lebih bagus dari yang aku duga. Ia benar-benar ingin hadiah dari ku ya? Sampai berjuang mati-matian mengejar nilai bagus. Yeonjun mendapat peringkat 10 besar. Dan karena hal itu, ia mengajak Beomgyu, aku, Huening Kai dan Taehyun makan bersama di kantin.
Seperti biasa, kelompok kami akan menjadi pemandangan yang sangat menarik untuk dilihat. Huening Kai dengan rambut blondenya, Taehyun dengan wajah pangerannya, Beomgyu yang terkenal sebagai moodmaker sekolah kami, dan Yeonjun, si preman sekolah dengan rambut biru nya yang dianggap nyentrik. Aku? Tentu saja aku dikenal sebagai salah satu pangeran -bukan hanya taehyun, di sekolah ini. Ada memang yang bisa mengalahkan pesona dari ketua Osis serta pemimpin tim basket?
Aku ikut mendengarkan ketika melihat Yeonjun berbicara dengan Beomgyu dan teman-temannya. Mulai sejak kapan ya? Semua berubah begitu cepat. Yeonjun yang sekarang sangat berbeda dengan Yeonjun yang dulu. Pipinya semakin gembul. Wajahnya lebih segar merona dan tidak pucat seperti dulu. Auranya berubah menjadi sosok yang menyenangkan. Bahkan ia bisa mengontrol emosinya ketimbang dulu. Rokok sudah ia buang jauh-jauh dari kehidupannya, karena aku mengancamnya tentu saja.
Saat sibuk mendengarkan obrolan mereka, tiba-tiba ada seorang perempuan yang mendatangi meja kami. Kami terdiam beberapa detik, hingga ia menyodorkan tangannya yang menenteng sebuah paper bag kecil berwarna cokelat.
"Yeonjun kan? Ini buat permintaan maaf kemarin karena sudah menabrakmu dan mengotori seragammu."
Kalian tahu apa yang kurasakan? Tiba-tiba saja aku merasa darahku memanas, seluruh tubuhku menegang, dan tanpa sadar aku menatap siswi tersebut dengan tajam. Yeonjun yang terkejut, menoleh ke arahku sekilas, lalu kembali memandangi orang itu.
"Ah, tidak perlu, aku sudah memaafkanmu. Tidak perlu repot-repot."
"Kenapa? Aku tidak memberinya racun kok, aku benar-benar tulus," lanjutnya lagi.
Aku melihat gelagat Yeonjun yang semakin gelisah. Ia menggaruk tengkuknya ragu. Ia mengerutkan dahinya. Menggigit bibir bawahnya. Kupikir ia akan menolak. Namun, saat tangannya meraih paper bag tersebut dan Yeonjun mengucapkan terimakasih. Saat itu juga aku berusaha mati-mati an menetralkan emosiku dan membuat wajahku seolah baik-baik saja.
Aku menoleh pada Huening Kai yang melihatku dengan iba, Beomgyu dan Taehyun hanya menatap aneh. Sontak aku tersenyum miring. Aku tidak boleh cemburu. Aku tidak boleh memarahinya hanya karena aku mengikuti egoku. Aku tidak ingin menyakiti Yeonjun.
"Em, terimakasih?" Dengarku saat Yeonjun berucap.
"Tidak perlu berterimakasih. Aku dari kelas sebelah omong-omong, namaku Yeji. Salam kenal ya Yeonjun."
Aku memperhatikan dengan jelas bagaimana perempuan itu tersenyum manis pada Yeonjun. Dan Yeonjun membalasnya dengan senyuman juga. Setelahnya, saat perempuan itu pergi, kantin yang tadinya sunyi mendadak kembali ramai. Ada yang bersiul. Ada yang terang-terang an menyebut bahwa Yeji dan Yeonjun terlihat begitu cocok.
"Kak Yeonjun benar-benar sudah berubah ya? Banyak yang menyukai Kakak sekarang, teman sekelasku saja berbicara bahwa Kak Yeonjun tidak semenyeramkan itu," kata Beomgyu.
Taehyun mengangguk, disusul Huening Kai membenarkan perkataan Beomgyu.
"Yuna memanggilku, ada yang harus di urus. Aku duluan ya? Yeonjun, jaga dirimu baik-baik."
YOU ARE READING
Eternity (Soojun)
RomanceLucunya, Yeonjun yang pengen banget deket sama Soobin tapi gengsi, secara dia preman sekolah (juga karena masalah lain). Dan Soobin si ketua Osis yang bucin banget sama Yeonjun. BXB, Mature content!
