Rendra merebahkan dirinya di kasur kesayangannya. Hari ini ia tak bersemangat lagi. Di kampus ia tidak bisa melihat orang yang ia sukai dengan orang lain. Ia beranjak dan mengambil gitarnya. Tak lama kemudian ibu mengetuk pintu kamarnya.
"Rendra ibu cuma mau bilang lusa kita udah pindahan rumah. Jadi kamu bisa beres-beres barangmu mulai sekarang"
"Iya"
"Kamu sudah makan? Ibu pesankan kalau lapar"
"Tidak Bu"
"Yakin?"
"Iya"
"Yasudah jika kamu mulai lapar bilang ibu"
"Iya"
"Jangan makan mie instan terus"
"Iya"
"Kamu itu hidup hanya untuk bilang iya doang" celetuk ibunya.
Rendra tak menanggapi ibunya lagi dan mulai bercengkrama dengan gitarnya. Tangannya mulai memetik senar dan mengalun suara yang indah.
Andai engkau tahu betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu
***
"Ra lo kemaren kemana aja sama kak Rega?" tanya Dara di sela-sela makannya di kantin.
"Di mall tempat biasa kita jalan-jalan"
"Yah ga seru"
"Ihh seru tau" ucap Raina.
"Nih nih aku kasih buat kalian satu satu jangan berebut" Raina membagikan boneka putih kepada Tika dan Dara.
"Ihh lucu banget thanks Ra" ucap Tika.
"Dapet darimana Ra?" tanya Dara.
"Dari maen-maen kemaren"
"Wihh setiap hari dong Ra kayak gini" ucap Tika.
"Yee lo mah yang gratisan langsung gercep" celetuk Dara.
"Ra lo tuh sebenernya suka Rendra apa kak Rega sih?" tanya Dara.
KAMU SEDANG MEMBACA
HUMMING LOVE
Fiksi RemajaSebuah kesalahan besar bagi Raina karena telah menerima tantangan cowok dingin, songong, dan menyebalkan seperti Rendra. Ia secara tidak langsung berurusan dengan kehidupan Rendra. Bahkan tentang perasaan cowok itu. Semakin dalam ia mencari tau sema...
