#20

360 16 0
                                    

Tumpukkan kertas memenuhi meja xender.  pria itu merenggangkan sendi saat menyelesaikan lembaran terakhirnya. Bersandar di kursi kebesarannya sambil memejamkan matanya.

"Wakil direktur alexander devano xenzerland"

Xender membuka kelopak matanya. Sosok cilla tepat di depan mejanya.

"Aku lelah jadi bisakah kau pergi sekarang? Aku sedang tidak ingin berdebat" ucap xender sambil kembali memejamkan matanya.

"Dari dulu kau selalu jadi bayangan axe. Apa kau tidak lelah? Ucap cilla. Gadis itu melangkah mendekati xender.

"Siapa yang kau sebut bayangan? Kalau kau datang kesini karna ingin bicara omong kosong lebih baik simpan saja untuk mu sendiri"

"Kau selalu berpikir kalau kau dan axe itu sama. Tapi tidak dengan orang lain"

Xender membuka matanya menatap gadis di depannya.
"Dan menurut mu aku perduli?

"Oh ayolah xender. Kau tidak perlu berpura-pura tidak tau, satu-satunya keberuntunganmu adalah nama belakangmu itu. Tanpa itu kau bukan apa-apa. Tidak seperti axe, dengan atau tanpa nama xenzerland dia akan gemilang  karna kejeniusannya itu" ucap cilla sambil mengusap bahu xender.

Xender mendorong cilla menjauh dari tubuhnya.
"Kalau saja orang tua kita tidak berteman mungkin saat ini aku akan mengusir dengan kasar karna mulut sialanmu itu" balas xender sambil menatap tajam cilla.

"Aku hanya mengatakan apa yang aku
Dengar. Apa itu salah?

"Maksudmu?

Cilla tersenyum. Xender mulai jatuh ke perangkapnya
"Ku dengar beberapa karyawan khawatir karna kepergian axe. Mungkin mereka khawtir wakil direktur tidak bisa di andalkan seperti direktur mereka"

Xender memijit pelipisnya.
"Bisa kau pergi sekarang?

"Kau tidak tertarik dengan apa yang ku dengar selanjutnya? Ah... sayang sekali padahal aku juga mendengar mereka mengatakan kau itu pecundang tanpa margamu. Em... mereka juga bilang mungkin di dunia ini tidak ada yang benar-benar menginginkan mu. Katanya Kalian berdua seperti kerikil dan permata"

"Sudah selesai? Jika sudah, silahkan pergi" ucap xender acuh.

"Sebenarnya aku ingin mengatakan ini juga padamu"

Xender menghela napas. Ia kemudian beranjak berdiri. Cilla menahan lengan xender saat pria itu ingin pergi.

"Mereka salah xender, masih ada aku yang menginginkan mu. Meski pun orang bilang kau itu kutukkan aku tidak perduli"

Xender menghentikan langkahnya. Diam-diam cilla tersenyum licik, selangkah lagi ia bisa membuat hubungan xender hancur.
"Kau bilang apa tadi? Tanya xender datar

"Aku pernah mendengar ayahmu bicara dengan ayahku. Dia bilang kau itu kutukkan bagi ayahmu sejak kau lahir ibumu menjadi lemah dan sakit. Ia tidak bisa berdiri sendiri sejak melahirkanmu. Dia selalu pucat hingga akhir hayatnya"

Xender mengepal tangannya. Tidak! Ia tidak ingin percaya ini, ayahnya tidak mungkin melakukan itu. Xender tidak ingin mempercayai ini.
"Kau bohong" ucap xender pada akhirnya. Pria itu keluar lebih dulu meninggalkan cilla.

"Sedikit lagi xender. Kau akan menjadi milik ku, hanya aku. Aku tidak akan membiarkan ada orang lain di sisi mu selain aku. Tidak axe dan ayahmu ataupun kenzia" ucap cilla licik.

.

"Aku sedikit khawatir"

"Dengan apa?

"Itu, soal produk baru kita. Ku dengar pa direktur menyerahkan semua urusan itu pada adiknya"

CRAZY XENZERLAND ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang