4

28 12 4
                                        

"Ra lo yang bener aja nantang The God" Dara tidak percaya setelah mendengar cerita dari temannya itu.

"Yang ada kita bisa kalah sebelum bertanding" lanjut Tika.

"Pokoknya gue ga terima kalo cara bermain musik kita diinjek-injek sama cowok songong itu" geram Raina.

"Apa?" beberapa orang tengah mendengarkan pembicaraan Raina dan teman-temannya.

"The God berani-beraninya mengomentari cara bermain musik dari prodi angklung kita?" tanya salah satu orang.

"Pokoknya kita harus buktikan bahwa The God bisa tunduk dibawah kita"

"Jangan mentang-mentang mereka populer. Tenang saja kita bakal dukung lo Ra" timpal lainnya.

Raina tersenyum dengan puas. Bahwa ada juga yang akan mendukungnya setidaknya beberapa orang seprodi sudah sepimikiran dengannya.

"Lalu kita bakal menampilkan apa?" tanya Fina.

"Kita membutuhkan musik yang bisa menangkap jiwa dari musik tradisional dan juga menarik perhatian orang-orang"

"Gimana kalo aransemen lagu Lathi-Weird Genius?" saran Fina.

"Lo gila itu musik DJ mau diaransemen gimana?" komentar Dara.

"Ide bagus" Raina setuju dengan pendapat Fina.

"Hah? Ra lo ga salah? Aransemen lagu itu susah tau" tanya Dara.

"Justru yang susah itu lebih menantang" ujar Raina.

"Kita punya waktu 5 hari untuk menyiapkan" jelas Raina.

"What? 5 hari?" Dara tak percaya dalam waktu sesingkat mungkin untuk membuat aransemen sesusah itu.

"Kumpulkan 15 orang dari prodi kita dulu" pinta Raina.

"Kita pasti bisa semangat!" lanjutnya.

***

Rendra memainkan gitarnya dengan semangat. Tidak biasanya ia memainkan gitar dengan perasaan kesal seperti ini. Membuat teman-temannya perlahan menyadari itu.

"Lo kenapa Ndra? Kesel?" tanya Dicky.

"Mau makan? Kebetulan nih gue udah laper banget" timpal Raihan.

"Kita harus latihan karena 5 hari lagi menuju pertandingan" ucap Rendra.

"Hah pertandingan? Pertandingan apaan?" tanya Raihan.

"Anak dari prodi angklung menantang. Kita harus buktikan itu" jeas Rendra.

"Ohh yaa? Biasanya lo ga tertarik dengan tantangan-tantangan sepele" komentar Dicky.

"Iya lo saat ini mudah banget terpancing tantangan walaupun lo orangnya santai" tambah Raihan.

"Jangan bilang tantangan itu dari cewek yang gantiin lo nyanyi waktu di opening restoran itu?" tanya Dicky.

"Ohh iyaa jangan-jangan Raina" tambah Raihan.

"Dia nyanyi waktu itu?" pertanyaan Raina dijawab anggukan oleh kedua temannya.

"Cieeeee rela terlibat masalah demi Ra...."

"Balik ke kelas udah bel" Rendra langsung memotong ucapan Raihan dan beranjak pergi ke kelas.

***

Raina pulang dengan wajah senangnya. Bagaimana tidak dalam waktu 2 jam ia telah menyelesaikan note angka dan chord aransemen lagunya. Ia menulisnya dalam kertas dan berencana akan mengetiknya sepulang dari kampus. Sesenangnya Raina hari ini membuatnya kurang respect untuk menghindari orang di depannya. Hingga ia bertabrakan dengan orang itu.

HUMMING LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang