2. SMA Bina Nusantara

179 29 10
                                    

Fela mengawali pagi yang cerah ini dengan senyuman seperti biasa nya. Hari ini dia akan memulai aktivitas nya, yaitu sekolah. Dia mulai memasuk-masukkan buku dan peralatan tulis lain nya ke dalam tas. Tepat pukul 06.00 Fela sudah selesai berkemas.

Fela mulai menuruni anak tangga saat per satu. Saat dia akan mendekati meja makan tiba-tiba terdengar suara tegas Rian.

"Mulai hari ini kamu bersekolah, di sekolah yang sama dengan Clara," ucap Rian.

"Loh? Pah. Ko pindah? Fela udah nyaman sama sekolah yang lama pah," balas Fela.

"Biar Clara bisa memantau kamu. Lagian kamu di sekolah yang lama juga suka pulang malem. Habis apa coba?" ucap Rian.

"Fela kerja kelompok pah. Jarak nya juga jauh, makan nya Fela suka pulang malem," jelas Fela.

"Saya tidak suka di bantah."

"Udah sih jangan nolak. Lagian kalo lo sekolah, di sekolah yang lama itu kan jauh. Udah enak satu sekolah sama gue jarak nya deket," timpal Clara.

"Kalo gitu Fela berangkat dulu pah," ucap Fela hendak menyalimi Rian namun di sela oleh suara dingin Rian.

"Jangan basa-basi," ucap Rian.

Clara tersenyum sinis saat menyaksikan itu semua. Tanpa sepatah kata pun Fela segera pergi keluar dari rumah.

"FELA!" teriak Clara dari arah dalam rumah.

Fela yang akan memasuki mobil mengurungkan niat nya saat mendengar teriakan Clara.

"Apa?" ucap Fela malas.

"Siniin kunci mobil lo," ucap Clara sambil menyodorkan tangan nya.

"Hah?"

"Kunci mobil lo!"

"Buat apa Clara?"

"Banyak tanya lo!" langsung saja Clara mengambil kunci mobil Fela yang sedang di genggam.

"Eh? Apa-apaan sih lo!" pekik Fela.

"Gue mau pake mobil ini," ucap Clara.

"Terus gue gimana?"

"Yaudah lo naik aja. Tapi nanti pas depan halte, lo gue turunin," balas Clara.

Fela menuruti saja apa yang di katakan Clara. Lagian jika dia melawan pun percuma bukan? Apalagi Clara adalah kesayangan Rian. Bisa bisa Fela semakin di benci oleh Rian jika harus melawan Clara.

Hening.

Begitulah suasana di dalam mobil yang berisikan Fela dan Clara saat ini. Clara yang sibuk menyetir sedangkan Fela yang sibuk dengan pikiran nya sendiri.

"Clar, lo kenapa sampai benci banget sama gue?" suara Fela memecahkan keheningan di dalam mobil tersebut.

"Gue gak perlu nge jelasin lagi tentang itu Fel," balas Clara malas.

"Clar! Gue cuma pengen tahu aja. Kenapa lo sama papah nge benci gue sampai segitu nya. Padahal gue ini adik kandung lo Clar. Anak papah juga," ucap Fela.

THIS IS METempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang