23

9 1 0
                                        

Raina berjalan bersama Dara menuju kelas. Mereka terus bercerita dengan nyamannya. Tangan Raina sudah memegang hot americano pesanan Rendra setiap pagi. Mereka pergi ke kelas sekalian dengan Raina yang memberikan kopi untuk Rendra di lantai dua.

"Ehh lusa udah ganti bulan aja" ucap Dara.

"Iyaa yah cepet banget ga kerasa kita udah 3 bulan kuliah" timpal Raina.

"Hello November" ucap Dara kegirangan.

Raina menyadari sesuatu. "November?" tanya gadis itu pada diri sendiri.

"Dar gue baru nyadar besok hari terakhir gue jadi budak Rendra"

"Serius?"

"Iya akhirnya gue bisa terbebas juga dari cowok songong itu"

"Lo seneng apa sedih nih Ra? Kelihatannya lo seneng tapi sorot mata lo berkata lain"

"Berkata lain apa? Yah gue seneng lah ga perlu dia suruh-suruh lagi"

"Yakin?"

"Iya"

"Engga" Raina mencoba tersenyum kegirangan walaupun hatinya merasakan hal lain. Ia senang kontrak budaknya akan habis tapi disisi lain ia tak lagi punya alasan untuk bertemu cowok itu.

"Bentar ya Dar" ucap Raina yang sedikit berlari ke arah balkon lantai dua untuk memberikan kopi Rendra.

Disana ia melihat Rendra yang sedang menatap pemandangan di bawahnya. Raina berjalan mendekati cowok itu dan menepuk pundaknya pelan.

"Nih kopi lo"

Rendra menerima kopi pesanannya dan memberikan uang pada gadis itu.

"Kembalian"

"Ishh ga ada gue kembaliin besok jadi 5 ribu" ucap Raina yang sudah bisa menebak apa yang akan di katakan Rendra.

"Gausah" Rendra kembali berbalik ke arah balkon dan memandang sekitar dari atas.

"Hmm Ndra besok adalah hari terakhir gue jadi budak lo. Gue cuma ngingetin aja siapa tau lo lupa" ucap Raina.

"Hmm gitu ya?"

"Iyaa dan lo jangan nyuruh-nyuruh gue beli hot americano lagi" celetuk Raina.

"Lo bisa bantu gue carikan kalung yang hilang di taman kampus?" ucap Rendra. Ia baru ingat bahwa kalung yang seharusnya untuk Bu Winda sudah dibuangnya di taman. Cowok itu ingin menemukannya kembali.

"Kalung? Seperti apa bentuknya?"

"Gausah deh lupakan" Rendra berubah pikiran.

"Ehh beneran gue carikan"

"Gausah sebaiknya lo balik ke kelas" ucap cowok itu dengan wajahku datarnya.

Raina kembali menghampiri Dara yang telah menunggunya. Gadis itu berjalan perlahan menuju kelas sembari memikirkan ucapan Rendra barusan.

"Kalung?"

***

Setelah selesai dengan kegiatan di kampus Rendra langsung pergi ke rumah sakit. Ia sudah beberapa hari ini tak menjenguk ayahnya. Langkahnya menyusuri lorong rumah sakit dan segera menuju ruangan ayahnya di rawat.

Saat berada di depan pintu, Rendra melihat seorang petugas rumah sakit yang baru saja keluar dari ruangan ayahnya. Cowok itu mengernyitkan dahinya keheranan.

"Permisi anda tidak boleh menjenguk pasien saat ini" ucap salah satu petugas.

"Kenapa?" tanya Rendra.

HUMMING LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang