4. Kantin

111 22 2
                                    

Kucari tau tentangmu
Tanggal dan tahun lahirmu
Kupelajari rasi bintang
Menebak pribadimu
Tokoh kartun favoritmu
Dan warna kegemaranmu
Ku telusuri di titik mana
Kita kan bertemu
(Bius aku)
Bius aku dengan tatapanmu
Tatapanmu
(Misterimu)
Menyiksaku tapi sungguh candu
Sungguh candu
Lika liku labirinmu
Tak kan urungkan niatku
Betapa ku yakin kita bisa bersatu

🎵 labirin-Tulus🎵


"NAJAN MAYAR NA UNGGAL POE.......GAJIH SABULAN TEU NYUKUPAN......TUNG-TUNGNA GODAG-GADEG BARI JEUNG CAPE HATE. TUNGTUNGNAMAH DI IMAH NGEJO........" suara nyanyian bak kaleng rombeng tersebut berasal dari Aril.

"Syalalala......" timpal Bedul

"Asek asek josss."

Semua yang berada di kelas tertawa terbahak-bahak melihat konser absurd teman-teman nya itu.

"Ebuset. Si Aril sama Bedul sama-sama gila nya ya?" celetuk Fela yang sama menyaksikan konser absurd itu.

"Ya gitu deh," balas Nadya.

Brakkkkk

Suara dorongan pintu yang begitu keras. Membuat semua penghuni kelas diam tak berkutik dan mengarahkan tatapan mereka ke asal suara tersebut.

"ANJING ANJING CINDY GOBLOKKK!" teriak Alvin saat menyadari pelaku dari dobrakan pintu tersebut adalah Cindy si cewek bar-bar.

"Bangke. Gue kirain guru," ucap Bedul kesal.

"Si Bedul bego nya gak ketulungan. Mana ada jam sembilan guru baru dateng," ucap Cindy malas.

"Lah? Udah jam sembilan ternyata. Kok gue baru nyadar ya," ucap Aril menggaruk tekuk nya yang tak gatal.

"Gimana mau nyadar Aril....kan elo dari tadi ngadain konser dadakan sama Bedul di kelas," geram Fela.

"GUYS! TERNYATA PAK IRWAN GAK DATENG KE SINI ITU KARENA GURU-GURU LAGI ADA RAPAT BULANAN! JADI KITA BAKAL JAMKOS SETENGAH HARI YUHUUUUUU!" pekik Anisa yang baru saja memasuki kelas.

Semua para penghuni kelas 11 Ipa 2 terpekik bahagia. Bahkan ada yang sudah joged-joged di atas meja, ada juga yang lari-larian kesana keamari.

"Ini anak-anak kelas pada kenapa sih?" bisik Fela kepada Nadya.

"Ya bahagia dong Fela. Kan kita jamkos!" pekik nadya bahagia.

"Apa-apaan. Orang dari tadi juga kita jamkos. Tapi kok baru bahagi nya sekarang," ucap Fela mendengus.

*****

"Ril geser Ril. Aing gak kebagian," ucap Bedul berusaha menggeser tempat duduk Aril.

"Apasi Dul. Males geser ah," balas Aril tetap diam di tempat asal nya.

"Geser dong! Orang kursi sebelah lo juga masih kosong!" ucap Bedul kesal.

"Aduh-aduh! Apa-apaan ini?! Kenapa pada berantem sih?!" pekik Fela yang baru saja datang membawa nampan makanan bersama Nadya.

"Ya ampun Bedul. Dari tadi lo masih ngurusin tempat?" ucap Nadya heran.

"Si Aril kagak mau geser ni," ucap Bedul mengadu.

Aril memutar bola mata nya malas dan langsung saja menggeser tempat duduk nya agar Bedul bisa duduk dengan tenang dan tidak mengganggu nya lagi.

"Ih Aril pinter mau geser. Kan Bedul jadi makin sayang," ucap Bedul dengan nada nya yang terdengar sangat menyebalkan.

Tawa pun meledak. Hingga kini meja yang sudah di penuhi oleh sebagian murid kelas 11 Ipa 2 menjadi pusat perhatian karena kegaduhan yang mereka buat.

Takkk

"Awss...." ringis Bedul saat bagian belakang kepala nya di tabok oleh manusia tak ada akhlak itu.

"Ketawa mulu lo berisik," ucap Azka yang sudah menabok kepala Bedul.

"Eh bang Azka. Sini bang duduk," ucap Alvin mempersilahkan Azka duduk.

Dengan senang hati Azka menerima tawaran Alvin dan duduk di sebelah Fela yang sedang asik memakan mie ayam nya.

"Uhuk...uhuk..."

"Eh, sorry sorry kesenggol ya? Ini minum dulu," ucap Azka memberikan es jeruk kepada Fela yang dekatahui pemilik es jeruk tersebut adalah Rifki
yang sedang melotot.

"Apa lo?! Mau gue colok tuh mata?" ketus Azka kepada Rifki.

"Ngegas mulu lo! Itu minuman gue," ucap Rifki malas.

"Aduh maap ya Rif, gue ganti deh. Bentar ya mau gue pesenin dulu," ucap Fela yang hendak pergi untuk ke stan minuman.

"Biar gue aja," ucap Azka lalu segera membeli minuman baru untuk si nyai agar tidak rempong.

"Cieeee bang Azka perhatian sama Fela cieee," ucap Nadya berbisik sambil cekikikan.

"Apasi Nad ah," ucap Fela malas.

"Bang Azka suka tuh kayaknya sama lo," ucap Nadya terus saja menggoda.

"Eh! Gak boleh suka-sukaan. Masih kecil tau," balas Fela melotot.

"Sok polos lo markonah," ucap Nadya menoyor kepala Fela.

"Emang gue polos gak kaya Bedul yang isi handpone nya kek gituan semua," balas Fela santay. Sontak saja Bedul yang merasa nama nya di bawa-bawa mengelak tak terima.

"Gue punya salah apa sama lo si Fel. Kayak nya lo gak suka banget sama gue," ucao Bedul memelas.

"Gue baik-baik aja kok sama lo. Kan gue cuma ngomongin fakta Bedul," balas Fela.

"Ya gak usa-hmpth..."

"Makan dulu sampe abis suka rese lo kalo belum makan ampe kenyang," ucap Azka setelah memasukkan batagor ke dalam mulut Bedul secara paksa.

"HAHAHA. Makan dulu Dulll, biar gak sensi kaya cewek yang lagi pms," ucap Fajri terbahak-bahak.

"Gwini bwanget iduwp guoe yua," ucap Bedul yang masih terus mengunyah.

Dan jadilah aksi tawa tertawa diiringi dengan pukulan meja yang di sebabkan oleh Cindy si cewek bar-bar. Benarkan? Bahwa Cindy adalah cewek tomboy yang bar-bar ketawa aja ampe mukul-mukup meja kalo gak ada meja ya, di lampiasin ke temen nya.







Alhamdulillah, chapter 4 selesai juga yuhuu.
Makasih buat yang udah baca cerita absurd ku, semoga kalian gak bosen bosen ya ^^

Next?



THIS IS METempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang