7. Azka Aldric

90 17 0
                                    

Bila banyak masalah hidupmu
Ku harap dirimu tak usah mengeluh
Percaya dan yakinkan dirimu
Kau bisa mengubah keluh jadi senyum
Tak ada satupun manusia
Yang tak pernah di singgahi masalah
Mungkin ini cara yang kuasa
Menjadikanmu lebih dari dewasa
Senyumlah, syukuri hidupmu
Tunjukkan pada dunia Bahwa kau mampu
Masih banyak yang lebih susah hidupnya
Senyumlah, syukuri hidupmu
(Senyumlah-Andmesh)

Fela mengerjapkan matanya guna menyesuaikan cahaya yang masuk indera penglihtannya. Suara ayam berkokok memenuhi pendengerannya. Di lihatnya jam yang sudah menunjukkan pukul 04.30 yang berarti suara adzan akan berkumandang tujuh menit lagi.

Dengan langkah pasti Fela menginjakkan kakinya menuju kamar mandi untuk melaksanakan mandi paginya serta mengambil air wudhu sebelum sholat.

Pukul 04.42 Fela sudah keluar dari kamar mandi. Langkahnya menuju lemari untuk mengambil seperangkat alat sholat. Setelah di pakainya mukena Fela memulai melaksanakan sholat shubuh dengan khusu.

"Assalamualaikum warahmatulloh, nas'alukal jannah."

"Assalamualaikum warahmatulloh, waaudzubika minannar."

Fela mulai merapihkan mukenanya setelah melaksanakan sholat dan menyimpannya kembali di lemari.

Fela menghampiri cermin untuk melihat kondisi wajahnya yang habis menangis semalaman.

"Muka gue jelek bener," gumam Fela melihat pantulan wajahnya di depan cermin.

"Mata sembab, pipi tirus. Udah kek anak gembel lo Fel, Fel," ucap Fela geleng-geleng kepala.

Dih gue ngomong sendiri? Dah kek orang gila aja.

Fela bergidik ngeri lalu melihat kondisi kasurnya yang acak-acakan karena Fela. Kalian tahu? Fela kalo tidur itu gak bisa diem. Kata orang sunda mah motah sarena.

"Gue heran deh, kenapa coba kasur segede gini kagak muat ama badan gue yang imut gini," ucap Fela memulai membereskan seprei yang acak awut.

Setelah menghabiskan waktu beberapa menit, Fela akhirnya menghela napas lega karena pekerjaanya sudah selesai.

Kruyuk kruyuk

"Laper anjir," gumam Fela.

Fela memutuskan untuk turun kebawah. Setidaknya di dapur ada makanan yang cukup bisa menghilangkan rasa laparnya. Fela memulai membuka knop pintunya, tetapi kenapa sangat susah?

"Masa gue di kunci sih," ucap Fela

"Anak dakjal emang yang ngunciin gue," ucap Fela sambil menendang pintu dengan cukup kuat.

THIS IS METempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang