"Eh anjir Fel, lo kenapa nangis," heboh Nadya saat melihat Fela meneteskan air mata.
"Gue gak papa Nad," balas Fela dengan suara serak.
"Ck. Yaudah cepet masuk mobil," ucap Nadya.
*****
"Jadi, sekarang lo boleh cerita kenapa lo nangis," ucap Nadya kepada Fela. Sekarang posisi mereka tengah berada di kamar Nadya
"Gue tadi ketemu sama Azka di taman," ucap Fela.
"Terus?"
"Dia udah kaya setan aja, masa tiba-tiba nongol mulu."
"Terus?
" Dia ngebahas tentang Clara, lo taukan Clara itu kaka gue?"
"Iya tau, terus?"
"Bangke lo! Dari tadi terus-terusan mulu udah kaya tukang parkir," ucap Fela kesal sambil melempar Nadya dengan bantal.
"Haha. Haiyu lanjut nyeritanya mang," ucap Nadya bercanda. Fela mendengus sebal walaupun dia kesal, dia tetap melanjutkan ceritanya.
"Jadi dia tuh nanyain gue punya hubungan apa sama Clara, terus gue tanya dong kenapa dia bisa nanya kayak gitu sama gue. Dan ternyata, gue baru tau Nad kalo Azka itu, mantan Clara?!" Fela terpekik saat menyebutkaan Clara.
"Apaan?! Ko mantan?" tanya Nadya tak santai.
"Iya anjir itu mantan, katanya baru putus. Dan yang mutusin itu si Azka."
"Gak penting ah. Lanjut aja cerita lo, kenapa lo bisa nangis pas pulang dari taman?"
"Gue tuh nangis, ya karena dia bilang kalau gue anak pembawa sial. Walaupun emang sebenarnya Clara yang ngomong gitu. Tapi gimana ya, gue tuh sakit aja gitu. Coba lo bayangin gimana rasanya jadi gue, udah di kucilin di keluarga, gak pernah dapet kasih sayang dari ibu, dan sekarang kakak gue, dia udah sama sekali gak mau nganggep gue sebagai adiknya lagi. Dan parahnya! Si Azka memperjelas ketidaksukaannya si Clara sama gue," ujar Fela.
"Emang ... Lo, punya masalah apa di keluarga lo?" tanya Nadya hati-hati.
Hening. Itulah suasana di kamar Nadya saat ini. Fela yang mendadak diam setelah mendengar pertanyaan dari Nadya, dan Nadya yang merasa tidak enak karena pertanyaanya.
"Gak usah di jawab Fel, gak penting," ucap Nadya tidak enak.
Fela diam. Dia memikirkan keadaannya sekarang. Dia harus bercerita tentang keluarganya pada Nadya atau diam saja. Hingga akhirnya, " lo pernah gak? ada di titik terendah banget. Dan itu bener-bener buat lo putus asa. Tapi, karena demi terlihat baik-baik aja ya lo ceria aja di depan umum padahal hatinya lagi ambyar banget, " ujar Fela di akhiri kekehan garing.
"Gue sekarang lagi ada di posisi itu Nad. Di mana semua orang ngebenci gue, ngemaki gue, bahkan mereka sama sekali gak mau ngenalin gue. Lo tau gak? Gue berasa lagi di musuhin satu dunia Nad," ucap Fela yang berusaha menahan air matanya untuk tidak meluruh.
Nadya diam. Ia tidak tau harus mengatakan apa, dia yakin yang di hadapi Fela saat ini sangat sulit. Dengan inisiatif Nadya mengusap punggung Fela.
"Gak usah lo ceritain sekarang Fel, gue tau lo gak bakal sanggup. Tapi kalo nanti lo butuh temen curhat, lo bisa curhat sama gue. Gue sahabat lo Fela. jadi, lo jangan segan-segan sama gue," ujar Nadya tersenyum hangat.
Fela terharu dengan ucapan Nadya. Dia adalah sahabatnya yang ia kenali hanya dalam waktu beberap minggu. Dengan tangis yang akan pecah, Fela memeluk Nadya. Dia menangis.
"Makasih Nad. Lo emang sahabat terbaik gue," ucap Fela dengan sesenggukan.
*****
"Anjir Nadya mata gue sembab huaaaaa," pekik Fela melirik pantulan dirinya di cermin.

KAMU SEDANG MEMBACA
THIS IS ME
Teen FictionFela fitri fawnia.Gadis cantik memiliki ribuan luka yang di tutupi dengan senyuman manis nya. Perlakuan keluarga yang tidak adil terhadap diri nya. Bahkan dia tidak pernah di perlakukan manis seperti sang kakak. Terimakasih yang sudah mau membaca ka...